Rabu, 09 September 2015

Jenis Baterai Ponsel


$@@t spesifikasi menjadi aspek prioritas semua produsen smartphone untuk memikat konsumen,teknologi baterai seolah diabaikan.Padahal,tidak bisa di pungkiri baterai adalah sumber kehidupan dari perangkat mobile yang Anda gunkan.Peningkatan kapasitas  daya dengan memperhatikan dimensi menjadi hal mutlak di era sekarang.Akhirnya,para desainer dari setiap produsen smartphone berusaha keras untuk meminimalkan ukuran dan memaksimalkan kapasitas dari sebuah baterai,sehingga para penggunanya mampu menggunakan smartphone dengan lebih nyaman.Pada dasarnya ada empat buah tipe baterai isi ulang  yang di gunakan di smartphone.masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.Penasaran? Berikut penjelasannya :


Lithium Ion (Li-Ion)

Li-Ion merupakan jenis baterai yang paling popular saat ini,hampir semua produsen smartphone menggunakan jenis baterai ini.Jika di bandingkan dengan jenis baterai dengan teknologi sebelumnya,Li-Ion sedikit lebih ringan daripada baterai NimH dan memiliki umur lebih lama.Satu kilogram baterai Li-Ion mampu menampung 150 watt-jam,sementara satu kilogram baterai NiMH hanya mampu menampung 100 watt-jam.

Baterai Li-Ion juga memiliki umur yang lebih lama karena hanya kehilangan sekitar 5% dari kapasitasnya setiap bulan,namun baterai NiMH kehilangan hingga 20% kapasitasnya setiap bulan.Li-Ion juga juga mampu bertahan ratusan kali siklus isi ulang."Efek Memori" juga tidak di alami oleh baterai jenis ini,sehingga Anda tidak perlu menunggu baterai benar-benar kosong untuk melakukan isi ulang.Meskipun memiliki kelebihan,baterai Li-Ion juga memiliki beberapa kekurangan.Limitasi penggunaannya adalah dua hingga tiga tahun dari tanggal perakitan.Anda menggunakannya atau tidak,baterai ini tetap akan mengalami expired.

Baterai jenis ini juga sensitif terhadap suhu yang tinggi,pada suhu yang tinggi kapasitas baterai akan berkurang lebih cepat dari seharusnya.Baterai Li-Ion juga mungkin akan rusak oleh pengisian yang berlebihan (terus-menerus di charge selama lebih 24 jam) ,potensi meledak juga mungkin terjadi jika packaging yang buruk dari pabrik.

Lithium Polymer (Li-Poly)

 Li-Poly adalah teknologi terbaru yang di gunakan untuk baterai ponsel.Bobotnya yang sangat ringan membuat banyak produsen yang menggunakan jenis baterai ini.Sebagai perbandingan Li-Poly mampu memberikan kapasitas baterai 40% lebih besar dari Hybrid Logam Nikel (NiMH) dengan ukuran yang sama.

Selain itu,baterai ini tidak mengalami siklus  yang biasa di sebut "Efek Memori" .Efek memori adalah siklus yang terjadi ketika baterai isis ulang tidak sepenuhnya habis namun telah mengalami siklus pengisian,sebagai akibatnya baterai 'mengingat' siklus tersebut.Sebagai contoh,saat baterai pada kondisi tersisa 20%,Anda melakukan pengisian hingga 100%.Baterai tersebut akan mengingat siklus pengisian dari 20%-100% dan menganggap 20% adalah angka paling rendah baterai .Sehingga ,saat baterai dalam kondisi 20% smartphone akan langsung mati.Dalam hal ini,kapasitas baterai yang tersisa hanya tinggal 80% saja.

Li-Poly juga tidak membutuhkan casing sel untuk mengamankan baterai,hal ini membuat baterai Lithium Polymer mampu di buat lebih tipis dan ringan .namun,karena ukuran yang lebih kecil ,membuat biaya pembuatan baterai tipe ini meningkat 10% hingga 30%.  

Nickle Cadmium (NiCd)

 NiCd adalah baterai jenis dengan teknologi paling lama di dunia.Baterai NiCd mengalami "Efek Memori" sehingga kapasitas baterai harus benar-benar habis sebelum melakukan pengisian.Selain kendala tersebut,bahan kimia yang di gunakan dalam baterai NiCd tidak ramah lingkungan.

 NiCd memiliki kapasitas yang besar namun memiliki harga termurah untuk sebuahy baterai.Hal inimembuat,baterai NiCd banyak di gunakan pada masa lalu.Saat ini sudah tidak ada lagi handphone yang menggunakan baterai jenis ini karena bobot dan ukurannya yang besar.


Nickle Metal Hybrid (NiMH)

NiMH adalah baterai dengan generasi lebih unggul di bandingkan dengan baterai NiCd karena tidak mengandung kadmium.Baterai jenis ini juga memberikan kapasitas yang lebih besar jika di bandingkan dengan baterai NiCd dengan ukuran dan berat yang sama .

Baterai NiMH juga mengalami "Efek Memori" sementara yang akan hilang jika baterai di gunakan hingga habis dan dilakukan pengisisan ulang.Namun efek memori terjadi jika pengisisan ulang tidak di lakukan dengan benar.Baterai ponsel NiMH biasanya di temui pada jenis handphone mid to low. 

(sumber: http://androidhapeku.blogspot.co.id/2013/03/jenis-baterai-ponsel.html)

Minggu, 19 April 2015

Mind Mapping _ Workshop


Berikut ini saya lampirkan mind mapping yang dijadikan bahan dalam Workshop Pembuatan Mind Mapping pada SMA Negeri 1 Gunungsitoli, tanggal 17 April 2015.

Minggu, 05 April 2015

Mind Map Gaya Antar-Molekul

Berikut ini saya lampirkan mind map yang telah saya gunakan dalam acara Pulau Nias Cerdas, RRI Pro 1 Gunungsitoli...

Senin, 02 Maret 2015

Konsep Kesulitan Belajar

Kesulitan belajar siswa mencakup pengertian yang luas, di antaranya :
a. Learning disorder
b. Learning disfunction
c. Underachiever
d. Slow learner
e. Learning disabilities

Secara rinci pengertian-pengertian tersebut akan dibahas sebagai berikut:

Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan di mana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Pada dasarnya, yang mengalami kekacauan belajar, potensi dasarnya tidak dirugikan, akan tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan, sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimilikinya. Contoh : siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate, tinju dan sejenisnya, mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah-gemulai. Siswa yang terbiasa mengerjakan segala sesuatu dengan tergesa-gesa akan sedikit mengalami kesulitan pada saat harus bekerja secara ekstra hati-hati di laboratorium.

Learning Disfunction merupakan gejala di mana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental, gangguan alat indra, atau gangguan psikologis lainnya. Contoh : siswa yang yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok menjadi atlet bola volley, namun karena tidak pernah dilatih bermain bola volley, maka dia tidak dapat menguasai permainan volley dengan baik. Siswa yang sebenarnya memiliki bakat numerik tinggi tetapi mengalami kesulitan pada saat mempelajari konsep mol yang di dalamnya menuntut kemampuan operasi matematik karena bakat numeriknya kurang sering diaplikasikan pada bidang-bidang lain.

Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 – 140), namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah. Siswa yang di tes kemampuan penalaran formalnya dan hasilnya menunjukkan bahwa siswa tersebut sudah berada pada level operasional formal, namun mengalami kesulitan pada saat mempelajari konsep-konsep yang bersifat abstrak.

Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama. Prinsip pembelajaram berbasis kompetensi menyadari adanya slow learner, sehingga siswa yang belum mencapai standar kompetensi minimal (SKM) diwajibkan mengikuti remidi.

Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala di mana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar, sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya. Kondisi ini muncul karena adanya mental retardation, hearing deficiencies, speech and language impairments, visual impairments, emotional disturbances, orthopedic impairments, a variety of medical conditions.


Sumber : Orasi Ilmiah Guru Besar Pendidikan Kimia Prof. Dr. Ashadi, dengan judul "KESULITAN BELAJAR KIMIA BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH"


Minggu, 01 Maret 2015

Strategi Pembelajaran Kimia Interaktif Berbasis Web

Pendahuluan

Keberadaan program studi Pendidikan Kimia pada lembaga-lembaga seperti LPTK (Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan) ataupun yang terintegrasi dalam Universitas, telah memberikan kontribusi besar dalam distribusi dan penyaluran ilmu kimia kepada masyarakat ilmiah maupun masyarakat awam. Program studi pendidikan kimia yang memfokuskan pada produksi strategi pembelajaran yang menarik serta didukung oleh penggunaan media pembelajaran yang efektif dan efisien, menambah khasanah kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.  Kesadaran pentingnya memanfaatkan media-media sebagai alat bantu mempresentasikan ilmu kimia, telah mendorong praktisi-praktisi bidang kimia maupun ilmuwan-ilmuwan kimia untuk menghasilkan produk terbaiknya dalam rangka pencerdasan generasi. Gagasan berbagi melalui penggunaan teknologi juga mendukung penguatan produksi strategi pembelajaran kimia. Penggunaan dan modifikasi software pendidikan yang terintegrasi dalam rangkaian tahapan pembelajaran (strategi pembelajaran) akan memberikan kemudahan untuk mempelajari ilmu kimia sehingga tingkat pemahaman terhadap suatu subjek dapat tercapai. Penelitian yang dilakukan oleh banyak pakar-pakar di bidang pendidikan kimia maupun kimia menekankan pada upaya meningkatkan pemahaman menuju tingkat berpikir sains secara komprehensif, serta tidak dilakukan secara sepotong-sepotong.

Kesulitan-kesulitan dalam memahami ilmu kimia, tentu saja disebabkan oleh kompleksitas konten kimia itu sendiri. Ilmu kimia sarat dengan prasyarat, sarat dengan syarat, sarat dengan pengecualian, dan di dalam pengecualian masih terdapat pengecualian. Mengingat kompleksnya konten kimia tersebut, maka dibutuhkan sejumlah metode-metode yang diintegrasikan dalam rangkaian strategi pembelajaran kimia yang komprehensif.

Pada penelitian ini, peneliti mencoba membuat suatu strategi pembelajaran kimia yang komprehensif sekaligus interaktif berbasis web, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengakses informasi tentang kimia secara fleksibel dan mobile, tanpa dibatasi oleh waktu.
Pada model atau strategi pembelajaran interaktif ini, disediakan materi pokok berbasis pengetahuan awal (diintegrasikan dalamadvanced organizer), soal - jawab berbasis problem solving, representasi 3 dunia (makro, mikro dan simbol) berbasis macromedia flash dan kontrol perubahan sikap (afektif) melalui angket elektronik.

Strategi pembelajaran yang interaktif dimaksudkan untuk meningkatkan aktivitas belajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pengetahuan awal dapat membantu pebelajar untuk memperkuat pengetahuan prasyarat dan syarat pada materi pokok yang sedang dipelajari. Dalam melatih pemahaman siswa, maka sangat diperlukan metode pemecahan masalah (problem solving). Peningkatan pemahaman dan analisis siswa dapat ditingkatkan dengan merepresentasikan materi pokok dalam tiga dunia (makro, mikro dan simbol). Peningkatan motivasi dan minat pebelajar dalam pembelajaran dapat dikontrol melalui penggunaan angket elektronik.

Pada proposal penelitian ini, dirancang suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi berbasis web, untuk menghasilkan suatu aktivitas yang interaktif. Diharapkan pembelajaran dapat diakses di manapun, agar tidak full time di dalam kelas. Dalam pembelajaran ini, diharapkan siswa dapat berinteraksi dengan Pengajar maupun dengan sejawat dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan maupun tanggapan-tanggapan tentang materi pokok yang sedang dipelajari.

http://www.kimiainteraktif.blogspot.com/2014/09/strategi-pembelajaran-kimia-interaktif.html

Sisi Menarik Kimia

Berikut ini saya menampilkan bagian dari tulisan Dr. Das Salirawati, M.Si (dosen Kimia Universitas Negeri Yogyakarta), yang mengupas sisi menarik ilmu Kimia.

Siapa bilang kimia merupakan ilmu yang menakutkan, tidak menarik, dan memusing-kan. Asal kita jeli, pasti menemukan sisi menarik kimia. Setiap konsep dalam ilmu kimia dapat dibuat puisi, asal kita mau merangkum makna setiap konsep dengan baik. Bila kita mengaku orang kimia, maka setiap langkah dan nafas kita harus menunjukkan ke-kimia-an.

1.    Ketika kita mempelajari reaksi netralisasi antara asam dengan basa, maka kita dapat mencoba mengaitkan peristiwa netralisasi asam lambung (HCl) oleh obat maag yang mengandung senyawa basa (Mg(OH)2 atau Al(OH)3)). Jadi, orang yang sakit maag, produksi asam lambung berlebihan, sehingga menyebabkan iritasi pada permukaan dalam lambung. Oleh karena itu agar tidak merasakan perih karen iritasi tersebut, sebelum makanan masuk, lambung harus dinetralkan terlebih dahulu.
2.    Prinsip netralisasi ini dapat diterapkan pada berbagai peristiwa, misalnya ketika kita tersengat tawon dapat diobati dengan mengoleskan cuka, karena sifat racun tawon adalah basa. Sebaliknya jika tersengat lebah kita obati dengan soda atau sabun, karena racunnya bersifat asam.
3.    Ketika mempelajari konsep pH, kita dapat mengaitkan dengan pertanyaan mengapa produk sabun untuk kulit harus mempunyai pH seimbang. Dengan demikian konsep pH yang sulit tetap akan dipelajari serius karena ada kaitannya dengan kehidupannya.
4.    Ketika mempelajari tentang penurunan titik beku pada konsep sifat koligatif larutan, kita dapat menghubungkan dengan pembuatan es krim yang ditambah garam dengan tujuan untuk mempertahankan agar es krim sulit mencair.
5.    Ketika kita mempelajari tentang senyawa yang terbentuk dari unsur-unsur golongan halogen, maka kita pasti mempelajari senyawa NaCl. Senyawa NaCl dalam kehidupan sering dihubungkan dengan iodium yang dikenal dengan garam beryodium. Konsep ini akan menarik jika dihubungkan dengan pertanyaan ”benarkah garam beryodium membuat seseorang yang mengkonsumsi menjadi pintar?” seperti iklan di televisi.
6.    Ketika kita mempelajari senyawa golongan aldehid, kita dapat menghubungkan dengan formalin yang isunya marak pada tahun lalu.
7.    Ketika kita mempelajari konsep protein yang salah satu bentuknya dalam tubuh kita berupa hormon, kita dapat menghubungkan dengan pertanyaan ”mengapa kita tidak boleh berpacaran di tempat yang sepi?” yang dapat dijelaskan dengan konsep ini.

Sabtu, 28 Februari 2015

Peta Pikiran

Peta Pikiran adalah teknik mencatat tingkat tinggi dan juga merupakan alat berpikir kreatif yang mencerminkan cara kerja alami otak.  Teknik mencatat ini berbasis pada paham pembelajaran konstruktivis yang menghubungkan pengetahuan-pengetahuan awal terhadap objek yang akan dipelajari.
Peta pikiran memungkinkan otak menggunakan semua gambar dan asosiasinya dalam pola radial dan jaringan sebagaimana otak dirancang.
Peta pikiran (Mind map) dikembangkan oleh Tony Buzan pada akhir tahun 1960-an sebagai cara untuk mendorong siswa hanya dengan menggunakan kata kunci dan gambar.

Berikut ini, saya memberikan contoh peta pikiran dalam subjek Kimia yang berjudul perkembangan teori atom (untuk kelas X SMA). Peta pikiran ini dibuat menggunakan bantuan program software clickchart.


Sabtu, 24 Januari 2015

Ada Apa Dengan Kurikulum 2013?

Ada Apa Dengan Kurikulum 2013?
(pandangan khusus tentang sekilas sistem pendidikan di Indonesia)

Pengantar
Pendidikan merupakan upaya sistematis yang dilakukan secara sadar dan terencana dalam mewujudkan kehidupan yang cerdas menuju masyarakat adil dan makmur (termaktub pada Pembukaan UUD 1945). Pemerintah sebagai pemegang kebijakan dalam sektor pendidikan harus merancang sistem yang mampu “meng-cover” kebutuhan masyarakat dalam sektor ini. Salah satu komponen penting yang menjadi alat Pemerintah dalam mensukseskan sistem pendidikan nasional adalah Kurikulum.

Kurikulum 2013
Secara definisi kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaran kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Dari definisi ini, kurikulum adalah acuan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar, sebagai kegiatan yang paling utama di lembaga-lembaga pendidikan, khususnya sekolah. Satu tahun terakhir, pembahasan tentang kurikulum menjadi sorotan masyarakat ilmiah di dunia pendidikan. Ini berawal ketika Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di akhir-akhir pemerintahannya berencana mengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sudah berjalan kurang lebih 7 tahun (2006-2013) menjadi Kurikulum 2013. Padahal idealnya pergantian Kurikulum baiknya dilaksankan setiap 10 tahun sekali. Akan tetapi dengan alasan akan pentingnya penumbuhan karakter (sikap) peserta didik dan sudah tidak relevannya KTSP sebagai kurikulum yang sedang berjalan pada saat ini, maka akhirnya Kurikulum 2013 muncul sebagai Kurikulum yang dianggap mampu menjawab permasalahan yang ada di sektor pendidikan.
Pertanyaannya: apa benar Kurikulum 2013 mampu menjawab problematika di sektor pendidikan?

Kompleksnya tuntutan adiministrasi dan portofolio penilaian peserta didik menjadi ciri khas kurikulum 2013, justru dipandang sebagai sesuatu yang mubazir.  Jika dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, KTSP, yang melahirkan pemisahan tiga domain belajar yakni kognitif, afektif dan psikomotor, serta mengedepankan penyesuaikan kurikulum terhadap kebutuhan sekolah maupun daerah, dengan memunculkan muatan lokal, maka KTSP dirasa sudah sangat proporsional. Akan tetapi, landasan yang mungkin sangat prinsipil oleh Kemendikbud, akhirnya Kurikulum 2013 ditetapkan dan harus diimplementasikan oleh semua sekolah paling lambat tahun 2014 di seluruh pelosok tanah air.
Pemerintah dengan yakin mampu mensosilisasikan Kurikulum 2013 dengan segala item-item khas di dalamnya. Melalui pelatihan-pelatihan Instruktur Nasional, Pemerintah seolah sudah percaya semua akan baik-baik saja. Padahal dengan rumitnya implementasi Kurikulum 2013, hemat Penulis, justru kurikulum tersebut akhirnya akan kandas di tengah jalan. Mengapa? Tentunya keterjangkauan sekaligus kemampuan serta kesiapan seluruh stakeholder yang berkaitan dengan implementasi Kurikulum 2013 ibarat “jauh panggang dari api”. Apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan.
Ada beberapa hal yang menarik dan perlu direnungkan pada konten Kurikulum 2013. Munculnya penilaian kuantitatif yang dikonversi menjadi kualitatif (predikat) serta dideskripsikan di seluruh domain hasil belajar. Menilik kurikulum sebelumnya, dan bahkan sejak Indonesia merdeka, maka pola penilaian siswa pada Laporan Hasil Belajar adalah dalam bentuk angka, dan mindset masyarakat sudah tertata dengan keadaan tersebut. Hal yang berbeda yang perlu direnungkan adalah, Kurikulum 2013 justru mengadopsi penilaian seperti pada Perguruan Tinggi, dengan mengkoversi nilai angka menjadi predikat (Amat Baik, Baik, Cukup dan seterusnya), bahkan harus melibatkan deskripsi ketercapaian kompetensi pada seluruh ranah (domain) hasil belajar. Dapat dikatakan bahwa beban guru menjadi dua kali lipat banyaknya bahkan lebih, hanya untuk informasi hasil belajar.  Seberapa banyak waktu yang dikeluarkan untuk hal tersebut, dan apa urgensi sesungguhnya dengan model penilaian tersebut? Kemudian munculnya aspek sikap spiritual dan sikap sosial, yang diobservasi terus menerus, dijabarkan pada kompetensi inti (KI 1 dan 2), dan penilaiannya pada Laporan Hasil Belajar Siswa juga dideskripsikan, menurut hemat Penulis adalah pekerjaan yang sia-sia. Kejanggalan adalah bagaimana seorang Guru mampu menghakimi peserta didiknya hanya dengan pengamatan yang terbatas. Sedang seorang Guru juga manusia yang terbatas adanya, yang tidak mampu menembus sisi-sisi keimanan, dan tidak mampu menjangkau sisi-sisi sosial individu. Bagaimana seorang Guru yakin bahwa peserta didik mengimani segala sesuatu yang terjabar pada KI masing-masing mata pelajaran. Takutnya informasi yang diberikan justru beda dari kenyataannya, yang berakibat fatal bagi peserta didik, dan kredibilitas Guru dipertaruhkan. Penulis justru menilai bahwa model penilaian seperti ini adalah mubazir, tidak masuk akal dan tidak berguna adanya. Penulis percaya implementasi di lapangan tidak akan terlaksana, karena memang filosofinya tidak benar. Jika dibandingkan dengn Kurikulum sebelumnya, aspek afektif masing-masing mata pelajaran sangat logicuntuk diukur dan diambil kesimpulannya. Aspek afektif yang meliputi sikap, minat, konsep diri, nilai dan moral sangat memungkinkan diobservasi dan dilakukan penilaiannya, akan tetapi tidak dengan sikap spiritual dan sosial. Kalaupun Kurikulum 2013 memperhatikan pembentukan sikap peserta didik, maka penilaian terhadap aspek afektif lebih tepat, bukan memaksakan sikap sebagai bentuk spiritual dan sosial yang sulit untuk terukur.
Mengenai metode scientific yang ditonjolkan oleh Kurikulum 2013, justru hal tersebut sudah didefinisikan dan berusaha diterapkan jauh-jauh sebelumnya pada kurikulum-kurikulum terdahulu, semisal KTSP. Berbagai metode dan strategi pembelajaran juga menjadi kekuatan pada Kurikulum KTSP, pendekatan kontekstual, adalah ciri khas yang wajib diterapkan. Hanya saja kebutuhan pembelajaran konsekstual tersebut harus didukung oleh sarana pendukung, misalnya alat dan bahan di laboratorium. Yang terlihat dan dirasakan Pemerintah belum menjamah komponen penyediaan alat-alat dan bahan-bahan di Laboratorium tersebut dengan standar yang dibutuhkan, padahal kurikulum menuntut penerapannya. Jadi apa yang dicita-citakan tidak akan pernah tercapai, karena fokus adalah pada kelengkapan administrasi belaka, bukan pada kebutuhan urgen yang seharusnya terlebih dahulu dipersiapkan.
Berkurangnya jumlah jam mata pelajaran Bahasa Inggris pada Kurikulum 2013 (khususnya di tingkat SMP-SMA-SMK) tentu saja berdampak pada berkurangnya kesempatan belajar komunikasi bahasa internasional yang gratis dari sekolah. Rekomendasi Pemerintah agar Bahasa Inggris diperoleh dari pendidikan informal seperti lembaga-lembaga kursus, ataupun sumber-sumber lainnya, hanya menimbulkan kesenjangan yang terbuka semakin lebar, antara peserta didik di kota dengan di daerah. Tentu saja peserta didik yang tinggal di kota lebih mudah mengakses kebutuhannya, sedangkan di daerah bergerak sangat lambat memenuhi. Dihilangkannya mata pelajaran TIK yang dilahirkan oleh KTSP, justru akan menutup peluang peserta didik mengenal teknologi informasi pada pendidikan formal di sekolah dengan mudah. Ironinya, pemerintah masih tetap berkeyakinan hal ini akan berjalan sesuai harapan, padahal di satu sisi Pemerintah sangat lambat untuk memenuhi kebutuhan standar di sekolah-sekolah. Maka, ada apa dengan Kurikulum 2013? Ternyata jawabannya Kurikulum 2013 hanya terkesan menyibukkan Guru dengan administrasi, yang terkesan dipaksakan.

Apa yang sebenarnya Pendidikan butuhkan?

Kembali pada sistem pendidikan. Seperti yang diungkapkan di atas, pendidikan adalah usaha sistematis yang diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat. Undang-undang Nomor 20 tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan standar nasional pendidikan (SNP) yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian. Kedelapan standar nasional pendidikan tersebut merupakan komponen-komponen yang harus dipenuhi oleh pengelola pendidikan untuk mencapai dn mendukung pelaksanaan sistem pendidikan nasional. Akan tetapi apa yang terjadi, ternyata standar nasional pendidikan (SNP) terkesan hanya sebuah wacana yang sulit untuk dipenuhi. Ujian Nasional dan Kurikulum 2013 hanyalah salah satu bagian yang sebenarnya tidak terlalu penting jika dibandingkan pada komponen yang menjadi ujung tombak pendidikan itu sendirinya yaitu Guru. Sumber daya manusia adalah komponen terpenting di sektor pendidikan. Kebutuhan akan SDM Guru yang berstandar dan  berkualitas sebaiknya lebih diperhatikan lagi. Untuk apa Kurikulum yang katanya mutakhir hasil pemikiran para ahli dibuat, jika pejuang-pejuang (guru) tidak mampu menerapkannya di lapangan. Dan inilah yang terus menerus terjadi. Kualitas SDM Guru masih perlu dipertanyakan. Pemerintah belum mampu menuntaskan masalah tersebut. Ada dua hal yang berkenaan dengan SDM Guru, yaitu kualitas dan kesejahteraan. Pemerintah memunculkan program sertifikasi untuk mendongkrak kesejahteraan guru, akan tetapi apa mampu menjawab kualitas? Di sisi lain tunjangan sertifikasi masih terus diikat oleh administrasi yang banyak,dan tidak jarang terhambat, yang justru mempertanyakan kredibilitas program Pemerintah itu sendiri. Kalau berbicara dengan kualitas, maka sebaiknya Pemerintah bersungguh-sungguh merekrut calon guru, bukan mempertanyakan dan bahkan terkesan memojokkan Guru yang sudah dalam jabatan Guru berpuluh-puluh tahun. Pemerintah sebaiknya mengupdate kemampuan Guru, bukan justru membiarkannya.
Problem berikutnya adalah ketersediaan sarana dan prasarana. Hemat penulis, teori tanpa praktik adalah bohong. Sebaik apapun Kurikulum, tetapi jika tidak dibarengi dengan ketersediaan sarana dan prasarana, maka semua sia-sia. Secara tidak sengaja telah terjadi praktik yang sia-sia, praktik yang asal sudah yang justru mengancam generasi ke depannya, karena tidak mendukung pertumbuhan karakter yang diharapkan. Munculnya praktik-praktik administrasi yang manipulatif bahkan fiktif, melahirkan generasi yang tidak bertumbuh dengan baik. Tidak jarang kita menyaksikan sendiri, sekolah-sekolah yang bangunannya sudah lapuk, tidak memadai lagi, akses ke sekolah jauh, butuh perjalanan dan waktu yang sangat lama, kekurangan guru, dan banyak lagi, akan tetapi dilaporkan baik-baik saja, padahal sungguh sangat memprihatinkan. Hal-hal tersebut, seolah terbiarkan dari waktu ke waktu. Anggaran 20% dari APBN seharusnya dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana dahulu, bukan tergesa-gesa untuk merubah Kurikulum atupun sibuk memantapkan paket-paket Soal Ujian Nasional dari tahun ke tahun.

Kesimpulan
Melihat uraian di atas, maka sebaiknya Pemerintah harus meninjau ulang sistem pendidikan di Indonesia. Munculnya Kurikulum 2013 bukanlah satu-satunya solusi permasalahan pendidikan di Indonesia, mengingat kompleksnya penerapannya di lapangan (sekolah). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kebutuhan sekolah maupun daerah, baiknya diperkuat dalam bentuk program suplemen KTSP. Jika dihubungkan dengan kebutuhan SDM yang berkualitas dan sarana/prasaran yang memadai seharusnya menjadi program utama untuk dituntaskan oleh Pemerintah.

(Artikel ini sudah dimuat di Surat Kabar INDONIAS, Edisi 5 | 11 - 18 Agustus 2014)


Penulis:
Sun Theo C.L. Ndruru, M.Si.

Selasa, 20 Januari 2015

PEMBINAAN PROFESI GURU CHINA

PEMBINAAN PROFESI GURU CHINA
Oleh: Chaerun Anwar


A.   Kondisi Pendidikan Keguruan Di China
Di negeri China guru atau para pengajar mendapat tempat yang penting sekali dalam penghidupan. Dengan mendapatkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, membuat sistem pendidikan keguruan di China meningkat. Budaya Confisius sendiri berperan penting dalam membentuk karakteristik orang China yang menghormati akan para guru. Sehingga para guru tidak ayal mendapatkan posisi dan strata yang penting dan mendapatkan kehormatan di negeri tirai bambu tersebut. 

Pendidikan guru adalah salah satu elemen penting dari sistem pendidikan sosialis di China. Pendidikan guru menjadi salah satu tulang punggung dalam kemajuan pendidikan di China selama 50 tahun terakhir. Perhatian lebih telah ditunjukkan pemerintah dalam bentuk kebijakan sebagai bentuk keseriusan mereka dalam membangun kualitas dan mutu guru bertaraf internasional. China telah berhasil membangun sistematik pendidikan yang dewasa di berbagai level dan berbagai tipe untuk pendidikan keguruan. Sistem tersebut juga sangat cocok dengan situasi dan kondisi para guru di negerinya. Di China juga sudah tersedia institusi pelatihan guru dan sistematik regulasi lainnya yang bertaraf internasional.



Pendidikan guru di China ini dibagi dan dikelompokkan menjadi 2 bagian, yakni : pre-service education dan in-service training. Di antaranya untuk pre-service training, Program 4 tahun di institusi pelatihan guru termasuk di dalamnya adalah program universitas keguruan dan institute. Program 3 tahun termasuk di dalamnya adalah program training colleges dan Sekolah pelatihan guru menengah. Instansi pendidikan ini memberikan pelatihan yang layak terhadap guru-guru untuk level-level sekolah Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruaan, Universitas dan yang lainnya. In-service training  juga menyediakan instansi khusus untuk pelatihan guru-guru di pendidikan sekolah.



Program pelatihan para guru juga mendapat ruang khusus dalam perhatian dan konsentrasi pemerintah. Banyaknya program-program yang disediakan, seperti : TV Program, Kelas Malam, Ujian Online dan masih banyak lagi merupakan sebagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan mutu guru-guru di negerinya.



Berikut di bawah adalah data statistik yang didapat pada tahun 2013 mengenai instansi keguruan di China :












Jumlah Instansi
Rekrutmen
Murid Baru
Murid yang lulus
Jumlah Guru
Institut atau Universitas keguruan
229
693.600
251.100
196.800
76.600
Instansi keguruan menegah
875
921.100
319.300
3.058.000
6.340
Instansi pendidikan resmi lainnya
190
212.000
82.200
66.200
18.700
Pusat pembinaan guru
2.087
371.000
121.600
168.200
46.300

Sumber : www.edu.cn





Dan melalui reformasi yang terus digalang oleh pemerintah China, kualitas dan mutu pendidikan keguruan di China terus meningkat setiap tahun. Tercatat dari tahun 1999 sampai tahun 2013, jumlah institut atau universitas keguruan di China meningkat dari 87 instansi menjadi 94 instansi, sedangkan sekolah spesialis keguruan dikurangi dan digabung dari 110 menjadi 48 instansi saja. Tamatan dari pendidikan keguruan ini juga meningkat jumlahnya, dari 53 ribu di tahun 1999 menjadi 240 ribu di tahun 2013.



Jumlah guru yang meningkat secara signifikan dari tahun 1996 ke tahun 2013 juga menjadi salah satu tolak ukur akan kemajuan kualitas, mutu dan juga minat rakyat China terhadap pendidikan keguruan. Total guru di China pada tahun 2013 berjumlah 10,4 juta orang. Di antaranya, guru sekolah dasar berjumlah 5 juta orang, guru sekolah menengah pertama berjumlah 3,4 juta orang dan guru sekolah menengah atas berjumlah 1,3 juta orang.



1.    Pendidikan PRE-SERVICE

Pendidikan pre-service modern di China dimulai pada tahun 1952, ketika PKC mulai mereformasi sistematik pendidikan keguruan di China untuk pertama kalinya. Selain itu pemerintah juga mengadakan kursus pelatihan untuk guru-guru secara besar-besaran.  Reformasi untuk sistematik pendidikan keguruan tercatat dilakukan pemerintah China sebanyak 4 kali, yaitu : tahun 1952, 1960, 1976 dan yang terakhir adalah tahun 1980.

Pada tahun 1952, pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan pre-service dalam bentuk draft resmi untuk yang pertama kalinya, di dalamnya termasuk juga ringkasan dari mata pelajaran yang harus diikuti, jumlah murid, jurusan yang dibuka dan hal-hal administratif lainnya.

Pada tahun 1960 – 1978, revolusi budaya agung menghancurkan sistematik pendidikan China saat itu. UMPTC singkatan dari Ujian Masuk Perguruan Tinggi China diberhentikan, program kuliah juga dihentikan, dan segenap warga diajak terjun ke kancah politik untuk merevisi ideologi mereka saat itu. Dunia pendidikan China memasuki era paling suram semenjak era Republik.

Pada tahun 1978, barulah sistem UMPTC dipulihkan, dan pendidikan modern China yang sempat berhenti selama kurun waktu nyaris 20 tahun kembali bergulir kembali. Lewat reformasi yang digalakkan oleh Deng Xiaoping, China memgeluarkan kebijakan pengembangan pendidikan menuju era pendidikan modern dalam upayanya mengejar ketinggalan dari negara barat. Pada tahun 2008, Chairman Hu Jintao menetapkan moto “pengembangan pendidikan berkelanjutan” yang mengajak China untuk  berkonsentrasi membenahi pendidikan dalam upaya untuk memajukan bangsa. Jumlah murid pun terus bertambah setiap tahunnya.

a.    Mata Kuliah

Pada tahun 1980, pemerintah mengumumkan reformasi untuk mata kuliah yang akaan diangkat dalam program pre-service education, reformasi tersebut memiliki ketentuan sebagai berikut :

-          Seluruh sistematik materi pelajaran pre-service education di China harus mengedepankan pendidikan ideologi, menjunjung tinggi teori Marxis dan teori Maoism serta berada di bawah garis pembangunan sosialis komunis pemerintah.

-          Masa belajar pre-service education di seluruh institut dan perguruan tinggi China adalah 3 sampai 4 tahun, tergantung dengan jurusannya masing-masing.

-          Materi pelajaran wajib dan menjadi subyek kunci dalam pre-service education, diantaranya adalah : sastra, matematika, ilmu politik dan pendidikan budaya.



b.    Lembaga Pendidikan Pre-service di China

Pendidikan Pre-service adalah pelatihan yang diwajibkan oleh pemerintah China untuk proses pelatihan dan seleksi seorang guru. Lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah dalam mengatur program Pre-service education di China dibagi menjadi 2, yaitu : institut atau universitas keguruan dan intansi pendidikan resmi lainnya. Instansi atau universitas keguruan sendiri dibagi menjadi 2, yaitu : instansi keguruan tinggi dan instansi keguruan menengah. Instansi keguruan tinggi meliputi 4 instansi, yaitu : universitas keguruan, institut atau college keguruan, sekolah keguruan untuk kejuruan, sekolah spesialis diploma keguruan dan sekolah spesialis diploma keguruan untuk kejuruan. Sedangkan instansi keguruan menengah dibagi menjadi 2, yaitu : sekolah keguruan menengah umum dan sekolah keguruan menengah luar biasa. Instansi pendidikan resmi lainnya di China meliputi 2 instansi, yaitu : kursus keguruan umum dan kursus keguruan untuk kejuruan.

Berikut di bawah adalah daftar nama universitas dan nilai  universitas keguruan terbaik di China :

Peringkat
Nama
Nilai
1
Beijing Normal University
A++
2
Huadong Normal University
A++
4
Huanan Normal University
A++
6
Nanjing Normal University
A++
8
Huazhong Normal University
A++
10
Dongbei Normal University
A+
11
Xibei Normal University
A+
12
Zhejiang Normal University
A+
13
Shaanxi Normal University
A+
14
Capital Normal University
A+
15
Hunan Normal University
A+
16
Liaoning Normal University
A
20
Tianjin Normal University
A



*Daftar di atas adalah peringkat universitas hanya atas penilaian dari pendidikan keguruan, bukan pada pendidikan keseluruhannya.



c.    Perkembangan dan Prospek

Menurut keadaan dan situasi pendidikan di China pada saat ini dan juga melihat situasi perkembangan dan iklim dari perkembangan pendidikan di dunia, menurut para pakar China, perkembangan dan prospek pendidikan keguruan di China akan menunjukkan kerangka sebagai berikut :

1)    Kesenjangan daerah barat dan timur akan semakin berkurang

Dikarenakan dengan luas wilayah yang besar, jumlah penduduk yang sangat padat dan juga kesenjangan yang terjadi antara daerah barat dengan daerah timur, tingkat pendidikan keguruan di setiap daerah China juga sangat berbeda. Banyak sekali kualitas pendidikan keguruan di wilayah barat yang masih di bawah rata-rata. Di kedepannya, pemerintah akan lebih berkonsentrasi untuk menyeimbangkan dan mengatasi kesenjangan ini, dan bukan lagi terus memajukan kualitas pendidikan keguruan di daerah timur dengan fokus yang seperti dulu.

2)    Metode dalam pendidikan pengajaran akan makin terbuka dan bervariasi

Metode pengajaran yang dulu diajarkan oleh China adalah meniru metode pengajaran Uni Soviet. Seiring dengan runtuhnya Uni Soviet dan menanjaknya Amerika Serikat. Metode pengajaran yang diajarkan oleh China sedikit banyak meniru metode dari Amerika Serikat. Akan tetapi, seiring dengan semakin pesatnya kemajuan yang digapai China dalam segala aspek, China mulai mengembangkan metode pengajaran yang cocok dengan budaya dan adat istiadat negara itu sendiri. Para pakar memperkirakan, metode yang digunakan untuk ke depannya akan semakin terbuka dan semakin bervariasi.

3)    Guru-guru akan semakin professional

Profesi guru adalah profesi khusus, dan dibutuhkan teori, etika moral tinggi dan keterampilan khusus untuk mengajar. Saat ini pemerintah sedang fokus dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dari para guru yang ada. Kualifikasi untuk para guru pun semakin ketat setiap tahunnya. Syarat dan ketentuan yang dibutuhkan terus meningkat, sehingga guru-guru yang mengajar benar-benar adalah guru yang memiliki tingkat kualitas dan potensi yang besar.

4)    Ideologi dan pengertian akan pendidikan terus direformasi

Sejak tahun 1960, belajar seumur hidup telah menjadi tren pendidikan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir,  integrasi China dalam teori dan praktek pendidikan guru terus dieksplorasi. Pengertian dan ideologi bahwa tamatan sarjana keguruan lebih rendah daripada sarjana biasa akan berubah. Seiring dengan banyaknya kebijakan pemerintah yang melindungi dan juga memberikan keuntungan tersendiri terhadap tamatan jurusan keguruaan, masyarakat diyakin pelan-pelan akan mulai menghargai strata dari pendidikan keguruan.

5)    Mata kuliah dan kurikulum semakin terorganisir

Dilihat dari kurikulum pendidikan, pendidikan keguruan China memiliki subyek utama dengan proporsi hanya 15%, sementara subyek pilihan melampui lebih dari 60-70% Selain itu fokus pelajaran dulunya hanya terfokus pada pendidikan ideologi dan pendidikan budaya, sedikit sekali pelajaran sains yang diperhatikan selain matematika. Kesempatan magang yang diperopleh pun dirasa sangat kurang. Hal ini pula yang menyebabkan mengapa pendidikan keguruan menjadi kehilangan pasarnya dalam beberapa tahun belakangan ini.

Pemerintah merasa perlu untuk mereformasi kurikulum pelajaran yang ada. Dengan mengikuti perkembangan zaman, pemerintah merasa harus memasukkan pelajaran sains dan teknologi agar para guru semakin mendapatkan kualifikasi yang cukup untuk menjadi seorang guru. Selain itu proporsi subyek utama pun akan semakin diperbesar, sehingga kurikulum semakin terorganisir. Nantinya mata kuliah, kurikulum akan semakin terpusat dan semakin menonjolkan kelebihan dan karakteristik pendidikan keguruan itu sendiri.

2.    Pendidikan IN SERVICE

Pendidikan In-service adalah pendidikan yang wajib dilakukan oleh setiap guru untuk mempertahankan jenjang karirnya. Lewat Pendidikan In-service pulalah, guru baru bisa mendapatkan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji. Oleh karena itu, peran yang dimainkan instansi yang mengurus in service education sangatlah besar.

Sebagai catatan, Pendidikan in-service adalah program yang wajib diambil oleh para guru. Selain itu, Para guru yang ingin mendapatkan kenaikan strata, pangkat dan kenaikan gaji, Pendidikan In-service adalah jalan satu-satunya yang dibutuhkan. Akan tetapi, terlepas guru terkait mengikuti program pendidikan in-service atau tidak, mereka tetap harus mengikuti evaluasi akhir tahun untuk mempertahankan statusnya sebagai guru.

a.    Fungsi Pendidikan In-Service

Fungsi dari pendidikan in-service di China adalah :

1. Sebagai bentuk dari evaluasi guru setiap tahun dan dalam wujud untuk mempertahankan kualifikasi seorang guru

2. Sebagai salah satu sarana dari guru untuk mendapatkan promosi pangkat

3. Sebagai salah satu sarana dari guru untuk mendapatkan promosi gaji

4. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu guru dalam upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keguruan di China.



b.    Institusi Penyelenggara

Lembaga yang menangani urusan Pendidikan In-service di China dibagi menjadi 2, yakni : instansi pembinaan guru tinggi dan instansi lainnya.Instansi pembinaan guru tinggi sendiri dibagi menjadi 23, yakni : Instansi pembinaan guru tinggi tingkat propinsi, instansi pembinaan guru tinggi tingkat kabupaten dan instansi pembinaan guru tinggi tingkat daerah. Instansi lainnya dibagi menjadi 2, yakni : pusat pembinaan guru swasta, dan self-examination center.

Seluruh lembaga tersebut mendapatkan pengakuan dari pemerintah, dan telah mendapatkan izin resmi dalam membuka kelas kurikulum dengan tujuan pembinaan guru, sehingga dari segi kualitas, instansi di atas memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggung jawabkan. Kualifikasi, kurikulum dan mata pelajaran yang diatur dalam sistematik pembinaan guru diatur oleh sekolah dengan pengawasan dari Dewan Negara di China. Beberepa lembaga bahkan memiliki program kerjasama internasional dengan cara mengirim gurunya keluar negeri untuk mengambil kredit dalam salah satu kurikulum pembinaan tersebut.

c.     Waktu dan mata kuliah

Berhubung dalam program Pendidikan In-service, para guru masih harus melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru, oleh karena itu waktu yang dipilih dalam pembinaan biasanya adalah hari Sabtu dan hari Minggu. Kredit yang akan diambil juga bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan gurunya masing-masing. Pada akhir tahun belakangan ini, pemerintah lebih banyak memberikan otonomi kepada instansi pembinaan guru dalam mengurus administratif pembinaan gurunya. Sehingga, instansi terkait juga lebih bebas dalam mengatur waktunya dengan para guru terkait waktu dan mata kuliah yang ingin diambil.

Secara keseluruhan, Mata kuliah yang harus diambil kurang lebih sama dengan mata kuliah di pre-service education, dalam pembinaan, pelajaran ideologi dan moral menjadi subyek yang paling penting. Kemudian berikutnya, disusul dengan ilmu politik, bahasa dan sastra, psikologi dan pelajaran umum lainnya. Secara keseluruhan, selain penekanan pelajaran ideologi yang menekankan teori Marxisme dan teori Maoism, kurikulum pelajaran pembinaan guru di China tidak beda jauh dengan standar internasional lainnya.



d.    Biaya pembinaan

Terkait masalah pembiyaan pembinaan para guru dalam Pendidikan In-service di China, pemerintah membagi program sebagai berikut :

1)     Program Gratis

Program gratis ini wajib diikuti oleh seluruh guru yang terdaftar resmi di lembaga pendidikan pemerintah. Setiap tahun pemerintah menetapkan kredit minimal yang harus diikuti oleh para guru menurut subyek pengajarannya masing-masing. Seluruh biaya ditanggung oleh pemeritah. Anggaran biaya program gratis ini didukung oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

2)     Program Ekstra

Program ekstra bukanlah program yang wajib diikuti oleh para guru. Biaya yang dikenakan dalam program ekstra ini juga harus dikeluarkan oleh para guru secara individu. Dalam beberapa kasus, biaya program ekstra ini kadang ditanggung oleh instansi tempat guru mengajar atau perusahaan terkait lainnya. Dengan mengikuti program ekstra, para guru akan mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam proses kenaikan strata, pangkat atau kenaikan gaji. Dalam beberapa tahun belakangan, program ekstra banyak disesuaikan dengan program keguruan internasional. Sehingga beberapa program ekstra  di China tidak sedikit yang dikaitkan dan memiliki kerja sama dengan instansi pendidikan luar negeri. Hal ini memungkinkan para guru untuk dikirim ke luar negeri dalam proses pembinaan lebih lanjut.



B.   Rekrutmen Guru

Rekrutmen guru di China resmi dilakukan oleh pemerintah, meskipun dalam pelaksanaannya pemerintah banyak memberikan otonomi kepada setiap sekolah, tetapi beberapa hal utama, seperti masalah kualifikasi dan masalah gaji masih ditangani secara langsung oleh pemerintah pusat. Berikut di bawah adalah beberapa info utama mengenai rekrutmen guru di China :

1.    KualifikasiGuru

Bagi siapapun rakyat di China yang memiliki keinginan dan niat luhur untuk menjadi seorang guru, bisa mengajukan pendaftaran tanpa terkecuali. Dengan batas umur yang ditentukan dan juga kualifikasi lainnya yang tertulis di “Teacher’s Law”. Berikut di bawah adalah infonya :

Seperti diatur dalam Teacher’s Law Pasal 11, Untuk memperoleh kualifikasi sebagai seorang guru, para calon harus memiliki catatan resmi terkait mengenai :

1)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru TK, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan TK atau tingkat di atasnya;

2)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru SD, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan tingkat dasar atau tingkat di atasnya;

3)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama, atau guru untuk kursus pengetahuan umum dan program khusus di sekolah kejuruan dasar, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan tingkat atas atau dari pendidikan keguruan dalam sistem perguruan tinggi atau universitas;

4)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah atas, atau guru untuk kursus pengetahuan umum dan program khusus di sekolah kejuruan menengah, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sebuah perguruan tinggi resmi atau dari pendidikan keguruan selama 4 tahun dalam sistem perguruan tinggi atau universitas; Adapun kualifikasi dan penetapan standar untuk menjadi guru di sekolah menengah kejuruan tingkat menengah dan atas atau sekolah teknik akan diatur oleh departemen administratif terkait di bagian pendidikan.

5)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk guru di sebuah lembaga pendidikan tinggi, calon para guru minimal harus menyelesaikan program sarjana atau program pasca sarjana mereka sesuai dengan peraturan terkait;

6)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru untuk pendidikan orang dewasa, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari lembaga pendidikan tinggi, tergantung pada tingkat dan standar dari kategori pendidikan orang dewasa terkait.

Setiap Warga yang tidak memilik catatan resmi untuk guru kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, harus mengikuti ujian kualifikasi guru untuk memperoleh kualifikasi resmi sebagai seorang guru. Sistem ujian kualifikasi guru nasional akan ditentukan oleh Dewan Negara.

Strata
Kualifikasi
Pendidikan TK
lulusan dari sekolah keguruan TK atau tingkat di atasnya
Pendidikan SD
lulusan dari sekolah keguruan tingkat dasar atau tingkat di atasnya
Pendidikan SMP
lulusan dari sekolah keguruan tingkat atas atau dari pendidikan keguruan dalam sistem perguruan tinggi atau universitas
Pendidikan SMA, SMK
lulusan dari sebuah perguruan tinggi resmi atau dari pendidikan keguruan selama 4 tahun dalam sistem perguruan tinggi atau universitas; Adapun kualifikasi dan penetapan standar untuk menjadi guru di sekolah menengah  kejuruan tingkat menengah dan atas atau sekolah teknik akan diatur oleh departemen administratif terkait di bagian pendidikan.
Pendidikan Tinggi
menyelesaikan program sarjana atau program pasca sarjana mereka sesuai dengan peraturan terkait
Pendidikan orang dewasa
lulusan dari lembaga pendidikan tinggi, tergantung pada tingkat dan standar dari kategori pendidikan orang dewasa terkait



Sementara, untuk proses registrasi, para pelamar harus mempersiapkan dan menyediakan beberapa formulir terkait di bawah ini :

  1. KTP asli beserta fotokopinya
  2. Ijasah dan gelar jurusan keguruan beserta fotokopinya;
  3. Mengisi formulir "Identifikasi moral dan ideologi individual", formulir tersebut bisa diminta dari pemerintah tingkat kecamatan.
  4. Mengisi formulir “Kualifikasi resmi guru China";
  5. Sertifikat pemeriksaan fisik asli dan fotokopi, sertifikat tersebut dikeluarkan oleh lembaga perekrutan guru pada tingkat daerah;
  6. Sertifikat kemampuan bahasa mandarin asli dan fotokopinya.

Proses rekrutmen dan kualifkasi seorang guru dilakukan setahun 2 kali, yaitu pada waktu musim semi dan musim gugur.



2.    Badan Perekrut guru

Badan yang bertanggung jawab atas perekrutan guru diatur dalam Teacher’s Law Bab III mengenai masalah kualifikasi dan ketenagakerjaan dari pasal 10 – pasal 17, di antaranya adalah sebagai di bawah berikut :

Negara akan menetapkan sistem kualifikasi bagi para guru.Semua warga negara China, yang mematuhi konstitusi dan hukum, dan memiliki minat dalam bidang pendidikan, serta memiliki karakter, ideologis dan moral yang sehat, memiliki catatan kualifikasi dari sekolah resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini atau yang telah lulus dalam ujian kualifikasi guru nasional, memiliki pendidikan dan kemampuan mengajar yang baik, dan setelah lolos kualifikasi lainnya, berhak untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru.

Setiap Warga yang tidak memilik catatan resmi untuk guru kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, harus mengikuti ujian kualifikasi guru untuk memperoleh kualifikasi resmi sebagai seorang guru. Sistem ujian kualifikasi guru nasional akan ditentukan oleh Dewan Negara.

Departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara akan bekerja melakukan langkah-langkah transisi pada kualifikasi bagi para guru yang sebelum berlakunya Undang-undang ini, telah mengajar di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, tetapi tidak memiliki catatan dari sekolah formal sebagai diatur dalam Undang-undang ini.

Kualifikasi bagi guru di sekolah dasar dan menengah harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen administrasi dari pemerintah daerah setempat atau di atas tingkat kabupaten. Kualifikasi bagi para guru di sekolah menengah kejuruan dan sekolah teknik harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen yang kompeten terkait, di bawah naungan departemen administrasi pendidikan dari pemerintah daerah stempat pada atau di atas tingkat kabupaten. Kualifikasi untuk guru reguler lembaga pendidikan tinggi harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara, atau provinsi, daerah otonom, atau kotamadya langsung di bawah Pemerintah Pusat, atau dengan sekolah yang telah disahkan oleh departemen tersebut.

Jika seorang warga negara yang memiliki catatan resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, atau yang telah lulus kualifikasi ujian nasional keguruan, meminta departemen terkait untuk mengevaluasi dan menyetujui kualifikasi bagi para guru tersebut, departemen terkait harus memberikan evaluasi dan persetujuan sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam Undang-undang ini. Para guru baru harus menjalani periode percobaan terlebih dahulu, sebelum memiliki kualifikasi resmi menjadi seorang guru.

Mereka yang telah kehilangan hak-hak politik atau sedang menjalani pidana penjara atau hukuman yang lebih berat atas kejahatan yang disengaja tidak akan diperbolehkan untuk mendapatkan kualifikasi bagi guru; dan mereka yang telah memperoleh kualifikasi untuk guru akan kehilangan kualifikasi tersebut.

Para lulusan sekolah keguruan pada berbagai tingkatan harus terlibat dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Negara. Negara harus melembagakan sistem gelar profesional bagi guru. Langkah-langkah khusus akan dikelola dan diimplementasikan oleh Dewan Negara.

Sekolah dan lembaga pendidikan lainnya secara bertahap akan menetapkan sistem pengangkatan bagi guru. Pengangkatan guru harus didasarkan pada prinsip kesetaraan antara kedua belah pihak. Sekolah dan guru akan menandatangani kontrak perjanjian yang akan mendefinisikan hak masing-masing, kewajiban dan tanggung jawab. Langkah-langkah untuk menerapkan sistem pendaftaran bagi para guru harus dirumuskan oleh departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara.



3.    Gaji dan Tunjangan guru

Gaji guru juga diatur oleh pemerintah dengan mengikuti landasan dan asas dari Teacher’s Law dari Bab VI – Bab VII, pasal 25 – pasal 34, seperti di bawah ini :

Rata-rata gaji Guru tidak akan lebih rendah atau mungkin lebih tinggi dari pegawai negeri Negara dan harus dinaikkan secara bertahap. Sebuah sistem untuk promosi dan sistematik kenaikan gaji yang teratur harus ditetapkan, dan langkah-langkah khusus itu harus dirumuskan oleh Dewan Negara.

Guru sekolah dasar, menengah dan sekolah kejuruan harus menikmati tunjangan yang sepadan dengan kontribusi waktu pengajaran mereka, dan langkah-langkah khusus itu harus dirumuskan oleh departemen administrasi pendidikan dan departemen terkait lainnya di bawah Dewan Negara.

Pemerintah daerah setempat di berbagai tingkatan harus memberikan subsidi untuk guru dan para lulusan dari sekolah menengah kejuruan atau dari sekolah teknik tinggi yang bersedia untuk terjun dan melibatkan diri dalam pendidikan dan pengajaran di daerah yang dihuni oleh etnis minoritas nasional atau di daerah terpencil dan miskin.

Pemerintah daerah setempat di berbagai tingkat dan departemen terkait di bawah Dewan Negara harus memberikan prioritas dan perlakuan istimewa untuk prosedur konstruksi, penyewaan dan penjualan rumah untuk para guru di daerah perkotaan.

Pemerintah di tingkat kabupaten dan kecamatan harus memberikan kenyamanan bagi guru sekolah dasar dan menengah di daerah pedesaan dalam memecahkan masalah tempat tinggalnya.

Guru akan menikmati perlakuan yang sama seperti pegawai negeri negara dalam perawatan medis. Mereka harus diberikan cek up kesehatan rutin dan harus menikmati izin istirahat dan penyembuhan yang diatur dalam prosedur yang seharusnya. Lembaga medis akan memberikan kemudahan dalam perawatan medis bagi para guru. Setelah pensiun atau berhenti bekerja, guru akan menikmati keuntungan materi seperti yang telah ditentukan oleh Negara.

Pemerintah setempat atau di atas tingkat kabupaten dapat meningkatkan rasio pensiun untuk pensiunan guru sekolah dasar dan menengah yang telah lama bergerak dan berkontribusi di bidang pendidikan dan pengajaran.

Pemerintah di berbagai tingkatan harus mengadopsi langkah-langkah untuk meningkatkan keuntungan material dari guru yang dibayar melalui dana setempat dan secara bertahap memastikan bahwa guru tersebut menerima upah yang sama seperti guru yang dibayar dan disubsidi oleh negara. Untuk langkah dan prosedur secara spesifik harus dirumuskan oleh pemerintah di berbagai tingkatan tergantung kepada kondisi setempat. Sedangkan, Keuntungan material dari guru di sekolah swasta akan diatur menurut ketentuan sekolah itu sendiri.

Guru yang telah memberi kontribusi dan hasil yang signifikan dalam pendidikan dan pengajaran, baik dalam pelatihan personil, dalam penelitian ilmiah, pendidikan reformasipembangunan sekolahpelayanan sosial dan pekerjaan-program studi wajib diberikan penghargaan terkait oleh sekolah-sekolah yang memperkerjakan mereka. Guru yang telah membuat kontribusi yang signifikan harus diberikan penghargaan tertentu oleh pemerintah setempat di berbagai tingkatan dan departemen terkait di bawah mereka yang diatur oleh dewan negara. Guru yang telah membuat kontribusi yang besar harus diberikan gelar kehormatan sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Negara.

Negara harus mendorong dan mendukung baik individu maupun organisasi-organisasi sosial untuk mendonasikan uang kepada yayasan yang didirikan menurut. Dana dari yayasan ini nantinya akan disumbangkan terhadap para guru sebagai bentuk penghargaan.

Dikarenakan kondisi kemajuan pendidikan di China yang beraneka ragam dan juga tingkat kesenjangan yang tinggi, oleh karena itu gaji guru pun sangat bervariasi untuk setiap daerah. Dalam beberapa tahun belakangan ini, pemerintah terus meningkatkan gaji dan tarif hidup guru seiring dengan kemajuan perkembangan ekonomi di negaranya. Khususnya, untuk guru yang rela untuk mengajar di daerah barat, tunjangan yang diberikan juga semakin besar setiap tahunnya.



4.    Pangkat dan Karir guru

Berikut di bawah adalah jenjang karir dan pangkat guru untuk setiap levelnya masing-masing :

Pangkat guru untuk pendidikan TK (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :

a)    Guru pendidikan dasar grade 3

b)    Guru pendidikan dasar grade 2

c)    Guru pendidikan dasar grade 1 (sekretaris)

d)    Guru pendidikan dasar tingkat tinggi

e)    Guru pendidikan menengah tingkat dasar

f)     Guru pendidikan dasar special

Pangkat guru untuk pendidikan SD (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :

a)    Guru pendidikan SD biasa

b)    Guru pendidikan SD grade 2

c)    Guru pendidikan SD grade 1

d)    Guru pendidikan SD tingkat tinggi

e)    Guru pendidikan menengah tingkat menengah

f)     Guru pendidikan SD special

Pangkat guru untuk pendidikan menengah kejuruan (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :

a)    Guru pendidikan SMK biasa

b)    Asisten guru pendidikan SMK

c)    Guru pendidikan SMK tingkat tinggi

d)    Guru pendidikan SMK spesial

Pangkat guru untuk pendidikan SMP (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :

a)    Guru pendidikan menengah biasa

b)    Guru pendidikan menengah grade 2

c)    Guru pendidikan menengah grade 1

d)    Guru pendidikan menengah tingkat tinggi

e)    Guru pendidikan menengah tingkat sekretaris

f)     Guru pendidikan menengah special

Pangkat guru untuk pendidikan tinggi/universitas (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :

a)    Asisten dosen

b)    Lecturer

c)    Associate Professor

d)    Professor

Untuk dapat naik pangkat, setiap guru harus memenuhi kredit tertentu terlebih dahulu, kredit tersebut dapat diperoleh melalui banyak jalur. Di antaranya adalah melalui : pengalaman selama mengajar, nilai tinggi dalam evaluasi sekolah, lolos dalam ujian kenaikan pangkat dan juga keikutsertaan akan pembinaan guru. Biasanya untuk dapat naik satu pangkat, seorang guru memerlukan paling sedikit 2 tahun, dan bisa mencapai 5 tahun untuk tingkat tertentu.

Sekolah atau lembaga pendidikan lainnya harus melakukan penilaian terhadap kesadaran politik para guru dan tingkat ideologis, tingkat profesionalitas, etos kerja dan performa mereka. Departemen administrasi pendidikan akan membimbing dan mengawasi pekerjaan akan penilaian untuk para guru.

Penilaian dilakukan dengan cara objektif, adil dan akurat. Dalam proses penilaian, pendapat dari guru sendiri, rekan-rekan dan siswa harus dipertimbangkan penuh. Hasil penilaian nantinya akan menjadi patokan dalam pengangkatan guru dan pembayaran imbalan serta penjatuhan hukuman yang terkait.

Dalam jenjang karir guru di China, kepala sekolah bukanlah pangkat teratas. Bagi seorang guru pada pendidikan tertentu, misalnya professor dalam pendidikan universitas, mereka tidak bisa mengalami kenaikan pangkat lagi dalam stratanya. Jika yang berkenan ingin menjadi kepala sekolah, keputusan pusat akan diambil oleh pemerintah daerah yang ditugasi oleh pemerintah dalam menangani instansi pendidikan terkait.



C.   Pengembangan Profesi Guru

Guru adalah kekuatan utama perubahan pendidikan yang signifikan dan peran aktif dalam reformasi kurikulum. Dalam memfasilitasi dan melaksanakan kurikulum berpusat pada peserta didik dan proses belajar-mengajar, peran guru tidak berkurang, tetapi diintensifkan dalam bentuk yang berbeda.

Salah satu tujuan dari pelaksanaan kurikulum di China adalah "untuk mengubah implementasi kurikulum dari over-penekanan pada pembelajaran reseptif, dari menghafal dan pengulangan ke bentuk siswa berpartisipasi aktif, praktikum termotivasi ke mengalami sendiri, dan mengembangkan peserta didik dalam hal mengumpulkan dan pengolahan informasi, memperoleh pengetahuan baru, pemecahan masalah dan komunikasi-kerjasama ".

Sementara itu perubahan dalam "proses belajar mengajar" menjadi fokus dari kurikulum, dimana guru diberi mandat untuk memfasilitasi pembelajaran aktif dan mandiri, untuk berinteraksi secara aktif dengan murid dan berkembang seiring dengan mereka, untuk menghormati kepribadian murid dan perbedaan individu dalam pertemuan kebutuhan belajar mereka beragam, untuk menciptakan lingkungan pendidikan bagi partisipasi aktif peserta didik dan kedua sikap dan kapasitas dalam menerapkan pengetahuan yang dipelajari, dan akhirnya untuk memungkinkan setiap peserta didik untuk mengembangkan / potensi nya sebagai manusia seutuhnya.

Dalam mencapai tujuan-tujuan kurikulum dimaksudkan, guru diharapkan menjadi peserta aktif selama proses perubahan kurikulum, menjadi penyambung lidah dari filosofi dan prinsip-prinsip kurikulum dimaksudkan, untuk menjadi pelaksana yang efektif dalam perubahan kurikulum yang direncanakan, dan menjadi evaluator prestasi peserta didik.

Guru juga berkewajiban untuk menerapkan teknologi informasi sebagai alat pembelajaran yang kuat dan mengintegrasikan mereka dengan pedagogi dalam proses belajar mengajar untuk perubahan dalam isi pengajaran, gaya belajar dan interaksi guru-murid.

Pelatihan dan pengembangan profesional guru dengan demikian telah menjadi prasyarat dan kata kunci dalam proses pelaksanaan kurikulum. Praktek-praktek inovatif yang sukses dalam membangun kapasitas guru untuk pelaksanaan kurikulum telah meliputi:

1.    Pelatihan guru di tingkat lokal dan nasional

Kementerian Pendidikan membuat kebijakan yaitu seorang guru harus melalui pelatihan sebelum menduduki jabatannya atau pekerjaan, dan tanpa melalui pelatihan yang dibutuhkan guru tidak diperkenankan menduduki jabatannya atau pekerjaan.

2.    Mengembangkan sistem kelembagaan berbasis Sekolah Berbasis Proyek Pengajaran-Penelitian (School-based research-teaching),

Sistem kelembagaan ini telah memainkan peran besar dalam membimbing guru untuk refleksi diri pada praktek pengajaran mereka, untuk memecahkan masalah melalui penelitian tindakan, dan untuk pengembangan guru melalui pembelajaran profesional.

Penelitian tindakan berbasis sekolah guru bertujuan untuk membuat lembaga pusat praktek guru profesional dan perubahan kurikulum. Melalui upaya individu maupun kolektif, penelitian berbasis sekolah telah menyebabkan perubahan besar dan perbaikan dalam pelaksanaan kurikulum, pengembangan profesi guru, dan rekonstruksi budaya sekolah seperti:

  1. mengubah kehidupan profesional guru;
  2. meningkatkan hubungan guru-mitra;
  3. mengubah budaya sekolah dan etos kerja dari berpusat ke guru menjadi berpusat ke  siswa, dan
  4. mengubah struktur organisasi sekolah untuk membuat sekolah sebagai sebuah organisasi yang benar-benar belajar dan menjadi komunitas belajar

.

3.    Pengorganisasian Jaringan Penelitian Guru berbasis Internet dan Pelatihan Jarak jauh

Dalam memanfaatkan potensi besar teknologi informasi-komunikasi sebagai alat belajar mengajar, sebagai sumber daya pendidikan, dan sebagai alat perubahan pendidikan, pemerintah China melakukan investasi besar dalam menerapkan Sekolah Pedesaan Jarak jauh modern dengan total investasi sePEMBINAAN PROFESI GURU CHINA
Oleh: Chaerun Anwar


A.   Kondisi Pendidikan Keguruan Di China
Di negeri China guru atau para pengajar mendapat tempat yang penting sekali dalam penghidupan. Dengan mendapatkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, membuat sistem pendidikan keguruan di China meningkat. Budaya Confisius sendiri berperan penting dalam membentuk karakteristik orang China yang menghormati akan para guru. Sehingga para guru tidak ayal mendapatkan posisi dan strata yang penting dan mendapatkan kehormatan di negeri tirai bambu tersebut. 
Pendidikan guru adalah salah satu elemen penting dari sistem pendidikan sosialis di China. Pendidikan guru menjadi salah satu tulang punggung dalam kemajuan pendidikan di China selama 50 tahun terakhir. Perhatian lebih telah ditunjukkan pemerintah dalam bentuk kebijakan sebagai bentuk keseriusan mereka dalam membangun kualitas dan mutu guru bertaraf internasional. China telah berhasil membangun sistematik pendidikan yang dewasa di berbagai level dan berbagai tipe untuk pendidikan keguruan. Sistem tersebut juga sangat cocok dengan situasi dan kondisi para guru di negerinya. Di China juga sudah tersedia institusi pelatihan guru dan sistematik regulasi lainnya yang bertaraf internasional.

Pendidikan guru di China ini dibagi dan dikelompokkan menjadi 2 bagian, yakni : pre-service education dan in-service training. Di antaranya untuk pre-service training, Program 4 tahun di institusi pelatihan guru termasuk di dalamnya adalah program universitas keguruan dan institute. Program 3 tahun termasuk di dalamnya adalah program training colleges dan Sekolah pelatihan guru menengah. Instansi pendidikan ini memberikan pelatihan yang layak terhadap guru-guru untuk level-level sekolah Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruaan, Universitas dan yang lainnya. In-service training  juga menyediakan instansi khusus untuk pelatihan guru-guru di pendidikan sekolah.

Program pelatihan para guru juga mendapat ruang khusus dalam perhatian dan konsentrasi pemerintah. Banyaknya program-program yang disediakan, seperti : TV Program, Kelas Malam, Ujian Online dan masih banyak lagi merupakan sebagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan mutu guru-guru di negerinya.

Berikut di bawah adalah data statistik yang didapat pada tahun 2013 mengenai instansi keguruan di China :






Jumlah Instansi
Rekrutmen
Murid Baru
Murid yang lulus
Jumlah Guru
Institut atau Universitas keguruan
229
693.600
251.100
196.800
76.600
Instansi keguruan menegah
875
921.100
319.300
3.058.000
6.340
Instansi pendidikan resmi lainnya
190
212.000
82.200
66.200
18.700
Pusat pembinaan guru
2.087
371.000
121.600
168.200
46.300
Sumber : www.edu.cn


Dan melalui reformasi yang terus digalang oleh pemerintah China, kualitas dan mutu pendidikan keguruan di China terus meningkat setiap tahun. Tercatat dari tahun 1999 sampai tahun 2013, jumlah institut atau universitas keguruan di China meningkat dari 87 instansi menjadi 94 instansi, sedangkan sekolah spesialis keguruan dikurangi dan digabung dari 110 menjadi 48 instansi saja. Tamatan dari pendidikan keguruan ini juga meningkat jumlahnya, dari 53 ribu di tahun 1999 menjadi 240 ribu di tahun 2013.

Jumlah guru yang meningkat secara signifikan dari tahun 1996 ke tahun 2013 juga menjadi salah satu tolak ukur akan kemajuan kualitas, mutu dan juga minat rakyat China terhadap pendidikan keguruan. Total guru di China pada tahun 2013 berjumlah 10,4 juta orang. Di antaranya, guru sekolah dasar berjumlah 5 juta orang, guru sekolah menengah pertama berjumlah 3,4 juta orang dan guru sekolah menengah atas berjumlah 1,3 juta orang.

1.    Pendidikan PRE-SERVICE
Pendidikan pre-service modern di China dimulai pada tahun 1952, ketika PKC mulai mereformasi sistematik pendidikan keguruan di China untuk pertama kalinya. Selain itu pemerintah juga mengadakan kursus pelatihan untuk guru-guru secara besar-besaran.  Reformasi untuk sistematik pendidikan keguruan tercatat dilakukan pemerintah China sebanyak 4 kali, yaitu : tahun 1952, 1960, 1976 dan yang terakhir adalah tahun 1980.
Pada tahun 1952, pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan pre-service dalam bentuk draft resmi untuk yang pertama kalinya, di dalamnya termasuk juga ringkasan dari mata pelajaran yang harus diikuti, jumlah murid, jurusan yang dibuka dan hal-hal administratif lainnya.
Pada tahun 1960 – 1978, revolusi budaya agung menghancurkan sistematik pendidikan China saat itu. UMPTC singkatan dari Ujian Masuk Perguruan Tinggi China diberhentikan, program kuliah juga dihentikan, dan segenap warga diajak terjun ke kancah politik untuk merevisi ideologi mereka saat itu. Dunia pendidikan China memasuki era paling suram semenjak era Republik.
Pada tahun 1978, barulah sistem UMPTC dipulihkan, dan pendidikan modern China yang sempat berhenti selama kurun waktu nyaris 20 tahun kembali bergulir kembali. Lewat reformasi yang digalakkan oleh Deng Xiaoping, China memgeluarkan kebijakan pengembangan pendidikan menuju era pendidikan modern dalam upayanya mengejar ketinggalan dari negara barat. Pada tahun 2008, Chairman Hu Jintao menetapkan moto “pengembangan pendidikan berkelanjutan” yang mengajak China untuk  berkonsentrasi membenahi pendidikan dalam upaya untuk memajukan bangsa. Jumlah murid pun terus bertambah setiap tahunnya.
a.    Mata Kuliah
Pada tahun 1980, pemerintah mengumumkan reformasi untuk mata kuliah yang akaan diangkat dalam program pre-service education, reformasi tersebut memiliki ketentuan sebagai berikut :
-          Seluruh sistematik materi pelajaran pre-service education di China harus mengedepankan pendidikan ideologi, menjunjung tinggi teori Marxis dan teori Maoism serta berada di bawah garis pembangunan sosialis komunis pemerintah.
-          Masa belajar pre-service education di seluruh institut dan perguruan tinggi China adalah 3 sampai 4 tahun, tergantung dengan jurusannya masing-masing.
-          Materi pelajaran wajib dan menjadi subyek kunci dalam pre-service education, diantaranya adalah : sastra, matematika, ilmu politik dan pendidikan budaya.

b.    Lembaga Pendidikan Pre-service di China
Pendidikan Pre-service adalah pelatihan yang diwajibkan oleh pemerintah China untuk proses pelatihan dan seleksi seorang guru. Lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah dalam mengatur program Pre-service education di China dibagi menjadi 2, yaitu : institut atau universitas keguruan dan intansi pendidikan resmi lainnya. Instansi atau universitas keguruan sendiri dibagi menjadi 2, yaitu : instansi keguruan tinggi dan instansi keguruan menengah. Instansi keguruan tinggi meliputi 4 instansi, yaitu : universitas keguruan, institut atau college keguruan, sekolah keguruan untuk kejuruan, sekolah spesialis diploma keguruan dan sekolah spesialis diploma keguruan untuk kejuruan. Sedangkan instansi keguruan menengah dibagi menjadi 2, yaitu : sekolah keguruan menengah umum dan sekolah keguruan menengah luar biasa. Instansi pendidikan resmi lainnya di China meliputi 2 instansi, yaitu : kursus keguruan umum dan kursus keguruan untuk kejuruan.
Berikut di bawah adalah daftar nama universitas dan nilai  universitas keguruan terbaik di China :
Peringkat
Nama
Nilai
1
Beijing Normal University
A++
2
Huadong Normal University
A++
4
Huanan Normal University
A++
6
Nanjing Normal University
A++
8
Huazhong Normal University
A++
10
Dongbei Normal University
A+
11
Xibei Normal University
A+
12
Zhejiang Normal University
A+
13
Shaanxi Normal University
A+
14
Capital Normal University
A+
15
Hunan Normal University
A+
16
Liaoning Normal University
A
20
Tianjin Normal University
A

*Daftar di atas adalah peringkat universitas hanya atas penilaian dari pendidikan keguruan, bukan pada pendidikan keseluruhannya.

c.    Perkembangan dan Prospek
Menurut keadaan dan situasi pendidikan di China pada saat ini dan juga melihat situasi perkembangan dan iklim dari perkembangan pendidikan di dunia, menurut para pakar China, perkembangan dan prospek pendidikan keguruan di China akan menunjukkan kerangka sebagai berikut :
1)    Kesenjangan daerah barat dan timur akan semakin berkurang
Dikarenakan dengan luas wilayah yang besar, jumlah penduduk yang sangat padat dan juga kesenjangan yang terjadi antara daerah barat dengan daerah timur, tingkat pendidikan keguruan di setiap daerah China juga sangat berbeda. Banyak sekali kualitas pendidikan keguruan di wilayah barat yang masih di bawah rata-rata. Di kedepannya, pemerintah akan lebih berkonsentrasi untuk menyeimbangkan dan mengatasi kesenjangan ini, dan bukan lagi terus memajukan kualitas pendidikan keguruan di daerah timur dengan fokus yang seperti dulu.
2)    Metode dalam pendidikan pengajaran akan makin terbuka dan bervariasi
Metode pengajaran yang dulu diajarkan oleh China adalah meniru metode pengajaran Uni Soviet. Seiring dengan runtuhnya Uni Soviet dan menanjaknya Amerika Serikat. Metode pengajaran yang diajarkan oleh China sedikit banyak meniru metode dari Amerika Serikat. Akan tetapi, seiring dengan semakin pesatnya kemajuan yang digapai China dalam segala aspek, China mulai mengembangkan metode pengajaran yang cocok dengan budaya dan adat istiadat negara itu sendiri. Para pakar memperkirakan, metode yang digunakan untuk ke depannya akan semakin terbuka dan semakin bervariasi.
3)    Guru-guru akan semakin professional
Profesi guru adalah profesi khusus, dan dibutuhkan teori, etika moral tinggi dan keterampilan khusus untuk mengajar. Saat ini pemerintah sedang fokus dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dari para guru yang ada. Kualifikasi untuk para guru pun semakin ketat setiap tahunnya. Syarat dan ketentuan yang dibutuhkan terus meningkat, sehingga guru-guru yang mengajar benar-benar adalah guru yang memiliki tingkat kualitas dan potensi yang besar.
4)    Ideologi dan pengertian akan pendidikan terus direformasi
Sejak tahun 1960, belajar seumur hidup telah menjadi tren pendidikan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir,  integrasi China dalam teori dan praktek pendidikan guru terus dieksplorasi. Pengertian dan ideologi bahwa tamatan sarjana keguruan lebih rendah daripada sarjana biasa akan berubah. Seiring dengan banyaknya kebijakan pemerintah yang melindungi dan juga memberikan keuntungan tersendiri terhadap tamatan jurusan keguruaan, masyarakat diyakin pelan-pelan akan mulai menghargai strata dari pendidikan keguruan.
5)    Mata kuliah dan kurikulum semakin terorganisir
Dilihat dari kurikulum pendidikan, pendidikan keguruan China memiliki subyek utama dengan proporsi hanya 15%, sementara subyek pilihan melampui lebih dari 60-70% Selain itu fokus pelajaran dulunya hanya terfokus pada pendidikan ideologi dan pendidikan budaya, sedikit sekali pelajaran sains yang diperhatikan selain matematika. Kesempatan magang yang diperopleh pun dirasa sangat kurang. Hal ini pula yang menyebabkan mengapa pendidikan keguruan menjadi kehilangan pasarnya dalam beberapa tahun belakangan ini.
Pemerintah merasa perlu untuk mereformasi kurikulum pelajaran yang ada. Dengan mengikuti perkembangan zaman, pemerintah merasa harus memasukkan pelajaran sains dan teknologi agar para guru semakin mendapatkan kualifikasi yang cukup untuk menjadi seorang guru. Selain itu proporsi subyek utama pun akan semakin diperbesar, sehingga kurikulum semakin terorganisir. Nantinya mata kuliah, kurikulum akan semakin terpusat dan semakin menonjolkan kelebihan dan karakteristik pendidikan keguruan itu sendiri.
2.    Pendidikan IN SERVICE
Pendidikan In-service adalah pendidikan yang wajib dilakukan oleh setiap guru untuk mempertahankan jenjang karirnya. Lewat Pendidikan In-service pulalah, guru baru bisa mendapatkan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji. Oleh karena itu, peran yang dimainkan instansi yang mengurus in service education sangatlah besar.
Sebagai catatan, Pendidikan in-service adalah program yang wajib diambil oleh para guru. Selain itu, Para guru yang ingin mendapatkan kenaikan strata, pangkat dan kenaikan gaji, Pendidikan In-service adalah jalan satu-satunya yang dibutuhkan. Akan tetapi, terlepas guru terkait mengikuti program pendidikan in-service atau tidak, mereka tetap harus mengikuti evaluasi akhir tahun untuk mempertahankan statusnya sebagai guru.
a.    Fungsi Pendidikan In-Service
Fungsi dari pendidikan in-service di China adalah :
1. Sebagai bentuk dari evaluasi guru setiap tahun dan dalam wujud untuk mempertahankan kualifikasi seorang guru
2. Sebagai salah satu sarana dari guru untuk mendapatkan promosi pangkat
3. Sebagai salah satu sarana dari guru untuk mendapatkan promosi gaji
4. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu guru dalam upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keguruan di China.

b.    Institusi Penyelenggara
Lembaga yang menangani urusan Pendidikan In-service di China dibagi menjadi 2, yakni : instansi pembinaan guru tinggi dan instansi lainnya.Instansi pembinaan guru tinggi sendiri dibagi menjadi 23, yakni : Instansi pembinaan guru tinggi tingkat propinsi, instansi pembinaan guru tinggi tingkat kabupaten dan instansi pembinaan guru tinggi tingkat daerah. Instansi lainnya dibagi menjadi 2, yakni : pusat pembinaan guru swasta, dan self-examination center.
Seluruh lembaga tersebut mendapatkan pengakuan dari pemerintah, dan telah mendapatkan izin resmi dalam membuka kelas kurikulum dengan tujuan pembinaan guru, sehingga dari segi kualitas, instansi di atas memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggung jawabkan. Kualifikasi, kurikulum dan mata pelajaran yang diatur dalam sistematik pembinaan guru diatur oleh sekolah dengan pengawasan dari Dewan Negara di China. Beberepa lembaga bahkan memiliki program kerjasama internasional dengan cara mengirim gurunya keluar negeri untuk mengambil kredit dalam salah satu kurikulum pembinaan tersebut.
c.     Waktu dan mata kuliah
Berhubung dalam program Pendidikan In-service, para guru masih harus melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru, oleh karena itu waktu yang dipilih dalam pembinaan biasanya adalah hari Sabtu dan hari Minggu. Kredit yang akan diambil juga bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan gurunya masing-masing. Pada akhir tahun belakangan ini, pemerintah lebih banyak memberikan otonomi kepada instansi pembinaan guru dalam mengurus administratif pembinaan gurunya. Sehingga, instansi terkait juga lebih bebas dalam mengatur waktunya dengan para guru terkait waktu dan mata kuliah yang ingin diambil.
Secara keseluruhan, Mata kuliah yang harus diambil kurang lebih sama dengan mata kuliah di pre-service education, dalam pembinaan, pelajaran ideologi dan moral menjadi subyek yang paling penting. Kemudian berikutnya, disusul dengan ilmu politik, bahasa dan sastra, psikologi dan pelajaran umum lainnya. Secara keseluruhan, selain penekanan pelajaran ideologi yang menekankan teori Marxisme dan teori Maoism, kurikulum pelajaran pembinaan guru di China tidak beda jauh dengan standar internasional lainnya.

d.    Biaya pembinaan
Terkait masalah pembiyaan pembinaan para guru dalam Pendidikan In-service di China, pemerintah membagi program sebagai berikut :
1)     Program Gratis
Program gratis ini wajib diikuti oleh seluruh guru yang terdaftar resmi di lembaga pendidikan pemerintah. Setiap tahun pemerintah menetapkan kredit minimal yang harus diikuti oleh para guru menurut subyek pengajarannya masing-masing. Seluruh biaya ditanggung oleh pemeritah. Anggaran biaya program gratis ini didukung oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
2)     Program Ekstra
Program ekstra bukanlah program yang wajib diikuti oleh para guru. Biaya yang dikenakan dalam program ekstra ini juga harus dikeluarkan oleh para guru secara individu. Dalam beberapa kasus, biaya program ekstra ini kadang ditanggung oleh instansi tempat guru mengajar atau perusahaan terkait lainnya. Dengan mengikuti program ekstra, para guru akan mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam proses kenaikan strata, pangkat atau kenaikan gaji. Dalam beberapa tahun belakangan, program ekstra banyak disesuaikan dengan program keguruan internasional. Sehingga beberapa program ekstra  di China tidak sedikit yang dikaitkan dan memiliki kerja sama dengan instansi pendidikan luar negeri. Hal ini memungkinkan para guru untuk dikirim ke luar negeri dalam proses pembinaan lebih lanjut.

B.   Rekrutmen Guru
Rekrutmen guru di China resmi dilakukan oleh pemerintah, meskipun dalam pelaksanaannya pemerintah banyak memberikan otonomi kepada setiap sekolah, tetapi beberapa hal utama, seperti masalah kualifikasi dan masalah gaji masih ditangani secara langsung oleh pemerintah pusat. Berikut di bawah adalah beberapa info utama mengenai rekrutmen guru di China :
1.    KualifikasiGuru
Bagi siapapun rakyat di China yang memiliki keinginan dan niat luhur untuk menjadi seorang guru, bisa mengajukan pendaftaran tanpa terkecuali. Dengan batas umur yang ditentukan dan juga kualifikasi lainnya yang tertulis di “Teacher’s Law”. Berikut di bawah adalah infonya :
Seperti diatur dalam Teacher’s Law Pasal 11, Untuk memperoleh kualifikasi sebagai seorang guru, para calon harus memiliki catatan resmi terkait mengenai :
1)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru TK, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan TK atau tingkat di atasnya;
2)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru SD, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan tingkat dasar atau tingkat di atasnya;
3)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama, atau guru untuk kursus pengetahuan umum dan program khusus di sekolah kejuruan dasar, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan tingkat atas atau dari pendidikan keguruan dalam sistem perguruan tinggi atau universitas;
4)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah atas, atau guru untuk kursus pengetahuan umum dan program khusus di sekolah kejuruan menengah, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sebuah perguruan tinggi resmi atau dari pendidikan keguruan selama 4 tahun dalam sistem perguruan tinggi atau universitas; Adapun kualifikasi dan penetapan standar untuk menjadi guru di sekolah menengah kejuruan tingkat menengah dan atas atau sekolah teknik akan diatur oleh departemen administratif terkait di bagian pendidikan.
5)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk guru di sebuah lembaga pendidikan tinggi, calon para guru minimal harus menyelesaikan program sarjana atau program pasca sarjana mereka sesuai dengan peraturan terkait;
6)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru untuk pendidikan orang dewasa, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari lembaga pendidikan tinggi, tergantung pada tingkat dan standar dari kategori pendidikan orang dewasa terkait.
Setiap Warga yang tidak memilik catatan resmi untuk guru kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, harus mengikuti ujian kualifikasi guru untuk memperoleh kualifikasi resmi sebagai seorang guru. Sistem ujian kualifikasi guru nasional akan ditentukan oleh Dewan Negara.
Strata
Kualifikasi
Pendidikan TK
lulusan dari sekolah keguruan TK atau tingkat di atasnya
Pendidikan SD
lulusan dari sekolah keguruan tingkat dasar atau tingkat di atasnya
Pendidikan SMP
lulusan dari sekolah keguruan tingkat atas atau dari pendidikan keguruan dalam sistem perguruan tinggi atau universitas
Pendidikan SMA, SMK
lulusan dari sebuah perguruan tinggi resmi atau dari pendidikan keguruan selama 4 tahun dalam sistem perguruan tinggi atau universitas; Adapun kualifikasi dan penetapan standar untuk menjadi guru di sekolah menengah  kejuruan tingkat menengah dan atas atau sekolah teknik akan diatur oleh departemen administratif terkait di bagian pendidikan.
Pendidikan Tinggi
menyelesaikan program sarjana atau program pasca sarjana mereka sesuai dengan peraturan terkait
Pendidikan orang dewasa
lulusan dari lembaga pendidikan tinggi, tergantung pada tingkat dan standar dari kategori pendidikan orang dewasa terkait

Sementara, untuk proses registrasi, para pelamar harus mempersiapkan dan menyediakan beberapa formulir terkait di bawah ini :
  1. KTP asli beserta fotokopinya
  2. Ijasah dan gelar jurusan keguruan beserta fotokopinya;
  3. Mengisi formulir "Identifikasi moral dan ideologi individual", formulir tersebut bisa diminta dari pemerintah tingkat kecamatan.
  4. Mengisi formulir “Kualifikasi resmi guru China";
  5. Sertifikat pemeriksaan fisik asli dan fotokopi, sertifikat tersebut dikeluarkan oleh lembaga perekrutan guru pada tingkat daerah;
  6. Sertifikat kemampuan bahasa mandarin asli dan fotokopinya.
Proses rekrutmen dan kualifkasi seorang guru dilakukan setahun 2 kali, yaitu pada waktu musim semi dan musim gugur.

2.    Badan Perekrut guru
Badan yang bertanggung jawab atas perekrutan guru diatur dalam Teacher’s Law Bab III mengenai masalah kualifikasi dan ketenagakerjaan dari pasal 10 – pasal 17, di antaranya adalah sebagai di bawah berikut :
Negara akan menetapkan sistem kualifikasi bagi para guru.Semua warga negara China, yang mematuhi konstitusi dan hukum, dan memiliki minat dalam bidang pendidikan, serta memiliki karakter, ideologis dan moral yang sehat, memiliki catatan kualifikasi dari sekolah resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini atau yang telah lulus dalam ujian kualifikasi guru nasional, memiliki pendidikan dan kemampuan mengajar yang baik, dan setelah lolos kualifikasi lainnya, berhak untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru.
Setiap Warga yang tidak memilik catatan resmi untuk guru kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, harus mengikuti ujian kualifikasi guru untuk memperoleh kualifikasi resmi sebagai seorang guru. Sistem ujian kualifikasi guru nasional akan ditentukan oleh Dewan Negara.
Departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara akan bekerja melakukan langkah-langkah transisi pada kualifikasi bagi para guru yang sebelum berlakunya Undang-undang ini, telah mengajar di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, tetapi tidak memiliki catatan dari sekolah formal sebagai diatur dalam Undang-undang ini.
Kualifikasi bagi guru di sekolah dasar dan menengah harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen administrasi dari pemerintah daerah setempat atau di atas tingkat kabupaten. Kualifikasi bagi para guru di sekolah menengah kejuruan dan sekolah teknik harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen yang kompeten terkait, di bawah naungan departemen administrasi pendidikan dari pemerintah daerah stempat pada atau di atas tingkat kabupaten. Kualifikasi untuk guru reguler lembaga pendidikan tinggi harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara, atau provinsi, daerah otonom, atau kotamadya langsung di bawah Pemerintah Pusat, atau dengan sekolah yang telah disahkan oleh departemen tersebut.
Jika seorang warga negara yang memiliki catatan resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, atau yang telah lulus kualifikasi ujian nasional keguruan, meminta departemen terkait untuk mengevaluasi dan menyetujui kualifikasi bagi para guru tersebut, departemen terkait harus memberikan evaluasi dan persetujuan sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam Undang-undang ini. Para guru baru harus menjalani periode percobaan terlebih dahulu, sebelum memiliki kualifikasi resmi menjadi seorang guru.
Mereka yang telah kehilangan hak-hak politik atau sedang menjalani pidana penjara atau hukuman yang lebih berat atas kejahatan yang disengaja tidak akan diperbolehkan untuk mendapatkan kualifikasi bagi guru; dan mereka yang telah memperoleh kualifikasi untuk guru akan kehilangan kualifikasi tersebut.
Para lulusan sekolah keguruan pada berbagai tingkatan harus terlibat dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Negara. Negara harus melembagakan sistem gelar profesional bagi guru. Langkah-langkah khusus akan dikelola dan diimplementasikan oleh Dewan Negara.
Sekolah dan lembaga pendidikan lainnya secara bertahap akan menetapkan sistem pengangkatan bagi guru. Pengangkatan guru harus didasarkan pada prinsip kesetaraan antara kedua belah pihak. Sekolah dan guru akan menandatangani kontrak perjanjian yang akan mendefinisikan hak masing-masing, kewajiban dan tanggung jawab. Langkah-langkah untuk menerapkan sistem pendaftaran bagi para guru harus dirumuskan oleh departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara.

3.    Gaji dan Tunjangan guru
Gaji guru juga diatur oleh pemerintah dengan mengikuti landasan dan asas dari Teacher’s Law dari Bab VI – Bab VII, pasal 25 – pasal 34, seperti di bawah ini :
Rata-rata gaji Guru tidak akan lebih rendah atau mungkin lebih tinggi dari pegawai negeri Negara dan harus dinaikkan secara bertahap. Sebuah sistem untuk promosi dan sistematik kenaikan gaji yang teratur harus ditetapkan, dan langkah-langkah khusus itu harus dirumuskan oleh Dewan Negara.
Guru sekolah dasar, menengah dan sekolah kejuruan harus menikmati tunjangan yang sepadan dengan kontribusi waktu pengajaran mereka, dan langkah-langkah khusus itu harus dirumuskan oleh departemen administrasi pendidikan dan departemen terkait lainnya di bawah Dewan Negara.
Pemerintah daerah setempat di berbagai tingkatan harus memberikan subsidi untuk guru dan para lulusan dari sekolah menengah kejuruan atau dari sekolah teknik tinggi yang bersedia untuk terjun dan melibatkan diri dalam pendidikan dan pengajaran di daerah yang dihuni oleh etnis minoritas nasional atau di daerah terpencil dan miskin.

Pemerintah daerah setempat di berbagai tingkat dan departemen terkait di bawah Dewan Negara harus memberikan prioritas dan perlakuan istimewa untuk prosedur konstruksi, penyewaan dan penjualan rumah untuk para guru di daerah perkotaan.

Pemerintah di tingkat kabupaten dan kecamatan harus memberikan kenyamanan bagi guru sekolah dasar dan menengah di daerah pedesaan dalam memecahkan masalah tempat tinggalnya.
Guru akan menikmati perlakuan yang sama seperti pegawai negeri negara dalam perawatan medis. Mereka harus diberikan cek up kesehatan rutin dan harus menikmati izin istirahat dan penyembuhan yang diatur dalam prosedur yang seharusnya. Lembaga medis akan memberikan kemudahan dalam perawatan medis bagi para guru. Setelah pensiun atau berhenti bekerja, guru akan menikmati keuntungan materi seperti yang telah ditentukan oleh Negara.
Pemerintah setempat atau di atas tingkat kabupaten dapat meningkatkan rasio pensiun untuk pensiunan guru sekolah dasar dan menengah yang telah lama bergerak dan berkontribusi di bidang pendidikan dan pengajaran.
Pemerintah di berbagai tingkatan harus mengadopsi langkah-langkah untuk meningkatkan keuntungan material dari guru yang dibayar melalui dana setempat dan secara bertahap memastikan bahwa guru tersebut menerima upah yang sama seperti guru yang dibayar dan disubsidi oleh negara. Untuk langkah dan prosedur secara spesifik harus dirumuskan oleh pemerintah di berbagai tingkatan tergantung kepada kondisi setempat. Sedangkan, Keuntungan material dari guru di sekolah swasta akan diatur menurut ketentuan sekolah itu sendiri.
Guru yang telah memberi kontribusi dan hasil yang signifikan dalam pendidikan dan pengajaran, baik dalam pelatihan personil, dalam penelitian ilmiah, pendidikan reformasipembangunan sekolahpelayanan sosial dan pekerjaan-program studi wajib diberikan penghargaan terkait oleh sekolah-sekolah yang memperkerjakan mereka. Guru yang telah membuat kontribusi yang signifikan harus diberikan penghargaan tertentu oleh pemerintah setempat di berbagai tingkatan dan departemen terkait di bawah mereka yang diatur oleh dewan negara. Guru yang telah membuat kontribusi yang besar harus diberikan gelar kehormatan sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Negara.
Negara harus mendorong dan mendukung baik individu maupun organisasi-organisasi sosial untuk mendonasikan uang kepada yayasan yang didirikan menurut. Dana dari yayasan ini nantinya akan disumbangkan terhadap para guru sebagai bentuk penghargaan.
Dikarenakan kondisi kemajuan pendidikan di China yang beraneka ragam dan juga tingkat kesenjangan yang tinggi, oleh karena itu gaji guru pun sangat bervariasi untuk setiap daerah. Dalam beberapa tahun belakangan ini, pemerintah terus meningkatkan gaji dan tarif hidup guru seiring dengan kemajuan perkembangan ekonomi di negaranya. Khususnya, untuk guru yang rela untuk mengajar di daerah barat, tunjangan yang diberikan juga semakin besar setiap tahunnya.

4.    Pangkat dan Karir guru
Berikut di bawah adalah jenjang karir dan pangkat guru untuk setiap levelnya masing-masing :
Pangkat guru untuk pendidikan TK (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan dasar grade 3
b)    Guru pendidikan dasar grade 2
c)    Guru pendidikan dasar grade 1 (sekretaris)
d)    Guru pendidikan dasar tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat dasar
f)     Guru pendidikan dasar special
Pangkat guru untuk pendidikan SD (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan SD biasa
b)    Guru pendidikan SD grade 2
c)    Guru pendidikan SD grade 1
d)    Guru pendidikan SD tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat menengah
f)     Guru pendidikan SD special
Pangkat guru untuk pendidikan menengah kejuruan (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan SMK biasa
b)    Asisten guru pendidikan SMK
c)    Guru pendidikan SMK tingkat tinggi
d)    Guru pendidikan SMK spesial
Pangkat guru untuk pendidikan SMP (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan menengah biasa
b)    Guru pendidikan menengah grade 2
c)    Guru pendidikan menengah grade 1
d)    Guru pendidikan menengah tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat sekretaris
f)     Guru pendidikan menengah special
Pangkat guru untuk pendidikan tinggi/universitas (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Asisten dosen
b)    Lecturer
c)    Associate Professor
d)    Professor
Untuk dapat naik pangkat, setiap guru harus memenuhi kredit tertentu terlebih dahulu, kredit tersebut dapat diperoleh melalui banyak jalur. Di antaranya adalah melalui : pengalaman selama mengajar, nilai tinggi dalam evaluasi sekolah, lolos dalam ujian kenaikan pangkat dan juga keikutsertaan akan pembinaan guru. Biasanya untuk dapat naik satu pangkat, seorang guru memerlukan paling sedikit 2 tahun, dan bisa mencapai 5 tahun untuk tingkat tertentu.
Sekolah atau lembaga pendidikan lainnya harus melakukan penilaian terhadap kesadaran politik para guru dan tingkat ideologis, tingkat profesionalitas, etos kerja dan performa mereka. Departemen administrasi pendidikan akan membimbing dan mengawasi pekerjaan akan penilaian untuk para guru.
Penilaian dilakukan dengan cara objektif, adil dan akurat. Dalam proses penilaian, pendapat dari guru sendiri, rekan-rekan dan siswa harus dipertimbangkan penuh. Hasil penilaian nantinya akan menjadi patokan dalam pengangkatan guru dan pembayaran imbalan serta penjatuhan hukuman yang terkait.
Dalam jenjang karir guru di China, kepala sekolah bukanlah pangkat teratas. Bagi seorang guru pada pendidikan tertentu, misalnya professor dalam pendidikan universitas, mereka tidak bisa mengalami kenaikan pangkat lagi dalam stratanya. Jika yang berkenan ingin menjadi kepala sekolah, keputusan pusat akan diambil oleh pemerintah daerah yang ditugasi oleh pemerintah dalam menangani instansi pendidikan terkait.

C.   Pengembangan Profesi Guru
Guru adalah kekuatan utama perubahan pendidikan yang signifikan dan peran aktif dalam reformasi kurikulum. Dalam memfasilitasi dan melaksanakan kurikulum berpusat pada peserta didik dan proses belajar-mengajar, peran guru tidak berkurang, tetapi diintensifkan dalam bentuk yang berbeda.
Salah satu tujuan dari pelaksanaan kurikulum di China adalah "untuk mengubah implementasi kurikulum dari over-penekanan pada pembelajaran reseptif, dari menghafal dan pengulangan ke bentuk siswa berpartisipasi aktif, praktikum termotivasi ke mengalami sendiri, dan mengembangkan peserta didik dalam hal mengumpulkan dan pengolahan informasi, memperoleh pengetahuan baru, pemecahan masalah dan komunikasi-kerjasama ".
Sementara itu perubahan dalam "proses belajar mengajar" menjadi fokus dari kurikulum, dimana guru diberi mandat untuk memfasilitasi pembelajaran aktif dan mandiri, untuk berinteraksi secara aktif dengan murid dan berkembang seiring dengan mereka, untuk menghormati kepribadian murid dan perbedaan individu dalam pertemuan kebutuhan belajar mereka beragam, untuk menciptakan lingkungan pendidikan bagi partisipasi aktif peserta didik dan kedua sikap dan kapasitas dalam menerapkan pengetahuan yang dipelajari, dan akhirnya untuk memungkinkan setiap peserta didik untuk mengembangkan / potensi nya sebagai manusia seutuhnya.
Dalam mencapai tujuan-tujuan kurikulum dimaksudkan, guru diharapkan menjadi peserta aktif selama proses perubahan kurikulum, menjadi penyambung lidah dari filosofi dan prinsip-prinsip kurikulum dimaksudkan, untuk menjadi pelaksana yang efektif dalam perubahan kurikulum yang direncanakan, dan menjadi evaluator prestasi peserta didik.
Guru juga berkewajiban untuk menerapkan teknologi informasi sebagai alat pembelajaran yang kuat dan mengintegrasikan mereka dengan pedagogi dalam proses belajar mengajar untuk perubahan dalam isi pengajaran, gaya belajar dan interaksi guru-murid.
Pelatihan dan pengembangan profesional guru dengan demikian telah menjadi prasyarat dan kata kunci dalam proses pelaksanaan kurikulum. Praktek-praktek inovatif yang sukses dalam membangun kapasitas guru untuk pelaksanaan kurikulum telah meliputi:
1.    Pelatihan guru di tingkat lokal dan nasional
Kementerian Pendidikan membuat kebijakan yaitu seorang guru harus melalui pelatihan sebelum menduduki jabatannya atau pekerjaan, dan tanpa melalui pelatihan yang dibutuhkan guru tidak diperkenankan menduduki jabatannya atau pekerjaan.
2.    Mengembangkan sistem kelembagaan berbasis Sekolah Berbasis Proyek Pengajaran-Penelitian (School-based research-teaching),
Sistem kelembagaan ini telah memainkan peran besar dalam membimbing guru untuk refleksi diri pada praktek pengajaran mereka, untuk memecahkan masalah melalui penelitian tindakan, dan untuk pengembangan guru melalui pembelajaran profesional.
Penelitian tindakan berbasis sekolah guru bertujuan untuk membuat lembaga pusat praktek guru profesional dan perubahan kurikulum. Melalui upaya individu maupun kolektif, penelitian berbasis sekolah telah menyebabkan perubahan besar dan perbaikan dalam pelaksanaan kurikulum, pengembangan profesi guru, dan rekonstruksi budaya sekolah seperti:
  1. mengubah kehidupan profesional guru;
  2. meningkatkan hubungan guru-mitra;
  3. mengubah budaya sekolah dan etos kerja dari berpusat ke guru menjadi berpusat ke  siswa, dan
  4. mengubah struktur organisasi sekolah untuk membuat sekolah sebagai sebuah organisasi yang benar-benar belajar dan menjadi komunitas belajar
.
3.    Pengorganisasian Jaringan Penelitian Guru berbasis Internet dan Pelatihan Jarak jauh
Dalam memanfaatkan potensi besar teknologi informasi-komunikasi sebagai alat belajar mengajar, sebagai sumber daya pendidikan, dan sebagai alat perubahan pendidikan, pemerintah China melakukan investasi besar dalam menerapkan Sekolah Pedesaan Jarak jauh modern dengan total investasi sebesar satu miliar Yuan RMB (setara dengan lebih dari USD $ 14.000.000) untuk melengkapi 6 sekolah pedesaan dengan CD pembelajaran, pengajaran sistem satelit, dan ruang komputer, sehingga memberikan sumbangan bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. Selain menggunakan peralatan canggih untuk melakukan pendidikan dan pelatihan jarak jauh guru berbasis internet kementerian Pendidikan juga melalui pusat Kurikulum Pendidikan Dasar mengembangkan Textbook berbasis web gratis dalam membimbing guru dalam pengembangan profesional guru.
Lokakarya Pelatihan Jarak jauh  menfasilitasi pendistribusian sumber belajar sesuai kurikulum, melalui on-line modul presentasi dan interaksi off-line untuk dialog dan diskusi serta tukar menukar rencana pelajaran secara elektronik.
Internet memudahkan pelatihan guru secara online dan memberikan kesempatan pada guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Hasil dari survei kuesioner untuk evaluasi Pelatihan online tersebut menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari 90%. Selama jangka pelatihan pendek yaitu 15 hari lebih dari 10.000 peserta mempublikasikan 870,000 makalah, tingkat kunjungan halaman situs web pelatihan dalam sehari melampaui 1 juta pengunjung.besar satu miliar Yuan RMB (setara dengan lebih dari USD $ 14.000.000) untuk melengkapi 6 sekolah pedesaan dengan CD pembelajaran, pengajaran sistem satelit, dan ruang komputer, sehingga memberikan sumbangan bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. Selain menggunakan peralatan canggih untuk melakukan pendidikan dan pelatihan jarak jauh guru berbasis internet kementerian Pendidikan juga melalui pusat Kurikulum Pendidikan Dasar mengembangkan Textbook berbasis web gratis dalam membimbing guru dalam pengembangan profesional guru.

Lokakarya Pelatihan Jarak jauh  menfasilitasi pendistribusian sumber belajar sesuai kurikulum, melalui on-line modul presentasi dan interaksi off-line untuk dialog dan diskusi serta tukar menukar rencana pelajaran secara elektronik.

Internet memudahkan pelatihan guru secara online dan memberikan kesempatan pada guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Hasil dari survei kuesioner untuk evaluasi Pelatihan online tersebut menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari 90%. Selama jangka pelatihan pendek yaitu 15 hari lebih dari 10.000 peserta mempublikasikan 870,000 makalah, tingkat kunjungan halaman situs web pelatihan dalam sehari melampaui 1 juta pengunjung.PEMBINAAN PROFESI GURU CHINA
Oleh: Chaerun Anwar


A.   Kondisi Pendidikan Keguruan Di China
Di negeri China guru atau para pengajar mendapat tempat yang penting sekali dalam penghidupan. Dengan mendapatkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, membuat sistem pendidikan keguruan di China meningkat. Budaya Confisius sendiri berperan penting dalam membentuk karakteristik orang China yang menghormati akan para guru. Sehingga para guru tidak ayal mendapatkan posisi dan strata yang penting dan mendapatkan kehormatan di negeri tirai bambu tersebut. 
Pendidikan guru adalah salah satu elemen penting dari sistem pendidikan sosialis di China. Pendidikan guru menjadi salah satu tulang punggung dalam kemajuan pendidikan di China selama 50 tahun terakhir. Perhatian lebih telah ditunjukkan pemerintah dalam bentuk kebijakan sebagai bentuk keseriusan mereka dalam membangun kualitas dan mutu guru bertaraf internasional. China telah berhasil membangun sistematik pendidikan yang dewasa di berbagai level dan berbagai tipe untuk pendidikan keguruan. Sistem tersebut juga sangat cocok dengan situasi dan kondisi para guru di negerinya. Di China juga sudah tersedia institusi pelatihan guru dan sistematik regulasi lainnya yang bertaraf internasional.

Pendidikan guru di China ini dibagi dan dikelompokkan menjadi 2 bagian, yakni : pre-service education dan in-service training. Di antaranya untuk pre-service training, Program 4 tahun di institusi pelatihan guru termasuk di dalamnya adalah program universitas keguruan dan institute. Program 3 tahun termasuk di dalamnya adalah program training colleges dan Sekolah pelatihan guru menengah. Instansi pendidikan ini memberikan pelatihan yang layak terhadap guru-guru untuk level-level sekolah Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruaan, Universitas dan yang lainnya. In-service training  juga menyediakan instansi khusus untuk pelatihan guru-guru di pendidikan sekolah.

Program pelatihan para guru juga mendapat ruang khusus dalam perhatian dan konsentrasi pemerintah. Banyaknya program-program yang disediakan, seperti : TV Program, Kelas Malam, Ujian Online dan masih banyak lagi merupakan sebagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan mutu guru-guru di negerinya.

Berikut di bawah adalah data statistik yang didapat pada tahun 2013 mengenai instansi keguruan di China :






Jumlah Instansi
Rekrutmen
Murid Baru
Murid yang lulus
Jumlah Guru
Institut atau Universitas keguruan
229
693.600
251.100
196.800
76.600
Instansi keguruan menegah
875
921.100
319.300
3.058.000
6.340
Instansi pendidikan resmi lainnya
190
212.000
82.200
66.200
18.700
Pusat pembinaan guru
2.087
371.000
121.600
168.200
46.300
Sumber : www.edu.cn


Dan melalui reformasi yang terus digalang oleh pemerintah China, kualitas dan mutu pendidikan keguruan di China terus meningkat setiap tahun. Tercatat dari tahun 1999 sampai tahun 2013, jumlah institut atau universitas keguruan di China meningkat dari 87 instansi menjadi 94 instansi, sedangkan sekolah spesialis keguruan dikurangi dan digabung dari 110 menjadi 48 instansi saja. Tamatan dari pendidikan keguruan ini juga meningkat jumlahnya, dari 53 ribu di tahun 1999 menjadi 240 ribu di tahun 2013.

Jumlah guru yang meningkat secara signifikan dari tahun 1996 ke tahun 2013 juga menjadi salah satu tolak ukur akan kemajuan kualitas, mutu dan juga minat rakyat China terhadap pendidikan keguruan. Total guru di China pada tahun 2013 berjumlah 10,4 juta orang. Di antaranya, guru sekolah dasar berjumlah 5 juta orang, guru sekolah menengah pertama berjumlah 3,4 juta orang dan guru sekolah menengah atas berjumlah 1,3 juta orang.

1.    Pendidikan PRE-SERVICE
Pendidikan pre-service modern di China dimulai pada tahun 1952, ketika PKC mulai mereformasi sistematik pendidikan keguruan di China untuk pertama kalinya. Selain itu pemerintah juga mengadakan kursus pelatihan untuk guru-guru secara besar-besaran.  Reformasi untuk sistematik pendidikan keguruan tercatat dilakukan pemerintah China sebanyak 4 kali, yaitu : tahun 1952, 1960, 1976 dan yang terakhir adalah tahun 1980.
Pada tahun 1952, pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan pre-service dalam bentuk draft resmi untuk yang pertama kalinya, di dalamnya termasuk juga ringkasan dari mata pelajaran yang harus diikuti, jumlah murid, jurusan yang dibuka dan hal-hal administratif lainnya.
Pada tahun 1960 – 1978, revolusi budaya agung menghancurkan sistematik pendidikan China saat itu. UMPTC singkatan dari Ujian Masuk Perguruan Tinggi China diberhentikan, program kuliah juga dihentikan, dan segenap warga diajak terjun ke kancah politik untuk merevisi ideologi mereka saat itu. Dunia pendidikan China memasuki era paling suram semenjak era Republik.
Pada tahun 1978, barulah sistem UMPTC dipulihkan, dan pendidikan modern China yang sempat berhenti selama kurun waktu nyaris 20 tahun kembali bergulir kembali. Lewat reformasi yang digalakkan oleh Deng Xiaoping, China memgeluarkan kebijakan pengembangan pendidikan menuju era pendidikan modern dalam upayanya mengejar ketinggalan dari negara barat. Pada tahun 2008, Chairman Hu Jintao menetapkan moto “pengembangan pendidikan berkelanjutan” yang mengajak China untuk  berkonsentrasi membenahi pendidikan dalam upaya untuk memajukan bangsa. Jumlah murid pun terus bertambah setiap tahunnya.
a.    Mata Kuliah
Pada tahun 1980, pemerintah mengumumkan reformasi untuk mata kuliah yang akaan diangkat dalam program pre-service education, reformasi tersebut memiliki ketentuan sebagai berikut :
-          Seluruh sistematik materi pelajaran pre-service education di China harus mengedepankan pendidikan ideologi, menjunjung tinggi teori Marxis dan teori Maoism serta berada di bawah garis pembangunan sosialis komunis pemerintah.
-          Masa belajar pre-service education di seluruh institut dan perguruan tinggi China adalah 3 sampai 4 tahun, tergantung dengan jurusannya masing-masing.
-          Materi pelajaran wajib dan menjadi subyek kunci dalam pre-service education, diantaranya adalah : sastra, matematika, ilmu politik dan pendidikan budaya.

b.    Lembaga Pendidikan Pre-service di China
Pendidikan Pre-service adalah pelatihan yang diwajibkan oleh pemerintah China untuk proses pelatihan dan seleksi seorang guru. Lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah dalam mengatur program Pre-service education di China dibagi menjadi 2, yaitu : institut atau universitas keguruan dan intansi pendidikan resmi lainnya. Instansi atau universitas keguruan sendiri dibagi menjadi 2, yaitu : instansi keguruan tinggi dan instansi keguruan menengah. Instansi keguruan tinggi meliputi 4 instansi, yaitu : universitas keguruan, institut atau college keguruan, sekolah keguruan untuk kejuruan, sekolah spesialis diploma keguruan dan sekolah spesialis diploma keguruan untuk kejuruan. Sedangkan instansi keguruan menengah dibagi menjadi 2, yaitu : sekolah keguruan menengah umum dan sekolah keguruan menengah luar biasa. Instansi pendidikan resmi lainnya di China meliputi 2 instansi, yaitu : kursus keguruan umum dan kursus keguruan untuk kejuruan.
Berikut di bawah adalah daftar nama universitas dan nilai  universitas keguruan terbaik di China :
Peringkat
Nama
Nilai
1
Beijing Normal University
A++
2
Huadong Normal University
A++
4
Huanan Normal University
A++
6
Nanjing Normal University
A++
8
Huazhong Normal University
A++
10
Dongbei Normal University
A+
11
Xibei Normal University
A+
12
Zhejiang Normal University
A+
13
Shaanxi Normal University
A+
14
Capital Normal University
A+
15
Hunan Normal University
A+
16
Liaoning Normal University
A
20
Tianjin Normal University
A

*Daftar di atas adalah peringkat universitas hanya atas penilaian dari pendidikan keguruan, bukan pada pendidikan keseluruhannya.

c.    Perkembangan dan Prospek
Menurut keadaan dan situasi pendidikan di China pada saat ini dan juga melihat situasi perkembangan dan iklim dari perkembangan pendidikan di dunia, menurut para pakar China, perkembangan dan prospek pendidikan keguruan di China akan menunjukkan kerangka sebagai berikut :
1)    Kesenjangan daerah barat dan timur akan semakin berkurang
Dikarenakan dengan luas wilayah yang besar, jumlah penduduk yang sangat padat dan juga kesenjangan yang terjadi antara daerah barat dengan daerah timur, tingkat pendidikan keguruan di setiap daerah China juga sangat berbeda. Banyak sekali kualitas pendidikan keguruan di wilayah barat yang masih di bawah rata-rata. Di kedepannya, pemerintah akan lebih berkonsentrasi untuk menyeimbangkan dan mengatasi kesenjangan ini, dan bukan lagi terus memajukan kualitas pendidikan keguruan di daerah timur dengan fokus yang seperti dulu.
2)    Metode dalam pendidikan pengajaran akan makin terbuka dan bervariasi
Metode pengajaran yang dulu diajarkan oleh China adalah meniru metode pengajaran Uni Soviet. Seiring dengan runtuhnya Uni Soviet dan menanjaknya Amerika Serikat. Metode pengajaran yang diajarkan oleh China sedikit banyak meniru metode dari Amerika Serikat. Akan tetapi, seiring dengan semakin pesatnya kemajuan yang digapai China dalam segala aspek, China mulai mengembangkan metode pengajaran yang cocok dengan budaya dan adat istiadat negara itu sendiri. Para pakar memperkirakan, metode yang digunakan untuk ke depannya akan semakin terbuka dan semakin bervariasi.
3)    Guru-guru akan semakin professional
Profesi guru adalah profesi khusus, dan dibutuhkan teori, etika moral tinggi dan keterampilan khusus untuk mengajar. Saat ini pemerintah sedang fokus dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dari para guru yang ada. Kualifikasi untuk para guru pun semakin ketat setiap tahunnya. Syarat dan ketentuan yang dibutuhkan terus meningkat, sehingga guru-guru yang mengajar benar-benar adalah guru yang memiliki tingkat kualitas dan potensi yang besar.
4)    Ideologi dan pengertian akan pendidikan terus direformasi
Sejak tahun 1960, belajar seumur hidup telah menjadi tren pendidikan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir,  integrasi China dalam teori dan praktek pendidikan guru terus dieksplorasi. Pengertian dan ideologi bahwa tamatan sarjana keguruan lebih rendah daripada sarjana biasa akan berubah. Seiring dengan banyaknya kebijakan pemerintah yang melindungi dan juga memberikan keuntungan tersendiri terhadap tamatan jurusan keguruaan, masyarakat diyakin pelan-pelan akan mulai menghargai strata dari pendidikan keguruan.
5)    Mata kuliah dan kurikulum semakin terorganisir
Dilihat dari kurikulum pendidikan, pendidikan keguruan China memiliki subyek utama dengan proporsi hanya 15%, sementara subyek pilihan melampui lebih dari 60-70% Selain itu fokus pelajaran dulunya hanya terfokus pada pendidikan ideologi dan pendidikan budaya, sedikit sekali pelajaran sains yang diperhatikan selain matematika. Kesempatan magang yang diperopleh pun dirasa sangat kurang. Hal ini pula yang menyebabkan mengapa pendidikan keguruan menjadi kehilangan pasarnya dalam beberapa tahun belakangan ini.
Pemerintah merasa perlu untuk mereformasi kurikulum pelajaran yang ada. Dengan mengikuti perkembangan zaman, pemerintah merasa harus memasukkan pelajaran sains dan teknologi agar para guru semakin mendapatkan kualifikasi yang cukup untuk menjadi seorang guru. Selain itu proporsi subyek utama pun akan semakin diperbesar, sehingga kurikulum semakin terorganisir. Nantinya mata kuliah, kurikulum akan semakin terpusat dan semakin menonjolkan kelebihan dan karakteristik pendidikan keguruan itu sendiri.
2.    Pendidikan IN SERVICE
Pendidikan In-service adalah pendidikan yang wajib dilakukan oleh setiap guru untuk mempertahankan jenjang karirnya. Lewat Pendidikan In-service pulalah, guru baru bisa mendapatkan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji. Oleh karena itu, peran yang dimainkan instansi yang mengurus in service education sangatlah besar.
Sebagai catatan, Pendidikan in-service adalah program yang wajib diambil oleh para guru. Selain itu, Para guru yang ingin mendapatkan kenaikan strata, pangkat dan kenaikan gaji, Pendidikan In-service adalah jalan satu-satunya yang dibutuhkan. Akan tetapi, terlepas guru terkait mengikuti program pendidikan in-service atau tidak, mereka tetap harus mengikuti evaluasi akhir tahun untuk mempertahankan statusnya sebagai guru.
a.    Fungsi Pendidikan In-Service
Fungsi dari pendidikan in-service di China adalah :
1. Sebagai bentuk dari evaluasi guru setiap tahun dan dalam wujud untuk mempertahankan kualifikasi seorang guru
2. Sebagai salah satu sarana dari guru untuk mendapatkan promosi pangkat
3. Sebagai salah satu sarana dari guru untuk mendapatkan promosi gaji
4. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu guru dalam upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keguruan di China.

b.    Institusi Penyelenggara
Lembaga yang menangani urusan Pendidikan In-service di China dibagi menjadi 2, yakni : instansi pembinaan guru tinggi dan instansi lainnya.Instansi pembinaan guru tinggi sendiri dibagi menjadi 23, yakni : Instansi pembinaan guru tinggi tingkat propinsi, instansi pembinaan guru tinggi tingkat kabupaten dan instansi pembinaan guru tinggi tingkat daerah. Instansi lainnya dibagi menjadi 2, yakni : pusat pembinaan guru swasta, dan self-examination center.
Seluruh lembaga tersebut mendapatkan pengakuan dari pemerintah, dan telah mendapatkan izin resmi dalam membuka kelas kurikulum dengan tujuan pembinaan guru, sehingga dari segi kualitas, instansi di atas memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggung jawabkan. Kualifikasi, kurikulum dan mata pelajaran yang diatur dalam sistematik pembinaan guru diatur oleh sekolah dengan pengawasan dari Dewan Negara di China. Beberepa lembaga bahkan memiliki program kerjasama internasional dengan cara mengirim gurunya keluar negeri untuk mengambil kredit dalam salah satu kurikulum pembinaan tersebut.
c.     Waktu dan mata kuliah
Berhubung dalam program Pendidikan In-service, para guru masih harus melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru, oleh karena itu waktu yang dipilih dalam pembinaan biasanya adalah hari Sabtu dan hari Minggu. Kredit yang akan diambil juga bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan gurunya masing-masing. Pada akhir tahun belakangan ini, pemerintah lebih banyak memberikan otonomi kepada instansi pembinaan guru dalam mengurus administratif pembinaan gurunya. Sehingga, instansi terkait juga lebih bebas dalam mengatur waktunya dengan para guru terkait waktu dan mata kuliah yang ingin diambil.
Secara keseluruhan, Mata kuliah yang harus diambil kurang lebih sama dengan mata kuliah di pre-service education, dalam pembinaan, pelajaran ideologi dan moral menjadi subyek yang paling penting. Kemudian berikutnya, disusul dengan ilmu politik, bahasa dan sastra, psikologi dan pelajaran umum lainnya. Secara keseluruhan, selain penekanan pelajaran ideologi yang menekankan teori Marxisme dan teori Maoism, kurikulum pelajaran pembinaan guru di China tidak beda jauh dengan standar internasional lainnya.

d.    Biaya pembinaan
Terkait masalah pembiyaan pembinaan para guru dalam Pendidikan In-service di China, pemerintah membagi program sebagai berikut :
1)     Program Gratis
Program gratis ini wajib diikuti oleh seluruh guru yang terdaftar resmi di lembaga pendidikan pemerintah. Setiap tahun pemerintah menetapkan kredit minimal yang harus diikuti oleh para guru menurut subyek pengajarannya masing-masing. Seluruh biaya ditanggung oleh pemeritah. Anggaran biaya program gratis ini didukung oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
2)     Program Ekstra
Program ekstra bukanlah program yang wajib diikuti oleh para guru. Biaya yang dikenakan dalam program ekstra ini juga harus dikeluarkan oleh para guru secara individu. Dalam beberapa kasus, biaya program ekstra ini kadang ditanggung oleh instansi tempat guru mengajar atau perusahaan terkait lainnya. Dengan mengikuti program ekstra, para guru akan mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam proses kenaikan strata, pangkat atau kenaikan gaji. Dalam beberapa tahun belakangan, program ekstra banyak disesuaikan dengan program keguruan internasional. Sehingga beberapa program ekstra  di China tidak sedikit yang dikaitkan dan memiliki kerja sama dengan instansi pendidikan luar negeri. Hal ini memungkinkan para guru untuk dikirim ke luar negeri dalam proses pembinaan lebih lanjut.

B.   Rekrutmen Guru
Rekrutmen guru di China resmi dilakukan oleh pemerintah, meskipun dalam pelaksanaannya pemerintah banyak memberikan otonomi kepada setiap sekolah, tetapi beberapa hal utama, seperti masalah kualifikasi dan masalah gaji masih ditangani secara langsung oleh pemerintah pusat. Berikut di bawah adalah beberapa info utama mengenai rekrutmen guru di China :
1.    KualifikasiGuru
Bagi siapapun rakyat di China yang memiliki keinginan dan niat luhur untuk menjadi seorang guru, bisa mengajukan pendaftaran tanpa terkecuali. Dengan batas umur yang ditentukan dan juga kualifikasi lainnya yang tertulis di “Teacher’s Law”. Berikut di bawah adalah infonya :
Seperti diatur dalam Teacher’s Law Pasal 11, Untuk memperoleh kualifikasi sebagai seorang guru, para calon harus memiliki catatan resmi terkait mengenai :
1)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru TK, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan TK atau tingkat di atasnya;
2)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru SD, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan tingkat dasar atau tingkat di atasnya;
3)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama, atau guru untuk kursus pengetahuan umum dan program khusus di sekolah kejuruan dasar, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan tingkat atas atau dari pendidikan keguruan dalam sistem perguruan tinggi atau universitas;
4)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah atas, atau guru untuk kursus pengetahuan umum dan program khusus di sekolah kejuruan menengah, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sebuah perguruan tinggi resmi atau dari pendidikan keguruan selama 4 tahun dalam sistem perguruan tinggi atau universitas; Adapun kualifikasi dan penetapan standar untuk menjadi guru di sekolah menengah kejuruan tingkat menengah dan atas atau sekolah teknik akan diatur oleh departemen administratif terkait di bagian pendidikan.
5)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk guru di sebuah lembaga pendidikan tinggi, calon para guru minimal harus menyelesaikan program sarjana atau program pasca sarjana mereka sesuai dengan peraturan terkait;
6)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru untuk pendidikan orang dewasa, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari lembaga pendidikan tinggi, tergantung pada tingkat dan standar dari kategori pendidikan orang dewasa terkait.
Setiap Warga yang tidak memilik catatan resmi untuk guru kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, harus mengikuti ujian kualifikasi guru untuk memperoleh kualifikasi resmi sebagai seorang guru. Sistem ujian kualifikasi guru nasional akan ditentukan oleh Dewan Negara.
Strata
Kualifikasi
Pendidikan TK
lulusan dari sekolah keguruan TK atau tingkat di atasnya
Pendidikan SD
lulusan dari sekolah keguruan tingkat dasar atau tingkat di atasnya
Pendidikan SMP
lulusan dari sekolah keguruan tingkat atas atau dari pendidikan keguruan dalam sistem perguruan tinggi atau universitas
Pendidikan SMA, SMK
lulusan dari sebuah perguruan tinggi resmi atau dari pendidikan keguruan selama 4 tahun dalam sistem perguruan tinggi atau universitas; Adapun kualifikasi dan penetapan standar untuk menjadi guru di sekolah menengah  kejuruan tingkat menengah dan atas atau sekolah teknik akan diatur oleh departemen administratif terkait di bagian pendidikan.
Pendidikan Tinggi
menyelesaikan program sarjana atau program pasca sarjana mereka sesuai dengan peraturan terkait
Pendidikan orang dewasa
lulusan dari lembaga pendidikan tinggi, tergantung pada tingkat dan standar dari kategori pendidikan orang dewasa terkait

Sementara, untuk proses registrasi, para pelamar harus mempersiapkan dan menyediakan beberapa formulir terkait di bawah ini :
  1. KTP asli beserta fotokopinya
  2. Ijasah dan gelar jurusan keguruan beserta fotokopinya;
  3. Mengisi formulir "Identifikasi moral dan ideologi individual", formulir tersebut bisa diminta dari pemerintah tingkat kecamatan.
  4. Mengisi formulir “Kualifikasi resmi guru China";
  5. Sertifikat pemeriksaan fisik asli dan fotokopi, sertifikat tersebut dikeluarkan oleh lembaga perekrutan guru pada tingkat daerah;
  6. Sertifikat kemampuan bahasa mandarin asli dan fotokopinya.
Proses rekrutmen dan kualifkasi seorang guru dilakukan setahun 2 kali, yaitu pada waktu musim semi dan musim gugur.

2.    Badan Perekrut guru
Badan yang bertanggung jawab atas perekrutan guru diatur dalam Teacher’s Law Bab III mengenai masalah kualifikasi dan ketenagakerjaan dari pasal 10 – pasal 17, di antaranya adalah sebagai di bawah berikut :
Negara akan menetapkan sistem kualifikasi bagi para guru.Semua warga negara China, yang mematuhi konstitusi dan hukum, dan memiliki minat dalam bidang pendidikan, serta memiliki karakter, ideologis dan moral yang sehat, memiliki catatan kualifikasi dari sekolah resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini atau yang telah lulus dalam ujian kualifikasi guru nasional, memiliki pendidikan dan kemampuan mengajar yang baik, dan setelah lolos kualifikasi lainnya, berhak untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru.
Setiap Warga yang tidak memilik catatan resmi untuk guru kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, harus mengikuti ujian kualifikasi guru untuk memperoleh kualifikasi resmi sebagai seorang guru. Sistem ujian kualifikasi guru nasional akan ditentukan oleh Dewan Negara.
Departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara akan bekerja melakukan langkah-langkah transisi pada kualifikasi bagi para guru yang sebelum berlakunya Undang-undang ini, telah mengajar di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, tetapi tidak memiliki catatan dari sekolah formal sebagai diatur dalam Undang-undang ini.
Kualifikasi bagi guru di sekolah dasar dan menengah harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen administrasi dari pemerintah daerah setempat atau di atas tingkat kabupaten. Kualifikasi bagi para guru di sekolah menengah kejuruan dan sekolah teknik harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen yang kompeten terkait, di bawah naungan departemen administrasi pendidikan dari pemerintah daerah stempat pada atau di atas tingkat kabupaten. Kualifikasi untuk guru reguler lembaga pendidikan tinggi harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara, atau provinsi, daerah otonom, atau kotamadya langsung di bawah Pemerintah Pusat, atau dengan sekolah yang telah disahkan oleh departemen tersebut.
Jika seorang warga negara yang memiliki catatan resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, atau yang telah lulus kualifikasi ujian nasional keguruan, meminta departemen terkait untuk mengevaluasi dan menyetujui kualifikasi bagi para guru tersebut, departemen terkait harus memberikan evaluasi dan persetujuan sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam Undang-undang ini. Para guru baru harus menjalani periode percobaan terlebih dahulu, sebelum memiliki kualifikasi resmi menjadi seorang guru.
Mereka yang telah kehilangan hak-hak politik atau sedang menjalani pidana penjara atau hukuman yang lebih berat atas kejahatan yang disengaja tidak akan diperbolehkan untuk mendapatkan kualifikasi bagi guru; dan mereka yang telah memperoleh kualifikasi untuk guru akan kehilangan kualifikasi tersebut.
Para lulusan sekolah keguruan pada berbagai tingkatan harus terlibat dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Negara. Negara harus melembagakan sistem gelar profesional bagi guru. Langkah-langkah khusus akan dikelola dan diimplementasikan oleh Dewan Negara.
Sekolah dan lembaga pendidikan lainnya secara bertahap akan menetapkan sistem pengangkatan bagi guru. Pengangkatan guru harus didasarkan pada prinsip kesetaraan antara kedua belah pihak. Sekolah dan guru akan menandatangani kontrak perjanjian yang akan mendefinisikan hak masing-masing, kewajiban dan tanggung jawab. Langkah-langkah untuk menerapkan sistem pendaftaran bagi para guru harus dirumuskan oleh departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara.

3.    Gaji dan Tunjangan guru
Gaji guru juga diatur oleh pemerintah dengan mengikuti landasan dan asas dari Teacher’s Law dari Bab VI – Bab VII, pasal 25 – pasal 34, seperti di bawah ini :
Rata-rata gaji Guru tidak akan lebih rendah atau mungkin lebih tinggi dari pegawai negeri Negara dan harus dinaikkan secara bertahap. Sebuah sistem untuk promosi dan sistematik kenaikan gaji yang teratur harus ditetapkan, dan langkah-langkah khusus itu harus dirumuskan oleh Dewan Negara.
Guru sekolah dasar, menengah dan sekolah kejuruan harus menikmati tunjangan yang sepadan dengan kontribusi waktu pengajaran mereka, dan langkah-langkah khusus itu harus dirumuskan oleh departemen administrasi pendidikan dan departemen terkait lainnya di bawah Dewan Negara.
Pemerintah daerah setempat di berbagai tingkatan harus memberikan subsidi untuk guru dan para lulusan dari sekolah menengah kejuruan atau dari sekolah teknik tinggi yang bersedia untuk terjun dan melibatkan diri dalam pendidikan dan pengajaran di daerah yang dihuni oleh etnis minoritas nasional atau di daerah terpencil dan miskin.

Pemerintah daerah setempat di berbagai tingkat dan departemen terkait di bawah Dewan Negara harus memberikan prioritas dan perlakuan istimewa untuk prosedur konstruksi, penyewaan dan penjualan rumah untuk para guru di daerah perkotaan.

Pemerintah di tingkat kabupaten dan kecamatan harus memberikan kenyamanan bagi guru sekolah dasar dan menengah di daerah pedesaan dalam memecahkan masalah tempat tinggalnya.
Guru akan menikmati perlakuan yang sama seperti pegawai negeri negara dalam perawatan medis. Mereka harus diberikan cek up kesehatan rutin dan harus menikmati izin istirahat dan penyembuhan yang diatur dalam prosedur yang seharusnya. Lembaga medis akan memberikan kemudahan dalam perawatan medis bagi para guru. Setelah pensiun atau berhenti bekerja, guru akan menikmati keuntungan materi seperti yang telah ditentukan oleh Negara.
Pemerintah setempat atau di atas tingkat kabupaten dapat meningkatkan rasio pensiun untuk pensiunan guru sekolah dasar dan menengah yang telah lama bergerak dan berkontribusi di bidang pendidikan dan pengajaran.
Pemerintah di berbagai tingkatan harus mengadopsi langkah-langkah untuk meningkatkan keuntungan material dari guru yang dibayar melalui dana setempat dan secara bertahap memastikan bahwa guru tersebut menerima upah yang sama seperti guru yang dibayar dan disubsidi oleh negara. Untuk langkah dan prosedur secara spesifik harus dirumuskan oleh pemerintah di berbagai tingkatan tergantung kepada kondisi setempat. Sedangkan, Keuntungan material dari guru di sekolah swasta akan diatur menurut ketentuan sekolah itu sendiri.
Guru yang telah memberi kontribusi dan hasil yang signifikan dalam pendidikan dan pengajaran, baik dalam pelatihan personil, dalam penelitian ilmiah, pendidikan reformasipembangunan sekolahpelayanan sosial dan pekerjaan-program studi wajib diberikan penghargaan terkait oleh sekolah-sekolah yang memperkerjakan mereka. Guru yang telah membuat kontribusi yang signifikan harus diberikan penghargaan tertentu oleh pemerintah setempat di berbagai tingkatan dan departemen terkait di bawah mereka yang diatur oleh dewan negara. Guru yang telah membuat kontribusi yang besar harus diberikan gelar kehormatan sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Negara.
Negara harus mendorong dan mendukung baik individu maupun organisasi-organisasi sosial untuk mendonasikan uang kepada yayasan yang didirikan menurut. Dana dari yayasan ini nantinya akan disumbangkan terhadap para guru sebagai bentuk penghargaan.
Dikarenakan kondisi kemajuan pendidikan di China yang beraneka ragam dan juga tingkat kesenjangan yang tinggi, oleh karena itu gaji guru pun sangat bervariasi untuk setiap daerah. Dalam beberapa tahun belakangan ini, pemerintah terus meningkatkan gaji dan tarif hidup guru seiring dengan kemajuan perkembangan ekonomi di negaranya. Khususnya, untuk guru yang rela untuk mengajar di daerah barat, tunjangan yang diberikan juga semakin besar setiap tahunnya.

4.    Pangkat dan Karir guru
Berikut di bawah adalah jenjang karir dan pangkat guru untuk setiap levelnya masing-masing :
Pangkat guru untuk pendidikan TK (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan dasar grade 3
b)    Guru pendidikan dasar grade 2
c)    Guru pendidikan dasar grade 1 (sekretaris)
d)    Guru pendidikan dasar tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat dasar
f)     Guru pendidikan dasar special
Pangkat guru untuk pendidikan SD (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan SD biasa
b)    Guru pendidikan SD grade 2
c)    Guru pendidikan SD grade 1
d)    Guru pendidikan SD tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat menengah
f)     Guru pendidikan SD special
Pangkat guru untuk pendidikan menengah kejuruan (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan SMK biasa
b)    Asisten guru pendidikan SMK
c)    Guru pendidikan SMK tingkat tinggi
d)    Guru pendidikan SMK spesial
Pangkat guru untuk pendidikan SMP (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan menengah biasa
b)    Guru pendidikan menengah grade 2
c)    Guru pendidikan menengah grade 1
d)    Guru pendidikan menengah tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat sekretaris
f)     Guru pendidikan menengah special
Pangkat guru untuk pendidikan tinggi/universitas (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Asisten dosen
b)    Lecturer
c)    Associate Professor
d)    Professor
Untuk dapat naik pangkat, setiap guru harus memenuhi kredit tertentu terlebih dahulu, kredit tersebut dapat diperoleh melalui banyak jalur. Di antaranya adalah melalui : pengalaman selama mengajar, nilai tinggi dalam evaluasi sekolah, lolos dalam ujian kenaikan pangkat dan juga keikutsertaan akan pembinaan guru. Biasanya untuk dapat naik satu pangkat, seorang guru memerlukan paling sedikit 2 tahun, dan bisa mencapai 5 tahun untuk tingkat tertentu.
Sekolah atau lembaga pendidikan lainnya harus melakukan penilaian terhadap kesadaran politik para guru dan tingkat ideologis, tingkat profesionalitas, etos kerja dan performa mereka. Departemen administrasi pendidikan akan membimbing dan mengawasi pekerjaan akan penilaian untuk para guru.
Penilaian dilakukan dengan cara objektif, adil dan akurat. Dalam proses penilaian, pendapat dari guru sendiri, rekan-rekan dan siswa harus dipertimbangkan penuh. Hasil penilaian nantinya akan menjadi patokan dalam pengangkatan guru dan pembayaran imbalan serta penjatuhan hukuman yang terkait.
Dalam jenjang karir guru di China, kepala sekolah bukanlah pangkat teratas. Bagi seorang guru pada pendidikan tertentu, misalnya professor dalam pendidikan universitas, mereka tidak bisa mengalami kenaikan pangkat lagi dalam stratanya. Jika yang berkenan ingin menjadi kepala sekolah, keputusan pusat akan diambil oleh pemerintah daerah yang ditugasi oleh pemerintah dalam menangani instansi pendidikan terkait.

C.   Pengembangan Profesi Guru
Guru adalah kekuatan utama perubahan pendidikan yang signifikan dan peran aktif dalam reformasi kurikulum. Dalam memfasilitasi dan melaksanakan kurikulum berpusat pada peserta didik dan proses belajar-mengajar, peran guru tidak berkurang, tetapi diintensifkan dalam bentuk yang berbeda.
Salah satu tujuan dari pelaksanaan kurikulum di China adalah "untuk mengubah implementasi kurikulum dari over-penekanan pada pembelajaran reseptif, dari menghafal dan pengulangan ke bentuk siswa berpartisipasi aktif, praktikum termotivasi ke mengalami sendiri, dan mengembangkan peserta didik dalam hal mengumpulkan dan pengolahan informasi, memperoleh pengetahuan baru, pemecahan masalah dan komunikasi-kerjasama ".
Sementara itu perubahan dalam "proses belajar mengajar" menjadi fokus dari kurikulum, dimana guru diberi mandat untuk memfasilitasi pembelajaran aktif dan mandiri, untuk berinteraksi secara aktif dengan murid dan berkembang seiring dengan mereka, untuk menghormati kepribadian murid dan perbedaan individu dalam pertemuan kebutuhan belajar mereka beragam, untuk menciptakan lingkungan pendidikan bagi partisipasi aktif peserta didik dan kedua sikap dan kapasitas dalam menerapkan pengetahuan yang dipelajari, dan akhirnya untuk memungkinkan setiap peserta didik untuk mengembangkan / potensi nya sebagai manusia seutuhnya.
Dalam mencapai tujuan-tujuan kurikulum dimaksudkan, guru diharapkan menjadi peserta aktif selama proses perubahan kurikulum, menjadi penyambung lidah dari filosofi dan prinsip-prinsip kurikulum dimaksudkan, untuk menjadi pelaksana yang efektif dalam perubahan kurikulum yang direncanakan, dan menjadi evaluator prestasi peserta didik.
Guru juga berkewajiban untuk menerapkan teknologi informasi sebagai alat pembelajaran yang kuat dan mengintegrasikan mereka dengan pedagogi dalam proses belajar mengajar untuk perubahan dalam isi pengajaran, gaya belajar dan interaksi guru-murid.
Pelatihan dan pengembangan profesional guru dengan demikian telah menjadi prasyarat dan kata kunci dalam proses pelaksanaan kurikulum. Praktek-praktek inovatif yang sukses dalam membangun kapasitas guru untuk pelaksanaan kurikulum telah meliputi:
1.    Pelatihan guru di tingkat lokal dan nasional
Kementerian Pendidikan membuat kebijakan yaitu seorang guru harus melalui pelatihan sebelum menduduki jabatannya atau pekerjaan, dan tanpa melalui pelatihan yang dibutuhkan guru tidak diperkenankan menduduki jabatannya atau pekerjaan.
2.    Mengembangkan sistem kelembagaan berbasis Sekolah Berbasis Proyek Pengajaran-Penelitian (School-based research-teaching),
Sistem kelembagaan ini telah memainkan peran besar dalam membimbing guru untuk refleksi diri pada praktek pengajaran mereka, untuk memecahkan masalah melalui penelitian tindakan, dan untuk pengembangan guru melalui pembelajaran profesional.
Penelitian tindakan berbasis sekolah guru bertujuan untuk membuat lembaga pusat praktek guru profesional dan perubahan kurikulum. Melalui upaya individu maupun kolektif, penelitian berbasis sekolah telah menyebabkan perubahan besar dan perbaikan dalam pelaksanaan kurikulum, pengembangan profesi guru, dan rekonstruksi budaya sekolah seperti:
  1. mengubah kehidupan profesional guru;
  2. meningkatkan hubungan guru-mitra;
  3. mengubah budaya sekolah dan etos kerja dari berpusat ke guru menjadi berpusat ke  siswa, dan
  4. mengubah struktur organisasi sekolah untuk membuat sekolah sebagai sebuah organisasi yang benar-benar belajar dan menjadi komunitas belajar
.
3.    Pengorganisasian Jaringan Penelitian Guru berbasis Internet dan Pelatihan Jarak jauh
Dalam memanfaatkan potensi besar teknologi informasi-komunikasi sebagai alat belajar mengajar, sebagai sumber daya pendidikan, dan sebagai alat perubahan pendidikan, pemerintah China melakukan investasi besar dalam menerapkan Sekolah Pedesaan Jarak jauh modern dengan total investasi sePEMBINAAN PROFESI GURU CHINA
Oleh: Chaerun Anwar


A.   Kondisi Pendidikan Keguruan Di China
Di negeri China guru atau para pengajar mendapat tempat yang penting sekali dalam penghidupan. Dengan mendapatkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, membuat sistem pendidikan keguruan di China meningkat. Budaya Confisius sendiri berperan penting dalam membentuk karakteristik orang China yang menghormati akan para guru. Sehingga para guru tidak ayal mendapatkan posisi dan strata yang penting dan mendapatkan kehormatan di negeri tirai bambu tersebut. 
Pendidikan guru adalah salah satu elemen penting dari sistem pendidikan sosialis di China. Pendidikan guru menjadi salah satu tulang punggung dalam kemajuan pendidikan di China selama 50 tahun terakhir. Perhatian lebih telah ditunjukkan pemerintah dalam bentuk kebijakan sebagai bentuk keseriusan mereka dalam membangun kualitas dan mutu guru bertaraf internasional. China telah berhasil membangun sistematik pendidikan yang dewasa di berbagai level dan berbagai tipe untuk pendidikan keguruan. Sistem tersebut juga sangat cocok dengan situasi dan kondisi para guru di negerinya. Di China juga sudah tersedia institusi pelatihan guru dan sistematik regulasi lainnya yang bertaraf internasional.

Pendidikan guru di China ini dibagi dan dikelompokkan menjadi 2 bagian, yakni : pre-service education dan in-service training. Di antaranya untuk pre-service training, Program 4 tahun di institusi pelatihan guru termasuk di dalamnya adalah program universitas keguruan dan institute. Program 3 tahun termasuk di dalamnya adalah program training colleges dan Sekolah pelatihan guru menengah. Instansi pendidikan ini memberikan pelatihan yang layak terhadap guru-guru untuk level-level sekolah Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruaan, Universitas dan yang lainnya. In-service training  juga menyediakan instansi khusus untuk pelatihan guru-guru di pendidikan sekolah.

Program pelatihan para guru juga mendapat ruang khusus dalam perhatian dan konsentrasi pemerintah. Banyaknya program-program yang disediakan, seperti : TV Program, Kelas Malam, Ujian Online dan masih banyak lagi merupakan sebagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan mutu guru-guru di negerinya.

Berikut di bawah adalah data statistik yang didapat pada tahun 2013 mengenai instansi keguruan di China :






Jumlah Instansi
Rekrutmen
Murid Baru
Murid yang lulus
Jumlah Guru
Institut atau Universitas keguruan
229
693.600
251.100
196.800
76.600
Instansi keguruan menegah
875
921.100
319.300
3.058.000
6.340
Instansi pendidikan resmi lainnya
190
212.000
82.200
66.200
18.700
Pusat pembinaan guru
2.087
371.000
121.600
168.200
46.300
Sumber : www.edu.cn


Dan melalui reformasi yang terus digalang oleh pemerintah China, kualitas dan mutu pendidikan keguruan di China terus meningkat setiap tahun. Tercatat dari tahun 1999 sampai tahun 2013, jumlah institut atau universitas keguruan di China meningkat dari 87 instansi menjadi 94 instansi, sedangkan sekolah spesialis keguruan dikurangi dan digabung dari 110 menjadi 48 instansi saja. Tamatan dari pendidikan keguruan ini juga meningkat jumlahnya, dari 53 ribu di tahun 1999 menjadi 240 ribu di tahun 2013.

Jumlah guru yang meningkat secara signifikan dari tahun 1996 ke tahun 2013 juga menjadi salah satu tolak ukur akan kemajuan kualitas, mutu dan juga minat rakyat China terhadap pendidikan keguruan. Total guru di China pada tahun 2013 berjumlah 10,4 juta orang. Di antaranya, guru sekolah dasar berjumlah 5 juta orang, guru sekolah menengah pertama berjumlah 3,4 juta orang dan guru sekolah menengah atas berjumlah 1,3 juta orang.

1.    Pendidikan PRE-SERVICE
Pendidikan pre-service modern di China dimulai pada tahun 1952, ketika PKC mulai mereformasi sistematik pendidikan keguruan di China untuk pertama kalinya. Selain itu pemerintah juga mengadakan kursus pelatihan untuk guru-guru secara besar-besaran.  Reformasi untuk sistematik pendidikan keguruan tercatat dilakukan pemerintah China sebanyak 4 kali, yaitu : tahun 1952, 1960, 1976 dan yang terakhir adalah tahun 1980.
Pada tahun 1952, pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan pre-service dalam bentuk draft resmi untuk yang pertama kalinya, di dalamnya termasuk juga ringkasan dari mata pelajaran yang harus diikuti, jumlah murid, jurusan yang dibuka dan hal-hal administratif lainnya.
Pada tahun 1960 – 1978, revolusi budaya agung menghancurkan sistematik pendidikan China saat itu. UMPTC singkatan dari Ujian Masuk Perguruan Tinggi China diberhentikan, program kuliah juga dihentikan, dan segenap warga diajak terjun ke kancah politik untuk merevisi ideologi mereka saat itu. Dunia pendidikan China memasuki era paling suram semenjak era Republik.
Pada tahun 1978, barulah sistem UMPTC dipulihkan, dan pendidikan modern China yang sempat berhenti selama kurun waktu nyaris 20 tahun kembali bergulir kembali. Lewat reformasi yang digalakkan oleh Deng Xiaoping, China memgeluarkan kebijakan pengembangan pendidikan menuju era pendidikan modern dalam upayanya mengejar ketinggalan dari negara barat. Pada tahun 2008, Chairman Hu Jintao menetapkan moto “pengembangan pendidikan berkelanjutan” yang mengajak China untuk  berkonsentrasi membenahi pendidikan dalam upaya untuk memajukan bangsa. Jumlah murid pun terus bertambah setiap tahunnya.
a.    Mata Kuliah
Pada tahun 1980, pemerintah mengumumkan reformasi untuk mata kuliah yang akaan diangkat dalam program pre-service education, reformasi tersebut memiliki ketentuan sebagai berikut :
-          Seluruh sistematik materi pelajaran pre-service education di China harus mengedepankan pendidikan ideologi, menjunjung tinggi teori Marxis dan teori Maoism serta berada di bawah garis pembangunan sosialis komunis pemerintah.
-          Masa belajar pre-service education di seluruh institut dan perguruan tinggi China adalah 3 sampai 4 tahun, tergantung dengan jurusannya masing-masing.
-          Materi pelajaran wajib dan menjadi subyek kunci dalam pre-service education, diantaranya adalah : sastra, matematika, ilmu politik dan pendidikan budaya.

b.    Lembaga Pendidikan Pre-service di China
Pendidikan Pre-service adalah pelatihan yang diwajibkan oleh pemerintah China untuk proses pelatihan dan seleksi seorang guru. Lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah dalam mengatur program Pre-service education di China dibagi menjadi 2, yaitu : institut atau universitas keguruan dan intansi pendidikan resmi lainnya. Instansi atau universitas keguruan sendiri dibagi menjadi 2, yaitu : instansi keguruan tinggi dan instansi keguruan menengah. Instansi keguruan tinggi meliputi 4 instansi, yaitu : universitas keguruan, institut atau college keguruan, sekolah keguruan untuk kejuruan, sekolah spesialis diploma keguruan dan sekolah spesialis diploma keguruan untuk kejuruan. Sedangkan instansi keguruan menengah dibagi menjadi 2, yaitu : sekolah keguruan menengah umum dan sekolah keguruan menengah luar biasa. Instansi pendidikan resmi lainnya di China meliputi 2 instansi, yaitu : kursus keguruan umum dan kursus keguruan untuk kejuruan.
Berikut di bawah adalah daftar nama universitas dan nilai  universitas keguruan terbaik di China :
Peringkat
Nama
Nilai
1
Beijing Normal University
A++
2
Huadong Normal University
A++
4
Huanan Normal University
A++
6
Nanjing Normal University
A++
8
Huazhong Normal University
A++
10
Dongbei Normal University
A+
11
Xibei Normal University
A+
12
Zhejiang Normal University
A+
13
Shaanxi Normal University
A+
14
Capital Normal University
A+
15
Hunan Normal University
A+
16
Liaoning Normal University
A
20
Tianjin Normal University
A

*Daftar di atas adalah peringkat universitas hanya atas penilaian dari pendidikan keguruan, bukan pada pendidikan keseluruhannya.

c.    Perkembangan dan Prospek
Menurut keadaan dan situasi pendidikan di China pada saat ini dan juga melihat situasi perkembangan dan iklim dari perkembangan pendidikan di dunia, menurut para pakar China, perkembangan dan prospek pendidikan keguruan di China akan menunjukkan kerangka sebagai berikut :
1)    Kesenjangan daerah barat dan timur akan semakin berkurang
Dikarenakan dengan luas wilayah yang besar, jumlah penduduk yang sangat padat dan juga kesenjangan yang terjadi antara daerah barat dengan daerah timur, tingkat pendidikan keguruan di setiap daerah China juga sangat berbeda. Banyak sekali kualitas pendidikan keguruan di wilayah barat yang masih di bawah rata-rata. Di kedepannya, pemerintah akan lebih berkonsentrasi untuk menyeimbangkan dan mengatasi kesenjangan ini, dan bukan lagi terus memajukan kualitas pendidikan keguruan di daerah timur dengan fokus yang seperti dulu.
2)    Metode dalam pendidikan pengajaran akan makin terbuka dan bervariasi
Metode pengajaran yang dulu diajarkan oleh China adalah meniru metode pengajaran Uni Soviet. Seiring dengan runtuhnya Uni Soviet dan menanjaknya Amerika Serikat. Metode pengajaran yang diajarkan oleh China sedikit banyak meniru metode dari Amerika Serikat. Akan tetapi, seiring dengan semakin pesatnya kemajuan yang digapai China dalam segala aspek, China mulai mengembangkan metode pengajaran yang cocok dengan budaya dan adat istiadat negara itu sendiri. Para pakar memperkirakan, metode yang digunakan untuk ke depannya akan semakin terbuka dan semakin bervariasi.
3)    Guru-guru akan semakin professional
Profesi guru adalah profesi khusus, dan dibutuhkan teori, etika moral tinggi dan keterampilan khusus untuk mengajar. Saat ini pemerintah sedang fokus dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dari para guru yang ada. Kualifikasi untuk para guru pun semakin ketat setiap tahunnya. Syarat dan ketentuan yang dibutuhkan terus meningkat, sehingga guru-guru yang mengajar benar-benar adalah guru yang memiliki tingkat kualitas dan potensi yang besar.
4)    Ideologi dan pengertian akan pendidikan terus direformasi
Sejak tahun 1960, belajar seumur hidup telah menjadi tren pendidikan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir,  integrasi China dalam teori dan praktek pendidikan guru terus dieksplorasi. Pengertian dan ideologi bahwa tamatan sarjana keguruan lebih rendah daripada sarjana biasa akan berubah. Seiring dengan banyaknya kebijakan pemerintah yang melindungi dan juga memberikan keuntungan tersendiri terhadap tamatan jurusan keguruaan, masyarakat diyakin pelan-pelan akan mulai menghargai strata dari pendidikan keguruan.
5)    Mata kuliah dan kurikulum semakin terorganisir
Dilihat dari kurikulum pendidikan, pendidikan keguruan China memiliki subyek utama dengan proporsi hanya 15%, sementara subyek pilihan melampui lebih dari 60-70% Selain itu fokus pelajaran dulunya hanya terfokus pada pendidikan ideologi dan pendidikan budaya, sedikit sekali pelajaran sains yang diperhatikan selain matematika. Kesempatan magang yang diperopleh pun dirasa sangat kurang. Hal ini pula yang menyebabkan mengapa pendidikan keguruan menjadi kehilangan pasarnya dalam beberapa tahun belakangan ini.
Pemerintah merasa perlu untuk mereformasi kurikulum pelajaran yang ada. Dengan mengikuti perkembangan zaman, pemerintah merasa harus memasukkan pelajaran sains dan teknologi agar para guru semakin mendapatkan kualifikasi yang cukup untuk menjadi seorang guru. Selain itu proporsi subyek utama pun akan semakin diperbesar, sehingga kurikulum semakin terorganisir. Nantinya mata kuliah, kurikulum akan semakin terpusat dan semakin menonjolkan kelebihan dan karakteristik pendidikan keguruan itu sendiri.
2.    Pendidikan IN SERVICE
Pendidikan In-service adalah pendidikan yang wajib dilakukan oleh setiap guru untuk mempertahankan jenjang karirnya. Lewat Pendidikan In-service pulalah, guru baru bisa mendapatkan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji. Oleh karena itu, peran yang dimainkan instansi yang mengurus in service education sangatlah besar.
Sebagai catatan, Pendidikan in-service adalah program yang wajib diambil oleh para guru. Selain itu, Para guru yang ingin mendapatkan kenaikan strata, pangkat dan kenaikan gaji, Pendidikan In-service adalah jalan satu-satunya yang dibutuhkan. Akan tetapi, terlepas guru terkait mengikuti program pendidikan in-service atau tidak, mereka tetap harus mengikuti evaluasi akhir tahun untuk mempertahankan statusnya sebagai guru.
a.    Fungsi Pendidikan In-Service
Fungsi dari pendidikan in-service di China adalah :
1. Sebagai bentuk dari evaluasi guru setiap tahun dan dalam wujud untuk mempertahankan kualifikasi seorang guru
2. Sebagai salah satu sarana dari guru untuk mendapatkan promosi pangkat
3. Sebagai salah satu sarana dari guru untuk mendapatkan promosi gaji
4. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu guru dalam upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keguruan di China.

b.    Institusi Penyelenggara
Lembaga yang menangani urusan Pendidikan In-service di China dibagi menjadi 2, yakni : instansi pembinaan guru tinggi dan instansi lainnya.Instansi pembinaan guru tinggi sendiri dibagi menjadi 23, yakni : Instansi pembinaan guru tinggi tingkat propinsi, instansi pembinaan guru tinggi tingkat kabupaten dan instansi pembinaan guru tinggi tingkat daerah. Instansi lainnya dibagi menjadi 2, yakni : pusat pembinaan guru swasta, dan self-examination center.
Seluruh lembaga tersebut mendapatkan pengakuan dari pemerintah, dan telah mendapatkan izin resmi dalam membuka kelas kurikulum dengan tujuan pembinaan guru, sehingga dari segi kualitas, instansi di atas memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggung jawabkan. Kualifikasi, kurikulum dan mata pelajaran yang diatur dalam sistematik pembinaan guru diatur oleh sekolah dengan pengawasan dari Dewan Negara di China. Beberepa lembaga bahkan memiliki program kerjasama internasional dengan cara mengirim gurunya keluar negeri untuk mengambil kredit dalam salah satu kurikulum pembinaan tersebut.
c.     Waktu dan mata kuliah
Berhubung dalam program Pendidikan In-service, para guru masih harus melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru, oleh karena itu waktu yang dipilih dalam pembinaan biasanya adalah hari Sabtu dan hari Minggu. Kredit yang akan diambil juga bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan gurunya masing-masing. Pada akhir tahun belakangan ini, pemerintah lebih banyak memberikan otonomi kepada instansi pembinaan guru dalam mengurus administratif pembinaan gurunya. Sehingga, instansi terkait juga lebih bebas dalam mengatur waktunya dengan para guru terkait waktu dan mata kuliah yang ingin diambil.
Secara keseluruhan, Mata kuliah yang harus diambil kurang lebih sama dengan mata kuliah di pre-service education, dalam pembinaan, pelajaran ideologi dan moral menjadi subyek yang paling penting. Kemudian berikutnya, disusul dengan ilmu politik, bahasa dan sastra, psikologi dan pelajaran umum lainnya. Secara keseluruhan, selain penekanan pelajaran ideologi yang menekankan teori Marxisme dan teori Maoism, kurikulum pelajaran pembinaan guru di China tidak beda jauh dengan standar internasional lainnya.

d.    Biaya pembinaan
Terkait masalah pembiyaan pembinaan para guru dalam Pendidikan In-service di China, pemerintah membagi program sebagai berikut :
1)     Program Gratis
Program gratis ini wajib diikuti oleh seluruh guru yang terdaftar resmi di lembaga pendidikan pemerintah. Setiap tahun pemerintah menetapkan kredit minimal yang harus diikuti oleh para guru menurut subyek pengajarannya masing-masing. Seluruh biaya ditanggung oleh pemeritah. Anggaran biaya program gratis ini didukung oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
2)     Program Ekstra
Program ekstra bukanlah program yang wajib diikuti oleh para guru. Biaya yang dikenakan dalam program ekstra ini juga harus dikeluarkan oleh para guru secara individu. Dalam beberapa kasus, biaya program ekstra ini kadang ditanggung oleh instansi tempat guru mengajar atau perusahaan terkait lainnya. Dengan mengikuti program ekstra, para guru akan mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam proses kenaikan strata, pangkat atau kenaikan gaji. Dalam beberapa tahun belakangan, program ekstra banyak disesuaikan dengan program keguruan internasional. Sehingga beberapa program ekstra  di China tidak sedikit yang dikaitkan dan memiliki kerja sama dengan instansi pendidikan luar negeri. Hal ini memungkinkan para guru untuk dikirim ke luar negeri dalam proses pembinaan lebih lanjut.

B.   Rekrutmen Guru
Rekrutmen guru di China resmi dilakukan oleh pemerintah, meskipun dalam pelaksanaannya pemerintah banyak memberikan otonomi kepada setiap sekolah, tetapi beberapa hal utama, seperti masalah kualifikasi dan masalah gaji masih ditangani secara langsung oleh pemerintah pusat. Berikut di bawah adalah beberapa info utama mengenai rekrutmen guru di China :
1.    KualifikasiGuru
Bagi siapapun rakyat di China yang memiliki keinginan dan niat luhur untuk menjadi seorang guru, bisa mengajukan pendaftaran tanpa terkecuali. Dengan batas umur yang ditentukan dan juga kualifikasi lainnya yang tertulis di “Teacher’s Law”. Berikut di bawah adalah infonya :
Seperti diatur dalam Teacher’s Law Pasal 11, Untuk memperoleh kualifikasi sebagai seorang guru, para calon harus memiliki catatan resmi terkait mengenai :
1)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru TK, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan TK atau tingkat di atasnya;
2)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru SD, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan tingkat dasar atau tingkat di atasnya;
3)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama, atau guru untuk kursus pengetahuan umum dan program khusus di sekolah kejuruan dasar, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan tingkat atas atau dari pendidikan keguruan dalam sistem perguruan tinggi atau universitas;
4)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah atas, atau guru untuk kursus pengetahuan umum dan program khusus di sekolah kejuruan menengah, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sebuah perguruan tinggi resmi atau dari pendidikan keguruan selama 4 tahun dalam sistem perguruan tinggi atau universitas; Adapun kualifikasi dan penetapan standar untuk menjadi guru di sekolah menengah kejuruan tingkat menengah dan atas atau sekolah teknik akan diatur oleh departemen administratif terkait di bagian pendidikan.
5)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk guru di sebuah lembaga pendidikan tinggi, calon para guru minimal harus menyelesaikan program sarjana atau program pasca sarjana mereka sesuai dengan peraturan terkait;
6)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru untuk pendidikan orang dewasa, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari lembaga pendidikan tinggi, tergantung pada tingkat dan standar dari kategori pendidikan orang dewasa terkait.
Setiap Warga yang tidak memilik catatan resmi untuk guru kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, harus mengikuti ujian kualifikasi guru untuk memperoleh kualifikasi resmi sebagai seorang guru. Sistem ujian kualifikasi guru nasional akan ditentukan oleh Dewan Negara.
Strata
Kualifikasi
Pendidikan TK
lulusan dari sekolah keguruan TK atau tingkat di atasnya
Pendidikan SD
lulusan dari sekolah keguruan tingkat dasar atau tingkat di atasnya
Pendidikan SMP
lulusan dari sekolah keguruan tingkat atas atau dari pendidikan keguruan dalam sistem perguruan tinggi atau universitas
Pendidikan SMA, SMK
lulusan dari sebuah perguruan tinggi resmi atau dari pendidikan keguruan selama 4 tahun dalam sistem perguruan tinggi atau universitas; Adapun kualifikasi dan penetapan standar untuk menjadi guru di sekolah menengah  kejuruan tingkat menengah dan atas atau sekolah teknik akan diatur oleh departemen administratif terkait di bagian pendidikan.
Pendidikan Tinggi
menyelesaikan program sarjana atau program pasca sarjana mereka sesuai dengan peraturan terkait
Pendidikan orang dewasa
lulusan dari lembaga pendidikan tinggi, tergantung pada tingkat dan standar dari kategori pendidikan orang dewasa terkait

Sementara, untuk proses registrasi, para pelamar harus mempersiapkan dan menyediakan beberapa formulir terkait di bawah ini :
  1. KTP asli beserta fotokopinya
  2. Ijasah dan gelar jurusan keguruan beserta fotokopinya;
  3. Mengisi formulir "Identifikasi moral dan ideologi individual", formulir tersebut bisa diminta dari pemerintah tingkat kecamatan.
  4. Mengisi formulir “Kualifikasi resmi guru China";
  5. Sertifikat pemeriksaan fisik asli dan fotokopi, sertifikat tersebut dikeluarkan oleh lembaga perekrutan guru pada tingkat daerah;
  6. Sertifikat kemampuan bahasa mandarin asli dan fotokopinya.
Proses rekrutmen dan kualifkasi seorang guru dilakukan setahun 2 kali, yaitu pada waktu musim semi dan musim gugur.

2.    Badan Perekrut guru
Badan yang bertanggung jawab atas perekrutan guru diatur dalam Teacher’s Law Bab III mengenai masalah kualifikasi dan ketenagakerjaan dari pasal 10 – pasal 17, di antaranya adalah sebagai di bawah berikut :
Negara akan menetapkan sistem kualifikasi bagi para guru.Semua warga negara China, yang mematuhi konstitusi dan hukum, dan memiliki minat dalam bidang pendidikan, serta memiliki karakter, ideologis dan moral yang sehat, memiliki catatan kualifikasi dari sekolah resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini atau yang telah lulus dalam ujian kualifikasi guru nasional, memiliki pendidikan dan kemampuan mengajar yang baik, dan setelah lolos kualifikasi lainnya, berhak untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru.
Setiap Warga yang tidak memilik catatan resmi untuk guru kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, harus mengikuti ujian kualifikasi guru untuk memperoleh kualifikasi resmi sebagai seorang guru. Sistem ujian kualifikasi guru nasional akan ditentukan oleh Dewan Negara.
Departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara akan bekerja melakukan langkah-langkah transisi pada kualifikasi bagi para guru yang sebelum berlakunya Undang-undang ini, telah mengajar di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, tetapi tidak memiliki catatan dari sekolah formal sebagai diatur dalam Undang-undang ini.
Kualifikasi bagi guru di sekolah dasar dan menengah harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen administrasi dari pemerintah daerah setempat atau di atas tingkat kabupaten. Kualifikasi bagi para guru di sekolah menengah kejuruan dan sekolah teknik harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen yang kompeten terkait, di bawah naungan departemen administrasi pendidikan dari pemerintah daerah stempat pada atau di atas tingkat kabupaten. Kualifikasi untuk guru reguler lembaga pendidikan tinggi harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara, atau provinsi, daerah otonom, atau kotamadya langsung di bawah Pemerintah Pusat, atau dengan sekolah yang telah disahkan oleh departemen tersebut.
Jika seorang warga negara yang memiliki catatan resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, atau yang telah lulus kualifikasi ujian nasional keguruan, meminta departemen terkait untuk mengevaluasi dan menyetujui kualifikasi bagi para guru tersebut, departemen terkait harus memberikan evaluasi dan persetujuan sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam Undang-undang ini. Para guru baru harus menjalani periode percobaan terlebih dahulu, sebelum memiliki kualifikasi resmi menjadi seorang guru.
Mereka yang telah kehilangan hak-hak politik atau sedang menjalani pidana penjara atau hukuman yang lebih berat atas kejahatan yang disengaja tidak akan diperbolehkan untuk mendapatkan kualifikasi bagi guru; dan mereka yang telah memperoleh kualifikasi untuk guru akan kehilangan kualifikasi tersebut.
Para lulusan sekolah keguruan pada berbagai tingkatan harus terlibat dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Negara. Negara harus melembagakan sistem gelar profesional bagi guru. Langkah-langkah khusus akan dikelola dan diimplementasikan oleh Dewan Negara.
Sekolah dan lembaga pendidikan lainnya secara bertahap akan menetapkan sistem pengangkatan bagi guru. Pengangkatan guru harus didasarkan pada prinsip kesetaraan antara kedua belah pihak. Sekolah dan guru akan menandatangani kontrak perjanjian yang akan mendefinisikan hak masing-masing, kewajiban dan tanggung jawab. Langkah-langkah untuk menerapkan sistem pendaftaran bagi para guru harus dirumuskan oleh departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara.

3.    Gaji dan Tunjangan guru
Gaji guru juga diatur oleh pemerintah dengan mengikuti landasan dan asas dari Teacher’s Law dari Bab VI – Bab VII, pasal 25 – pasal 34, seperti di bawah ini :
Rata-rata gaji Guru tidak akan lebih rendah atau mungkin lebih tinggi dari pegawai negeri Negara dan harus dinaikkan secara bertahap. Sebuah sistem untuk promosi dan sistematik kenaikan gaji yang teratur harus ditetapkan, dan langkah-langkah khusus itu harus dirumuskan oleh Dewan Negara.
Guru sekolah dasar, menengah dan sekolah kejuruan harus menikmati tunjangan yang sepadan dengan kontribusi waktu pengajaran mereka, dan langkah-langkah khusus itu harus dirumuskan oleh departemen administrasi pendidikan dan departemen terkait lainnya di bawah Dewan Negara.
Pemerintah daerah setempat di berbagai tingkatan harus memberikan subsidi untuk guru dan para lulusan dari sekolah menengah kejuruan atau dari sekolah teknik tinggi yang bersedia untuk terjun dan melibatkan diri dalam pendidikan dan pengajaran di daerah yang dihuni oleh etnis minoritas nasional atau di daerah terpencil dan miskin.

Pemerintah daerah setempat di berbagai tingkat dan departemen terkait di bawah Dewan Negara harus memberikan prioritas dan perlakuan istimewa untuk prosedur konstruksi, penyewaan dan penjualan rumah untuk para guru di daerah perkotaan.

Pemerintah di tingkat kabupaten dan kecamatan harus memberikan kenyamanan bagi guru sekolah dasar dan menengah di daerah pedesaan dalam memecahkan masalah tempat tinggalnya.
Guru akan menikmati perlakuan yang sama seperti pegawai negeri negara dalam perawatan medis. Mereka harus diberikan cek up kesehatan rutin dan harus menikmati izin istirahat dan penyembuhan yang diatur dalam prosedur yang seharusnya. Lembaga medis akan memberikan kemudahan dalam perawatan medis bagi para guru. Setelah pensiun atau berhenti bekerja, guru akan menikmati keuntungan materi seperti yang telah ditentukan oleh Negara.
Pemerintah setempat atau di atas tingkat kabupaten dapat meningkatkan rasio pensiun untuk pensiunan guru sekolah dasar dan menengah yang telah lama bergerak dan berkontribusi di bidang pendidikan dan pengajaran.
Pemerintah di berbagai tingkatan harus mengadopsi langkah-langkah untuk meningkatkan keuntungan material dari guru yang dibayar melalui dana setempat dan secara bertahap memastikan bahwa guru tersebut menerima upah yang sama seperti guru yang dibayar dan disubsidi oleh negara. Untuk langkah dan prosedur secara spesifik harus dirumuskan oleh pemerintah di berbagai tingkatan tergantung kepada kondisi setempat. Sedangkan, Keuntungan material dari guru di sekolah swasta akan diatur menurut ketentuan sekolah itu sendiri.
Guru yang telah memberi kontribusi dan hasil yang signifikan dalam pendidikan dan pengajaran, baik dalam pelatihan personil, dalam penelitian ilmiah, pendidikan reformasipembangunan sekolahpelayanan sosial dan pekerjaan-program studi wajib diberikan penghargaan terkait oleh sekolah-sekolah yang memperkerjakan mereka. Guru yang telah membuat kontribusi yang signifikan harus diberikan penghargaan tertentu oleh pemerintah setempat di berbagai tingkatan dan departemen terkait di bawah mereka yang diatur oleh dewan negara. Guru yang telah membuat kontribusi yang besar harus diberikan gelar kehormatan sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Negara.
Negara harus mendorong dan mendukung baik individu maupun organisasi-organisasi sosial untuk mendonasikan uang kepada yayasan yang didirikan menurut. Dana dari yayasan ini nantinya akan disumbangkan terhadap para guru sebagai bentuk penghargaan.
Dikarenakan kondisi kemajuan pendidikan di China yang beraneka ragam dan juga tingkat kesenjangan yang tinggi, oleh karena itu gaji guru pun sangat bervariasi untuk setiap daerah. Dalam beberapa tahun belakangan ini, pemerintah terus meningkatkan gaji dan tarif hidup guru seiring dengan kemajuan perkembangan ekonomi di negaranya. Khususnya, untuk guru yang rela untuk mengajar di daerah barat, tunjangan yang diberikan juga semakin besar setiap tahunnya.

4.    Pangkat dan Karir guru
Berikut di bawah adalah jenjang karir dan pangkat guru untuk setiap levelnya masing-masing :
Pangkat guru untuk pendidikan TK (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan dasar grade 3
b)    Guru pendidikan dasar grade 2
c)    Guru pendidikan dasar grade 1 (sekretaris)
d)    Guru pendidikan dasar tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat dasar
f)     Guru pendidikan dasar special
Pangkat guru untuk pendidikan SD (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan SD biasa
b)    Guru pendidikan SD grade 2
c)    Guru pendidikan SD grade 1
d)    Guru pendidikan SD tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat menengah
f)     Guru pendidikan SD special
Pangkat guru untuk pendidikan menengah kejuruan (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan SMK biasa
b)    Asisten guru pendidikan SMK
c)    Guru pendidikan SMK tingkat tinggi
d)    Guru pendidikan SMK spesial
Pangkat guru untuk pendidikan SMP (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan menengah biasa
b)    Guru pendidikan menengah grade 2
c)    Guru pendidikan menengah grade 1
d)    Guru pendidikan menengah tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat sekretaris
f)     Guru pendidikan menengah special
Pangkat guru untuk pendidikan tinggi/universitas (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Asisten dosen
b)    Lecturer
c)    Associate Professor
d)    Professor
Untuk dapat naik pangkat, setiap guru harus memenuhi kredit tertentu terlebih dahulu, kredit tersebut dapat diperoleh melalui banyak jalur. Di antaranya adalah melalui : pengalaman selama mengajar, nilai tinggi dalam evaluasi sekolah, lolos dalam ujian kenaikan pangkat dan juga keikutsertaan akan pembinaan guru. Biasanya untuk dapat naik satu pangkat, seorang guru memerlukan paling sedikit 2 tahun, dan bisa mencapai 5 tahun untuk tingkat tertentu.
Sekolah atau lembaga pendidikan lainnya harus melakukan penilaian terhadap kesadaran politik para guru dan tingkat ideologis, tingkat profesionalitas, etos kerja dan performa mereka. Departemen administrasi pendidikan akan membimbing dan mengawasi pekerjaan akan penilaian untuk para guru.
Penilaian dilakukan dengan cara objektif, adil dan akurat. Dalam proses penilaian, pendapat dari guru sendiri, rekan-rekan dan siswa harus dipertimbangkan penuh. Hasil penilaian nantinya akan menjadi patokan dalam pengangkatan guru dan pembayaran imbalan serta penjatuhan hukuman yang terkait.
Dalam jenjang karir guru di China, kepala sekolah bukanlah pangkat teratas. Bagi seorang guru pada pendidikan tertentu, misalnya professor dalam pendidikan universitas, mereka tidak bisa mengalami kenaikan pangkat lagi dalam stratanya. Jika yang berkenan ingin menjadi kepala sekolah, keputusan pusat akan diambil oleh pemerintah daerah yang ditugasi oleh pemerintah dalam menangani instansi pendidikan terkait.

C.   Pengembangan Profesi Guru
Guru adalah kekuatan utama perubahan pendidikan yang signifikan dan peran aktif dalam reformasi kurikulum. Dalam memfasilitasi dan melaksanakan kurikulum berpusat pada peserta didik dan proses belajar-mengajar, peran guru tidak berkurang, tetapi diintensifkan dalam bentuk yang berbeda.
Salah satu tujuan dari pelaksanaan kurikulum di China adalah "untuk mengubah implementasi kurikulum dari over-penekanan pada pembelajaran reseptif, dari menghafal dan pengulangan ke bentuk siswa berpartisipasi aktif, praktikum termotivasi ke mengalami sendiri, dan mengembangkan peserta didik dalam hal mengumpulkan dan pengolahan informasi, memperoleh pengetahuan baru, pemecahan masalah dan komunikasi-kerjasama ".
Sementara itu perubahan dalam "proses belajar mengajar" menjadi fokus dari kurikulum, dimana guru diberi mandat untuk memfasilitasi pembelajaran aktif dan mandiri, untuk berinteraksi secara aktif dengan murid dan berkembang seiring dengan mereka, untuk menghormati kepribadian murid dan perbedaan individu dalam pertemuan kebutuhan belajar mereka beragam, untuk menciptakan lingkungan pendidikan bagi partisipasi aktif peserta didik dan kedua sikap dan kapasitas dalam menerapkan pengetahuan yang dipelajari, dan akhirnya untuk memungkinkan setiap peserta didik untuk mengembangkan / potensi nya sebagai manusia seutuhnya.
Dalam mencapai tujuan-tujuan kurikulum dimaksudkan, guru diharapkan menjadi peserta aktif selama proses perubahan kurikulum, menjadi penyambung lidah dari filosofi dan prinsip-prinsip kurikulum dimaksudkan, untuk menjadi pelaksana yang efektif dalam perubahan kurikulum yang direncanakan, dan menjadi evaluator prestasi peserta didik.
Guru juga berkewajiban untuk menerapkan teknologi informasi sebagai alat pembelajaran yang kuat dan mengintegrasikan mereka dengan pedagogi dalam proses belajar mengajar untuk perubahan dalam isi pengajaran, gaya belajar dan interaksi guru-murid.
Pelatihan dan pengembangan profesional guru dengan demikian telah menjadi prasyarat dan kata kunci dalam proses pelaksanaan kurikulum. Praktek-praktek inovatif yang sukses dalam membangun kapasitas guru untuk pelaksanaan kurikulum telah meliputi:
1.    Pelatihan guru di tingkat lokal dan nasional
Kementerian Pendidikan membuat kebijakan yaitu seorang guru harus melalui pelatihan sebelum menduduki jabatannya atau pekerjaan, dan tanpa melalui pelatihan yang dibutuhkan guru tidak diperkenankan menduduki jabatannya atau pekerjaan.
2.    Mengembangkan sistem kelembagaan berbasis Sekolah Berbasis Proyek Pengajaran-Penelitian (School-based research-teaching),
Sistem kelembagaan ini telah memainkan peran besar dalam membimbing guru untuk refleksi diri pada praktek pengajaran mereka, untuk memecahkan masalah melalui penelitian tindakan, dan untuk pengembangan guru melalui pembelajaran profesional.
Penelitian tindakan berbasis sekolah guru bertujuan untuk membuat lembaga pusat praktek guru profesional dan perubahan kurikulum. Melalui upaya individu maupun kolektif, penelitian berbasis sekolah telah menyebabkan perubahan besar dan perbaikan dalam pelaksanaan kurikulum, pengembangan profesi guru, dan rekonstruksi budaya sekolah seperti:
  1. mengubah kehidupan profesional guru;
  2. meningkatkan hubungan guru-mitra;
  3. mengubah budaya sekolah dan etos kerja dari berpusat ke guru menjadi berpusat ke  siswa, dan
  4. mengubah struktur organisasi sekolah untuk membuat sekolah sebagai sebuah organisasi yang benar-benar belajar dan menjadi komunitas belajar
.
3.    Pengorganisasian Jaringan Penelitian Guru berbasis Internet dan Pelatihan Jarak jauh
Dalam memanfaatkan potensi besar teknologi informasi-komunikasi sebagai alat belajar mengajar, sebagai sumber daya pendidikan, dan sebagai alat perubahan pendidikan, pemerintah China melakukan investasi besar dalam menerapkan Sekolah Pedesaan Jarak jauh modern dengan total investasi sebesar satu miliar Yuan RMB (setara dengan lebih dari USD $ 14.000.000) untuk melengkapi 6 sekolah pedesaan dengan CD pembelajaran, pengajaran sistem satelit, dan ruang komputer, sehingga memberikan sumbangan bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. Selain menggunakan peralatan canggih untuk melakukan pendidikan dan pelatihan jarak jauh guru berbasis internet kementerian Pendidikan juga melalui pusat Kurikulum Pendidikan Dasar mengembangkan Textbook berbasis web gratis dalam membimbing guru dalam pengembangan profesional guru.
Lokakarya Pelatihan Jarak jauh  menfasilitasi pendistribusian sumber belajar sesuai kurikulum, melalui on-line modul presentasi dan interaksi off-line untuk dialog dan diskusi serta tukar menukar rencana pelajaran secara elektronik.
Internet memudahkan pelatihan guru secara online dan memberikan kesempatan pada guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Hasil dari survei kuesioner untuk evaluasi Pelatihan online tersebut menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari 90%. Selama jangka pelatihan pendek yaitu 15 hari lebih dari 10.000 peserta mempublikasikan 870,000 makalah, tingkat kunjungan halaman situs web pelatihan dalam sehari melampaui 1 juta pengunjung.besar satu miliar Yuan RMB PEMBINAAN PROFESI GURU CHINA
Oleh: Chaerun Anwar


A.   Kondisi Pendidikan Keguruan Di China
Di negeri China guru atau para pengajar mendapat tempat yang penting sekali dalam penghidupan. Dengan mendapatkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, membuat sistem pendidikan keguruan di China meningkat. Budaya Confisius sendiri berperan penting dalam membentuk karakteristik orang China yang menghormati akan para guru. Sehingga para guru tidak ayal mendapatkan posisi dan strata yang penting dan mendapatkan kehormatan di negeri tirai bambu tersebut. 
Pendidikan guru adalah salah satu elemen penting dari sistem pendidikan sosialis di China. Pendidikan guru menjadi salah satu tulang punggung dalam kemajuan pendidikan di China selama 50 tahun terakhir. Perhatian lebih telah ditunjukkan pemerintah dalam bentuk kebijakan sebagai bentuk keseriusan mereka dalam membangun kualitas dan mutu guru bertaraf internasional. China telah berhasil membangun sistematik pendidikan yang dewasa di berbagai level dan berbagai tipe untuk pendidikan keguruan. Sistem tersebut juga sangat cocok dengan situasi dan kondisi para guru di negerinya. Di China juga sudah tersedia institusi pelatihan guru dan sistematik regulasi lainnya yang bertaraf internasional.

Pendidikan guru di China ini dibagi dan dikelompokkan menjadi 2 bagian, yakni : pre-service education dan in-service training. Di antaranya untuk pre-service training, Program 4 tahun di institusi pelatihan guru termasuk di dalamnya adalah program universitas keguruan dan institute. Program 3 tahun termasuk di dalamnya adalah program training colleges dan Sekolah pelatihan guru menengah. Instansi pendidikan ini memberikan pelatihan yang layak terhadap guru-guru untuk level-level sekolah Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruaan, Universitas dan yang lainnya. In-service training  juga menyediakan instansi khusus untuk pelatihan guru-guru di pendidikan sekolah.

Program pelatihan para guru juga mendapat ruang khusus dalam perhatian dan konsentrasi pemerintah. Banyaknya program-program yang disediakan, seperti : TV Program, Kelas Malam, Ujian Online dan masih banyak lagi merupakan sebagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan mutu guru-guru di negerinya.

Berikut di bawah adalah data statistik yang didapat pada tahun 2013 mengenai instansi keguruan di China :






Jumlah Instansi
Rekrutmen
Murid Baru
Murid yang lulus
Jumlah Guru
Institut atau Universitas keguruan
229
693.600
251.100
196.800
76.600
Instansi keguruan menegah
875
921.100
319.300
3.058.000
6.340
Instansi pendidikan resmi lainnya
190
212.000
82.200
66.200
18.700
Pusat pembinaan guru
2.087
371.000
121.600
168.200
46.300
Sumber : www.edu.cn


Dan melalui reformasi yang terus digalang oleh pemerintah China, kualitas dan mutu pendidikan keguruan di China terus meningkat setiap tahun. Tercatat dari tahun 1999 sampai tahun 2013, jumlah institut atau universitas keguruan di China meningkat dari 87 instansi menjadi 94 instansi, sedangkan sekolah spesialis keguruan dikurangi dan digabung dari 110 menjadi 48 instansi saja. Tamatan dari pendidikan keguruan ini juga meningkat jumlahnya, dari 53 ribu di tahun 1999 menjadi 240 ribu di tahun 2013.

Jumlah guru yang meningkat secara signifikan dari tahun 1996 ke tahun 2013 juga menjadi salah satu tolak ukur akan kemajuan kualitas, mutu dan juga minat rakyat China terhadap pendidikan keguruan. Total guru di China pada tahun 2013 berjumlah 10,4 juta orang. Di antaranya, guru sekolah dasar berjumlah 5 juta orang, guru sekolah menengah pertama berjumlah 3,4 juta orang dan guru sekolah menengah atas berjumlah 1,3 juta orang.

1.    Pendidikan PRE-SERVICE
Pendidikan pre-service modern di China dimulai pada tahun 1952, ketika PKC mulai mereformasi sistematik pendidikan keguruan di China untuk pertama kalinya. Selain itu pemerintah juga mengadakan kursus pelatihan untuk guru-guru secara besar-besaran.  Reformasi untuk sistematik pendidikan keguruan tercatat dilakukan pemerintah China sebanyak 4 kali, yaitu : tahun 1952, 1960, 1976 dan yang terakhir adalah tahun 1980.
Pada tahun 1952, pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan pre-service dalam bentuk draft resmi untuk yang pertama kalinya, di dalamnya termasuk juga ringkasan dari mata pelajaran yang harus diikuti, jumlah murid, jurusan yang dibuka dan hal-hal administratif lainnya.
Pada tahun 1960 – 1978, revolusi budaya agung menghancurkan sistematik pendidikan China saat itu. UMPTC singkatan dari Ujian Masuk Perguruan Tinggi China diberhentikan, program kuliah juga dihentikan, dan segenap warga diajak terjun ke kancah politik untuk merevisi ideologi mereka saat itu. Dunia pendidikan China memasuki era paling suram semenjak era Republik.
Pada tahun 1978, barulah sistem UMPTC dipulihkan, dan pendidikan modern China yang sempat berhenti selama kurun waktu nyaris 20 tahun kembali bergulir kembali. Lewat reformasi yang digalakkan oleh Deng Xiaoping, China memgeluarkan kebijakan pengembangan pendidikan menuju era pendidikan modern dalam upayanya mengejar ketinggalan dari negara barat. Pada tahun 2008, Chairman Hu Jintao menetapkan moto “pengembangan pendidikan berkelanjutan” yang mengajak China untuk  berkonsentrasi membenahi pendidikan dalam upaya untuk memajukan bangsa. Jumlah murid pun terus bertambah setiap tahunnya.
a.    Mata Kuliah
Pada tahun 1980, pemerintah mengumumkan reformasi untuk mata kuliah yang akaan diangkat dalam program pre-service education, reformasi tersebut memiliki ketentuan sebagai berikut :
-          Seluruh sistematik materi pelajaran pre-service education di China harus mengedepankan pendidikan ideologi, menjunjung tinggi teori Marxis dan teori Maoism serta berada di bawah garis pembangunan sosialis komunis pemerintah.
-          Masa belajar pre-service education di seluruh institut dan perguruan tinggi China adalah 3 sampai 4 tahun, tergantung dengan jurusannya masing-masing.
-          Materi pelajaran wajib dan menjadi subyek kunci dalam pre-service education, diantaranya adalah : sastra, matematika, ilmu politik dan pendidikan budaya.

b.    Lembaga Pendidikan Pre-service di China
Pendidikan Pre-service adalah pelatihan yang diwajibkan oleh pemerintah China untuk proses pelatihan dan seleksi seorang guru. Lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah dalam mengatur program Pre-service education di China dibagi menjadi 2, yaitu : institut atau universitas keguruan dan intansi pendidikan resmi lainnya. Instansi atau universitas keguruan sendiri dibagi menjadi 2, yaitu : instansi keguruan tinggi dan instansi keguruan menengah. Instansi keguruan tinggi meliputi 4 instansi, yaitu : universitas keguruan, institut atau college keguruan, sekolah keguruan untuk kejuruan, sekolah spesialis diploma keguruan dan sekolah spesialis diploma keguruan untuk kejuruan. Sedangkan instansi keguruan menengah dibagi menjadi 2, yaitu : sekolah keguruan menengah umum dan sekolah keguruan menengah luar biasa. Instansi pendidikan resmi lainnya di China meliputi 2 instansi, yaitu : kursus keguruan umum dan kursus keguruan untuk kejuruan.
Berikut di bawah adalah daftar nama universitas dan nilai  universitas keguruan terbaik di China :
Peringkat
Nama
Nilai
1
Beijing Normal University
A++
2
Huadong Normal University
A++
4
Huanan Normal University
A++
6
Nanjing Normal University
A++
8
Huazhong Normal University
A++
10
Dongbei Normal University
A+
11
Xibei Normal University
A+
12
Zhejiang Normal University
A+
13
Shaanxi Normal University
A+
14
Capital Normal University
A+
15
Hunan Normal University
A+
16
Liaoning Normal University
A
20
Tianjin Normal University
A

*Daftar di atas adalah peringkat universitas hanya atas penilaian dari pendidikan keguruan, bukan pada pendidikan keseluruhannya.

c.    Perkembangan dan Prospek
Menurut keadaan dan situasi pendidikan di China pada saat ini dan juga melihat situasi perkembangan dan iklim dari perkembangan pendidikan di dunia, menurut para pakar China, perkembangan dan prospek pendidikan keguruan di China akan menunjukkan kerangka sebagai berikut :
1)    Kesenjangan daerah barat dan timur akan semakin berkurang
Dikarenakan dengan luas wilayah yang besar, jumlah penduduk yang sangat padat dan juga kesenjangan yang terjadi antara daerah barat dengan daerah timur, tingkat pendidikan keguruan di setiap daerah China juga sangat berbeda. Banyak sekali kualitas pendidikan keguruan di wilayah barat yang masih di bawah rata-rata. Di kedepannya, pemerintah akan lebih berkonsentrasi untuk menyeimbangkan dan mengatasi kesenjangan ini, dan bukan lagi terus memajukan kualitas pendidikan keguruan di daerah timur dengan fokus yang seperti dulu.
2)    Metode dalam pendidikan pengajaran akan makin terbuka dan bervariasi
Metode pengajaran yang dulu diajarkan oleh China adalah meniru metode pengajaran Uni Soviet. Seiring dengan runtuhnya Uni Soviet dan menanjaknya Amerika Serikat. Metode pengajaran yang diajarkan oleh China sedikit banyak meniru metode dari Amerika Serikat. Akan tetapi, seiring dengan semakin pesatnya kemajuan yang digapai China dalam segala aspek, China mulai mengembangkan metode pengajaran yang cocok dengan budaya dan adat istiadat negara itu sendiri. Para pakar memperkirakan, metode yang digunakan untuk ke depannya akan semakin terbuka dan semakin bervariasi.
3)    Guru-guru akan semakin professional
Profesi guru adalah profesi khusus, dan dibutuhkan teori, etika moral tinggi dan keterampilan khusus untuk mengajar. Saat ini pemerintah sedang fokus dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dari para guru yang ada. Kualifikasi untuk para guru pun semakin ketat setiap tahunnya. Syarat dan ketentuan yang dibutuhkan terus meningkat, sehingga guru-guru yang mengajar benar-benar adalah guru yang memiliki tingkat kualitas dan potensi yang besar.
4)    Ideologi dan pengertian akan pendidikan terus direformasi
Sejak tahun 1960, belajar seumur hidup telah menjadi tren pendidikan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir,  integrasi China dalam teori dan praktek pendidikan guru terus dieksplorasi. Pengertian dan ideologi bahwa tamatan sarjana keguruan lebih rendah daripada sarjana biasa akan berubah. Seiring dengan banyaknya kebijakan pemerintah yang melindungi dan juga memberikan keuntungan tersendiri terhadap tamatan jurusan keguruaan, masyarakat diyakin pelan-pelan akan mulai menghargai strata dari pendidikan keguruan.
5)    Mata kuliah dan kurikulum semakin terorganisir
Dilihat dari kurikulum pendidikan, pendidikan keguruan China memiliki subyek utama dengan proporsi hanya 15%, sementara subyek pilihan melampui lebih dari 60-70% Selain itu fokus pelajaran dulunya hanya terfokus pada pendidikan ideologi dan pendidikan budaya, sedikit sekali pelajaran sains yang diperhatikan selain matematika. Kesempatan magang yang diperopleh pun dirasa sangat kurang. Hal ini pula yang menyebabkan mengapa pendidikan keguruan menjadi kehilangan pasarnya dalam beberapa tahun belakangan ini.
Pemerintah merasa perlu untuk mereformasi kurikulum pelajaran yang ada. Dengan mengikuti perkembangan zaman, pemerintah merasa harus memasukkan pelajaran sains dan teknologi agar para guru semakin mendapatkan kualifikasi yang cukup untuk menjadi seorang guru. Selain itu proporsi subyek utama pun akan semakin diperbesar, sehingga kurikulum semakin terorganisir. Nantinya mata kuliah, kurikulum akan semakin terpusat dan semakin menonjolkan kelebihan dan karakteristik pendidikan keguruan itu sendiri.
2.    Pendidikan IN SERVICE
Pendidikan In-service adalah pendidikan yang wajib dilakukan oleh setiap guru untuk mempertahankan jenjang karirnya. Lewat Pendidikan In-service pulalah, guru baru bisa mendapatkan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji. Oleh karena itu, peran yang dimainkan instansi yang mengurus in service education sangatlah besar.
Sebagai catatan, Pendidikan in-service adalah program yang wajib diambil oleh para guru. Selain itu, Para guru yang ingin mendapatkan kenaikan strata, pangkat dan kenaikan gaji, Pendidikan In-service adalah jalan satu-satunya yang dibutuhkan. Akan tetapi, terlepas guru terkait mengikuti program pendidikan in-service atau tidak, mereka tetap harus mengikuti evaluasi akhir tahun untuk mempertahankan statusnya sebagai guru.
a.    Fungsi Pendidikan In-Service
Fungsi dari pendidikan in-service di China adalah :
1. Sebagai bentuk dari evaluasi guru setiap tahun dan dalam wujud untuk mempertahankan kualifikasi seorang guru
2. Sebagai salah satu sarana dari guru untuk mendapatkan promosi pangkat
3. Sebagai salah satu sarana dari guru untuk mendapatkan promosi gaji
4. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu guru dalam upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keguruan di China.

b.    Institusi Penyelenggara
Lembaga yang menangani urusan Pendidikan In-service di China dibagi menjadi 2, yakni : instansi pembinaan guru tinggi dan instansi lainnya.Instansi pembinaan guru tinggi sendiri dibagi menjadi 23, yakni : Instansi pembinaan guru tinggi tingkat propinsi, instansi pembinaan guru tinggi tingkat kabupaten dan instansi pembinaan guru tinggi tingkat daerah. Instansi lainnya dibagi menjadi 2, yakni : pusat pembinaan guru swasta, dan self-examination center.
Seluruh lembaga tersebut mendapatkan pengakuan dari pemerintah, dan telah mendapatkan izin resmi dalam membuka kelas kurikulum dengan tujuan pembinaan guru, sehingga dari segi kualitas, instansi di atas memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggung jawabkan. Kualifikasi, kurikulum dan mata pelajaran yang diatur dalam sistematik pembinaan guru diatur oleh sekolah dengan pengawasan dari Dewan Negara di China. Beberepa lembaga bahkan memiliki program kerjasama internasional dengan cara mengirim gurunya keluar negeri untuk mengambil kredit dalam salah satu kurikulum pembinaan tersebut.
c.     Waktu dan mata kuliah
Berhubung dalam program Pendidikan In-service, para guru masih harus melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru, oleh karena itu waktu yang dipilih dalam pembinaan biasanya adalah hari Sabtu dan hari Minggu. Kredit yang akan diambil juga bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan gurunya masing-masing. Pada akhir tahun belakangan ini, pemerintah lebih banyak memberikan otonomi kepada instansi pembinaan guru dalam mengurus administratif pembinaan gurunya. Sehingga, instansi terkait juga lebih bebas dalam mengatur waktunya dengan para guru terkait waktu dan mata kuliah yang ingin diambil.
Secara keseluruhan, Mata kuliah yang harus diambil kurang lebih sama dengan mata kuliah di pre-service education, dalam pembinaan, pelajaran ideologi dan moral menjadi subyek yang paling penting. Kemudian berikutnya, disusul dengan ilmu politik, bahasa dan sastra, psikologi dan pelajaran umum lainnya. Secara keseluruhan, selain penekanan pelajaran ideologi yang menekankan teori Marxisme dan teori Maoism, kurikulum pelajaran pembinaan guru di China tidak beda jauh dengan standar internasional lainnya.

d.    Biaya pembinaan
Terkait masalah pembiyaan pembinaan para guru dalam Pendidikan In-service di China, pemerintah membagi program sebagai berikut :
1)     Program Gratis
Program gratis ini wajib diikuti oleh seluruh guru yang terdaftar resmi di lembaga pendidikan pemerintah. Setiap tahun pemerintah menetapkan kredit minimal yang harus diikuti oleh para guru menurut subyek pengajarannya masing-masing. Seluruh biaya ditanggung oleh pemeritah. Anggaran biaya program gratis ini didukung oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
2)     Program Ekstra
Program ekstra bukanlah program yang wajib diikuti oleh para guru. Biaya yang dikenakan dalam program ekstra ini juga harus dikeluarkan oleh para guru secara individu. Dalam beberapa kasus, biaya program ekstra ini kadang ditanggung oleh instansi tempat guru mengajar atau perusahaan terkait lainnya. Dengan mengikuti program ekstra, para guru akan mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam proses kenaikan strata, pangkat atau kenaikan gaji. Dalam beberapa tahun belakangan, program ekstra banyak disesuaikan dengan program keguruan internasional. Sehingga beberapa program ekstra  di China tidak sedikit yang dikaitkan dan memiliki kerja sama dengan instansi pendidikan luar negeri. Hal ini memungkinkan para guru untuk dikirim ke luar negeri dalam proses pembinaan lebih lanjut.

B.   Rekrutmen Guru
Rekrutmen guru di China resmi dilakukan oleh pemerintah, meskipun dalam pelaksanaannya pemerintah banyak memberikan otonomi kepada setiap sekolah, tetapi beberapa hal utama, seperti masalah kualifikasi dan masalah gaji masih ditangani secara langsung oleh pemerintah pusat. Berikut di bawah adalah beberapa info utama mengenai rekrutmen guru di China :
1.    KualifikasiGuru
Bagi siapapun rakyat di China yang memiliki keinginan dan niat luhur untuk menjadi seorang guru, bisa mengajukan pendaftaran tanpa terkecuali. Dengan batas umur yang ditentukan dan juga kualifikasi lainnya yang tertulis di “Teacher’s Law”. Berikut di bawah adalah infonya :
Seperti diatur dalam Teacher’s Law Pasal 11, Untuk memperoleh kualifikasi sebagai seorang guru, para calon harus memiliki catatan resmi terkait mengenai :
1)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru TK, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan TK atau tingkat di atasnya;
2)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru SD, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan tingkat dasar atau tingkat di atasnya;
3)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama, atau guru untuk kursus pengetahuan umum dan program khusus di sekolah kejuruan dasar, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan tingkat atas atau dari pendidikan keguruan dalam sistem perguruan tinggi atau universitas;
4)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah atas, atau guru untuk kursus pengetahuan umum dan program khusus di sekolah kejuruan menengah, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sebuah perguruan tinggi resmi atau dari pendidikan keguruan selama 4 tahun dalam sistem perguruan tinggi atau universitas; Adapun kualifikasi dan penetapan standar untuk menjadi guru di sekolah menengah kejuruan tingkat menengah dan atas atau sekolah teknik akan diatur oleh departemen administratif terkait di bagian pendidikan.
5)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk guru di sebuah lembaga pendidikan tinggi, calon para guru minimal harus menyelesaikan program sarjana atau program pasca sarjana mereka sesuai dengan peraturan terkait;
6)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru untuk pendidikan orang dewasa, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari lembaga pendidikan tinggi, tergantung pada tingkat dan standar dari kategori pendidikan orang dewasa terkait.
Setiap Warga yang tidak memilik catatan resmi untuk guru kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, harus mengikuti ujian kualifikasi guru untuk memperoleh kualifikasi resmi sebagai seorang guru. Sistem ujian kualifikasi guru nasional akan ditentukan oleh Dewan Negara.
Strata
Kualifikasi
Pendidikan TK
lulusan dari sekolah keguruan TK atau tingkat di atasnya
Pendidikan SD
lulusan dari sekolah keguruan tingkat dasar atau tingkat di atasnya
Pendidikan SMP
lulusan dari sekolah keguruan tingkat atas atau dari pendidikan keguruan dalam sistem perguruan tinggi atau universitas
Pendidikan SMA, SMK
lulusan dari sebuah perguruan tinggi resmi atau dari pendidikan keguruan selama 4 tahun dalam sistem perguruan tinggi atau universitas; Adapun kualifikasi dan penetapan standar untuk menjadi guru di sekolah menengah  kejuruan tingkat menengah dan atas atau sekolah teknik akan diatur oleh departemen administratif terkait di bagian pendidikan.
Pendidikan Tinggi
menyelesaikan program sarjana atau program pasca sarjana mereka sesuai dengan peraturan terkait
Pendidikan orang dewasa
lulusan dari lembaga pendidikan tinggi, tergantung pada tingkat dan standar dari kategori pendidikan orang dewasa terkait

Sementara, untuk proses registrasi, para pelamar harus mempersiapkan dan menyediakan beberapa formulir terkait di bawah ini :
  1. KTP asli beserta fotokopinya
  2. Ijasah dan gelar jurusan keguruan beserta fotokopinya;
  3. Mengisi formulir "Identifikasi moral dan ideologi individual", formulir tersebut bisa diminta dari pemerintah tingkat kecamatan.
  4. Mengisi formulir “Kualifikasi resmi guru China";
  5. Sertifikat pemeriksaan fisik asli dan fotokopi, sertifikat tersebut dikeluarkan oleh lembaga perekrutan guru pada tingkat daerah;
  6. Sertifikat kemampuan bahasa mandarin asli dan fotokopinya.
Proses rekrutmen dan kualifkasi seorang guru dilakukan setahun 2 kali, yaitu pada waktu musim semi dan musim gugur.

2.    Badan Perekrut guru
Badan yang bertanggung jawab atas perekrutan guru diatur dalam Teacher’s Law Bab III mengenai masalah kualifikasi dan ketenagakerjaan dari pasal 10 – pasal 17, di antaranya adalah sebagai di bawah berikut :
Negara akan menetapkan sistem kualifikasi bagi para guru.Semua warga negara China, yang mematuhi konstitusi dan hukum, dan memiliki minat dalam bidang pendidikan, serta memiliki karakter, ideologis dan moral yang sehat, memiliki catatan kualifikasi dari sekolah resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini atau yang telah lulus dalam ujian kualifikasi guru nasional, memiliki pendidikan dan kemampuan mengajar yang baik, dan setelah lolos kualifikasi lainnya, berhak untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru.
Setiap Warga yang tidak memilik catatan resmi untuk guru kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, harus mengikuti ujian kualifikasi guru untuk memperoleh kualifikasi resmi sebagai seorang guru. Sistem ujian kualifikasi guru nasional akan ditentukan oleh Dewan Negara.
Departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara akan bekerja melakukan langkah-langkah transisi pada kualifikasi bagi para guru yang sebelum berlakunya Undang-undang ini, telah mengajar di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, tetapi tidak memiliki catatan dari sekolah formal sebagai diatur dalam Undang-undang ini.
Kualifikasi bagi guru di sekolah dasar dan menengah harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen administrasi dari pemerintah daerah setempat atau di atas tingkat kabupaten. Kualifikasi bagi para guru di sekolah menengah kejuruan dan sekolah teknik harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen yang kompeten terkait, di bawah naungan departemen administrasi pendidikan dari pemerintah daerah stempat pada atau di atas tingkat kabupaten. Kualifikasi untuk guru reguler lembaga pendidikan tinggi harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara, atau provinsi, daerah otonom, atau kotamadya langsung di bawah Pemerintah Pusat, atau dengan sekolah yang telah disahkan oleh departemen tersebut.
Jika seorang warga negara yang memiliki catatan resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, atau yang telah lulus kualifikasi ujian nasional keguruan, meminta departemen terkait untuk mengevaluasi dan menyetujui kualifikasi bagi para guru tersebut, departemen terkait harus memberikan evaluasi dan persetujuan sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam Undang-undang ini. Para guru baru harus menjalani periode percobaan terlebih dahulu, sebelum memiliki kualifikasi resmi menjadi seorang guru.
Mereka yang telah kehilangan hak-hak politik atau sedang menjalani pidana penjara atau hukuman yang lebih berat atas kejahatan yang disengaja tidak akan diperbolehkan untuk mendapatkan kualifikasi bagi guru; dan mereka yang telah memperoleh kualifikasi untuk guru akan kehilangan kualifikasi tersebut.
Para lulusan sekolah keguruan pada berbagai tingkatan harus terlibat dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Negara. Negara harus melembagakan sistem gelar profesional bagi guru. Langkah-langkah khusus akan dikelola dan diimplementasikan oleh Dewan Negara.
Sekolah dan lembaga pendidikan lainnya secara bertahap akan menetapkan sistem pengangkatan bagi guru. Pengangkatan guru harus didasarkan pada prinsip kesetaraan antara kedua belah pihak. Sekolah dan guru akan menandatangani kontrak perjanjian yang akan mendefinisikan hak masing-masing, kewajiban dan tanggung jawab. Langkah-langkah untuk menerapkan sistem pendaftaran bagi para guru harus dirumuskan oleh departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara.

3.    Gaji dan Tunjangan guru
Gaji guru juga diatur oleh pemerintah dengan mengikuti landasan dan asas dari Teacher’s Law dari Bab VI – Bab VII, pasal 25 – pasal 34, seperti di bawah ini :
Rata-rata gaji Guru tidak akan lebih rendah atau mungkin lebih tinggi dari pegawai negeri Negara dan harus dinaikkan secara bertahap. Sebuah sistem untuk promosi dan sistematik kenaikan gaji yang teratur harus ditetapkan, dan langkah-langkah khusus itu harus dirumuskan oleh Dewan Negara.
Guru sekolah dasar, menengah dan sekolah kejuruan harus menikmati tunjangan yang sepadan dengan kontribusi waktu pengajaran mereka, dan langkah-langkah khusus itu harus dirumuskan oleh departemen administrasi pendidikan dan departemen terkait lainnya di bawah Dewan Negara.
Pemerintah daerah setempat di berbagai tingkatan harus memberikan subsidi untuk guru dan para lulusan dari sekolah menengah kejuruan atau dari sekolah teknik tinggi yang bersedia untuk terjun dan melibatkan diri dalam pendidikan dan pengajaran di daerah yang dihuni oleh etnis minoritas nasional atau di daerah terpencil dan miskin.

Pemerintah daerah setempat di berbagai tingkat dan departemen terkait di bawah Dewan Negara harus memberikan prioritas dan perlakuan istimewa untuk prosedur konstruksi, penyewaan dan penjualan rumah untuk para guru di daerah perkotaan.

Pemerintah di tingkat kabupaten dan kecamatan harus memberikan kenyamanan bagi guru sekolah dasar dan menengah di daerah pedesaan dalam memecahkan masalah tempat tinggalnya.
Guru akan menikmati perlakuan yang sama seperti pegawai negeri negara dalam perawatan medis. Mereka harus diberikan cek up kesehatan rutin dan harus menikmati izin istirahat dan penyembuhan yang diatur dalam prosedur yang seharusnya. Lembaga medis akan memberikan kemudahan dalam perawatan medis bagi para guru. Setelah pensiun atau berhenti bekerja, guru akan menikmati keuntungan materi seperti yang telah ditentukan oleh Negara.
Pemerintah setempat atau di atas tingkat kabupaten dapat meningkatkan rasio pensiun untuk pensiunan guru sekolah dasar dan menengah yang telah lama bergerak dan berkontribusi di bidang pendidikan dan pengajaran.
Pemerintah di berbagai tingkatan harus mengadopsi langkah-langkah untuk meningkatkan keuntungan material dari guru yang dibayar melalui dana setempat dan secara bertahap memastikan bahwa guru tersebut menerima upah yang sama seperti guru yang dibayar dan disubsidi oleh negara. Untuk langkah dan prosedur secara spesifik harus dirumuskan oleh pemerintah di berbagai tingkatan tergantung kepada kondisi setempat. Sedangkan, Keuntungan material dari guru di sekolah swasta akan diatur menurut ketentuan sekolah itu sendiri.
Guru yang telah memberi kontribusi dan hasil yang signifikan dalam pendidikan dan pengajaran, baik dalam pelatihan personil, dalam penelitian ilmiah, pendidikan reformasipembangunan sekolahpelayanan sosial dan pekerjaan-program studi wajib diberikan penghargaan terkait oleh sekolah-sekolah yang memperkerjakan mereka. Guru yang telah membuat kontribusi yang signifikan harus diberikan penghargaan tertentu oleh pemerintah setempat di berbagai tingkatan dan departemen terkait di bawah mereka yang diatur oleh dewan negara. Guru yang telah membuat kontribusi yang besar harus diberikan gelar kehormatan sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Negara.
Negara harus mendorong dan mendukung baik individu maupun organisasi-organisasi sosial untuk mendonasikan uang kepada yayasan yang didirikan menurut. Dana dari yayasan ini nantinya akan disumbangkan terhadap para guru sebagai bentuk penghargaan.
Dikarenakan kondisi kemajuan pendidikan di China yang beraneka ragam dan juga tingkat kesenjangan yang tinggi, oleh karena itu gaji guru pun sangat bervariasi untuk setiap daerah. Dalam beberapa tahun belakangan ini, pemerintah terus meningkatkan gaji dan tarif hidup guru seiring dengan kemajuan perkembangan ekonomi di negaranya. Khususnya, untuk guru yang rela untuk mengajar di daerah barat, tunjangan yang diberikan juga semakin besar setiap tahunnya.

4.    Pangkat dan Karir guru
Berikut di bawah adalah jenjang karir dan pangkat guru untuk setiap levelnya masing-masing :
Pangkat guru untuk pendidikan TK (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan dasar grade 3
b)    Guru pendidikan dasar grade 2
c)    Guru pendidikan dasar grade 1 (sekretaris)
d)    Guru pendidikan dasar tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat dasar
f)     Guru pendidikan dasar special
Pangkat guru untuk pendidikan SD (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan SD biasa
b)    Guru pendidikan SD grade 2
c)    Guru pendidikan SD grade 1
d)    Guru pendidikan SD tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat menengah
f)     Guru pendidikan SD special
Pangkat guru untuk pendidikan menengah kejuruan (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan SMK biasa
b)    Asisten guru pendidikan SMK
c)    Guru pendidikan SMK tingkat tinggi
d)    Guru pendidikan SMK spesial
Pangkat guru untuk pendidikan SMP (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan menengah biasa
b)    Guru pendidikan menengah grade 2
c)    Guru pendidikan menengah grade 1
d)    Guru pendidikan menengah tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat sekretaris
f)     Guru pendidikan menengah special
Pangkat guru untuk pendidikan tinggi/universitas (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Asisten dosen
b)    Lecturer
c)    Associate Professor
d)    Professor
Untuk dapat naik pangkat, setiap guru harus memenuhi kredit tertentu terlebih dahulu, kredit tersebut dapat diperoleh melalui banyak jalur. Di antaranya adalah melalui : pengalaman selama mengajar, nilai tinggi dalam evaluasi sekolah, lolos dalam ujian kenaikan pangkat dan juga keikutsertaan akan pembinaan guru. Biasanya untuk dapat naik satu pangkat, seorang guru memerlukan paling sedikit 2 tahun, dan bisa mencapai 5 tahun untuk tingkat tertentu.
Sekolah atau lembaga pendidikan lainnya harus melakukan penilaian terhadap kesadaran politik para guru dan tingkat ideologis, tingkat profesionalitas, etos kerja dan performa mereka. Departemen administrasi pendidikan akan membimbing dan mengawasi pekerjaan akan penilaian untuk para guru.
Penilaian dilakukan dengan cara objektif, adil dan akurat. Dalam proses penilaian, pendapat dari guru sendiri, rekan-rekan dan siswa harus dipertimbangkan penuh. Hasil penilaian nantinya akan menjadi patokan dalam pengangkatan guru dan pembayaran imbalan serta penjatuhan hukuman yang terkait.
Dalam jenjang karir guru di China, kepala sekolah bukanlah pangkat teratas. Bagi seorang guru pada pendidikan tertentu, misalnya professor dalam pendidikan universitas, mereka tidak bisa mengalami kenaikan pangkat lagi dalam stratanya. Jika yang berkenan ingin menjadi kepala sekolah, keputusan pusat akan diambil oleh pemerintah daerah yang ditugasi oleh pemerintah dalam menangani instansi pendidikan terkait.

C.   Pengembangan Profesi Guru
Guru adalah kekuatan utama perubahan pendidikan yang signifikan dan peran aktif dalam reformasi kurikulum. Dalam memfasilitasi dan melaksanakan kurikulum berpusat pada peserta didik dan proses belajar-mengajar, peran guru tidak berkurang, tetapi diintensifkan dalam bentuk yang berbeda.
Salah satu tujuan dari pelaksanaan kurikulum di China adalah "untuk mengubah implementasi kurikulum dari over-penekanan pada pembelajaran reseptif, dari menghafal dan pengulangan ke bentuk siswa berpartisipasi aktif, praktikum termotivasi ke mengalami sendiri, dan mengembangkan peserta didik dalam hal mengumpulkan dan pengolahan informasi, memperoleh pengetahuan baru, pemecahan masalah dan komunikasi-kerjasama ".
Sementara itu perubahan dalam "proses belajar mengajar" menjadi fokus dari kurikulum, dimana guru diberi mandat untuk memfasilitasi pembelajaran aktif dan mandiri, untuk berinteraksi secara aktif dengan murid dan berkembang seiring dengan mereka, untuk menghormati kepribadian murid dan perbedaan individu dalam pertemuan kebutuhan belajar mereka beragam, untuk menciptakan lingkungan pendidikan bagi partisipasi aktif peserta didik dan kedua sikap dan kapasitas dalam menerapkan pengetahuan yang dipelajari, dan akhirnya untuk memungkinkan setiap peserta didik untuk mengembangkan / potensi nya sebagai manusia seutuhnya.
Dalam mencapai tujuan-tujuan kurikulum dimaksudkan, guru diharapkan menjadi peserta aktif selama proses perubahan kurikulum, menjadi penyambung lidah dari filosofi dan prinsip-prinsip kurikulum dimaksudkan, untuk menjadi pelaksana yang efektif dalam perubahan kurikulum yang direncanakan, dan menjadi evaluator prestasi peserta didik.
Guru juga berkewajiban untuk menerapkan teknologi informasi sebagai alat pembelajaran yang kuat dan mengintegrasikan mereka dengan pedagogi dalam proses belajar mengajar untuk perubahan dalam isi pengajaran, gaya belajar dan interaksi guru-murid.
Pelatihan dan pengembangan profesional guru dengan demikian telah menjadi prasyarat dan kata kunci dalam proses pelaksanaan kurikulum. Praktek-praktek inovatif yang sukses dalam membangun kapasitas guru untuk pelaksanaan kurikulum telah meliputi:
1.    Pelatihan guru di tingkat lokal dan nasional
Kementerian Pendidikan membuat kebijakan yaitu seorang guru harus melalui pelatihan sebelum menduduki jabatannya atau pekerjaan, dan tanpa melalui pelatihan yang dibutuhkan guru tidak diperkenankan menduduki jabatannya atau pekerjaan.
2.    Mengembangkan sistem kelembagaan berbasis Sekolah Berbasis Proyek Pengajaran-Penelitian (School-based research-teaching),
Sistem kelembagaan ini telah memainkan peran besar dalam membimbing guru untuk refleksi diri pada praktek pengajaran mereka, untuk memecahkan masalah melalui penelitian tindakan, dan untuk pengembangan guru melalui pembelajaran profesional.
Penelitian tindakan berbasis sekolah guru bertujuan untuk membuat lembaga pusat praktek guru profesional dan perubahan kurikulum. Melalui upaya individu maupun kolektif, penelitian berbasis sekolah telah menyebabkan perubahan besar dan perbaikan dalam pelaksanaan kurikulum, pengembangan profesi guru, dan rekonstruksi budaya sekolah seperti:
  1. mengubah kehidupan profesional guru;
  2. meningkatkan hubungan guru-mitra;
  3. mengubah budaya sekolah dan etos kerja dari berpusat ke guru menjadi berpusat ke  siswa, dan
  4. mengubah struktur organisasi sekolah untuk membuat sekolah sebagai sebuah organisasi yang benar-benar belajar dan menjadi komunitas belajar
.
3.    Pengorganisasian Jaringan Penelitian Guru berbasis Internet dan Pelatihan Jarak jauh
Dalam memanfaatkan potensi besar teknologi informasi-komunikasi sebagai alat belajar mengajar, sebagai sumber daya pendidikan, dan sebagai alat perubahan pendidikan, pemerintah China melakukan investasi besar dalam menerapkan Sekolah Pedesaan Jarak jauh modern dengan total investasi sePEMBINAAN PROFESI GURU CHINA
Oleh: Chaerun Anwar


A.   Kondisi Pendidikan Keguruan Di China
Di negeri China guru atau para pengajar mendapat tempat yang penting sekali dalam penghidupan. Dengan mendapatkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, membuat sistem pendidikan keguruan di China meningkat. Budaya Confisius sendiri berperan penting dalam membentuk karakteristik orang China yang menghormati akan para guru. Sehingga para guru tidak ayal mendapatkan posisi dan strata yang penting dan mendapatkan kehormatan di negeri tirai bambu tersebut. 
Pendidikan guru adalah salah satu elemen penting dari sistem pendidikan sosialis di China. Pendidikan guru menjadi salah satu tulang punggung dalam kemajuan pendidikan di China selama 50 tahun terakhir. Perhatian lebih telah ditunjukkan pemerintah dalam bentuk kebijakan sebagai bentuk keseriusan mereka dalam membangun kualitas dan mutu guru bertaraf internasional. China telah berhasil membangun sistematik pendidikan yang dewasa di berbagai level dan berbagai tipe untuk pendidikan keguruan. Sistem tersebut juga sangat cocok dengan situasi dan kondisi para guru di negerinya. Di China juga sudah tersedia institusi pelatihan guru dan sistematik regulasi lainnya yang bertaraf internasional.

Pendidikan guru di China ini dibagi dan dikelompokkan menjadi 2 bagian, yakni : pre-service education dan in-service training. Di antaranya untuk pre-service training, Program 4 tahun di institusi pelatihan guru termasuk di dalamnya adalah program universitas keguruan dan institute. Program 3 tahun termasuk di dalamnya adalah program training colleges dan Sekolah pelatihan guru menengah. Instansi pendidikan ini memberikan pelatihan yang layak terhadap guru-guru untuk level-level sekolah Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruaan, Universitas dan yang lainnya. In-service training  juga menyediakan instansi khusus untuk pelatihan guru-guru di pendidikan sekolah.

Program pelatihan para guru juga mendapat ruang khusus dalam perhatian dan konsentrasi pemerintah. Banyaknya program-program yang disediakan, seperti : TV Program, Kelas Malam, Ujian Online dan masih banyak lagi merupakan sebagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan mutu guru-guru di negerinya.

Berikut di bawah adalah data statistik yang didapat pada tahun 2013 mengenai instansi keguruan di China :






Jumlah Instansi
Rekrutmen
Murid Baru
Murid yang lulus
Jumlah Guru
Institut atau Universitas keguruan
229
693.600
251.100
196.800
76.600
Instansi keguruan menegah
875
921.100
319.300
3.058.000
6.340
Instansi pendidikan resmi lainnya
190
212.000
82.200
66.200
18.700
Pusat pembinaan guru
2.087
371.000
121.600
168.200
46.300
Sumber : www.edu.cn


Dan melalui reformasi yang terus digalang oleh pemerintah China, kualitas dan mutu pendidikan keguruan di China terus meningkat setiap tahun. Tercatat dari tahun 1999 sampai tahun 2013, jumlah institut atau universitas keguruan di China meningkat dari 87 instansi menjadi 94 instansi, sedangkan sekolah spesialis keguruan dikurangi dan digabung dari 110 menjadi 48 instansi saja. Tamatan dari pendidikan keguruan ini juga meningkat jumlahnya, dari 53 ribu di tahun 1999 menjadi 240 ribu di tahun 2013.

Jumlah guru yang meningkat secara signifikan dari tahun 1996 ke tahun 2013 juga menjadi salah satu tolak ukur akan kemajuan kualitas, mutu dan juga minat rakyat China terhadap pendidikan keguruan. Total guru di China pada tahun 2013 berjumlah 10,4 juta orang. Di antaranya, guru sekolah dasar berjumlah 5 juta orang, guru sekolah menengah pertama berjumlah 3,4 juta orang dan guru sekolah menengah atas berjumlah 1,3 juta orang.

1.    Pendidikan PRE-SERVICE
Pendidikan pre-service modern di China dimulai pada tahun 1952, ketika PKC mulai mereformasi sistematik pendidikan keguruan di China untuk pertama kalinya. Selain itu pemerintah juga mengadakan kursus pelatihan untuk guru-guru secara besar-besaran.  Reformasi untuk sistematik pendidikan keguruan tercatat dilakukan pemerintah China sebanyak 4 kali, yaitu : tahun 1952, 1960, 1976 dan yang terakhir adalah tahun 1980.
Pada tahun 1952, pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan pre-service dalam bentuk draft resmi untuk yang pertama kalinya, di dalamnya termasuk juga ringkasan dari mata pelajaran yang harus diikuti, jumlah murid, jurusan yang dibuka dan hal-hal administratif lainnya.
Pada tahun 1960 – 1978, revolusi budaya agung menghancurkan sistematik pendidikan China saat itu. UMPTC singkatan dari Ujian Masuk Perguruan Tinggi China diberhentikan, program kuliah juga dihentikan, dan segenap warga diajak terjun ke kancah politik untuk merevisi ideologi mereka saat itu. Dunia pendidikan China memasuki era paling suram semenjak era Republik.
Pada tahun 1978, barulah sistem UMPTC dipulihkan, dan pendidikan modern China yang sempat berhenti selama kurun waktu nyaris 20 tahun kembali bergulir kembali. Lewat reformasi yang digalakkan oleh Deng Xiaoping, China memgeluarkan kebijakan pengembangan pendidikan menuju era pendidikan modern dalam upayanya mengejar ketinggalan dari negara barat. Pada tahun 2008, Chairman Hu Jintao menetapkan moto “pengembangan pendidikan berkelanjutan” yang mengajak China untuk  berkonsentrasi membenahi pendidikan dalam upaya untuk memajukan bangsa. Jumlah murid pun terus bertambah setiap tahunnya.
a.    Mata Kuliah
Pada tahun 1980, pemerintah mengumumkan reformasi untuk mata kuliah yang akaan diangkat dalam program pre-service education, reformasi tersebut memiliki ketentuan sebagai berikut :
-          Seluruh sistematik materi pelajaran pre-service education di China harus mengedepankan pendidikan ideologi, menjunjung tinggi teori Marxis dan teori Maoism serta berada di bawah garis pembangunan sosialis komunis pemerintah.
-          Masa belajar pre-service education di seluruh institut dan perguruan tinggi China adalah 3 sampai 4 tahun, tergantung dengan jurusannya masing-masing.
-          Materi pelajaran wajib dan menjadi subyek kunci dalam pre-service education, diantaranya adalah : sastra, matematika, ilmu politik dan pendidikan budaya.

b.    Lembaga Pendidikan Pre-service di China
Pendidikan Pre-service adalah pelatihan yang diwajibkan oleh pemerintah China untuk proses pelatihan dan seleksi seorang guru. Lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah dalam mengatur program Pre-service education di China dibagi menjadi 2, yaitu : institut atau universitas keguruan dan intansi pendidikan resmi lainnya. Instansi atau universitas keguruan sendiri dibagi menjadi 2, yaitu : instansi keguruan tinggi dan instansi keguruan menengah. Instansi keguruan tinggi meliputi 4 instansi, yaitu : universitas keguruan, institut atau college keguruan, sekolah keguruan untuk kejuruan, sekolah spesialis diploma keguruan dan sekolah spesialis diploma keguruan untuk kejuruan. Sedangkan instansi keguruan menengah dibagi menjadi 2, yaitu : sekolah keguruan menengah umum dan sekolah keguruan menengah luar biasa. Instansi pendidikan resmi lainnya di China meliputi 2 instansi, yaitu : kursus keguruan umum dan kursus keguruan untuk kejuruan.
Berikut di bawah adalah daftar nama universitas dan nilai  universitas keguruan terbaik di China :
Peringkat
Nama
Nilai
1
Beijing Normal University
A++
2
Huadong Normal University
A++
4
Huanan Normal University
A++
6
Nanjing Normal University
A++
8
Huazhong Normal University
A++
10
Dongbei Normal University
A+
11
Xibei Normal University
A+
12
Zhejiang Normal University
A+
13
Shaanxi Normal University
A+
14
Capital Normal University
A+
15
Hunan Normal University
A+
16
Liaoning Normal University
A
20
Tianjin Normal University
A

*Daftar di atas adalah peringkat universitas hanya atas penilaian dari pendidikan keguruan, bukan pada pendidikan keseluruhannya.

c.    Perkembangan dan Prospek
Menurut keadaan dan situasi pendidikan di China pada saat ini dan juga melihat situasi perkembangan dan iklim dari perkembangan pendidikan di dunia, menurut para pakar China, perkembangan dan prospek pendidikan keguruan di China akan menunjukkan kerangka sebagai berikut :
1)    Kesenjangan daerah barat dan timur akan semakin berkurang
Dikarenakan dengan luas wilayah yang besar, jumlah penduduk yang sangat padat dan juga kesenjangan yang terjadi antara daerah barat dengan daerah timur, tingkat pendidikan keguruan di setiap daerah China juga sangat berbeda. Banyak sekali kualitas pendidikan keguruan di wilayah barat yang masih di bawah rata-rata. Di kedepannya, pemerintah akan lebih berkonsentrasi untuk menyeimbangkan dan mengatasi kesenjangan ini, dan bukan lagi terus memajukan kualitas pendidikan keguruan di daerah timur dengan fokus yang seperti dulu.
2)    Metode dalam pendidikan pengajaran akan makin terbuka dan bervariasi
Metode pengajaran yang dulu diajarkan oleh China adalah meniru metode pengajaran Uni Soviet. Seiring dengan runtuhnya Uni Soviet dan menanjaknya Amerika Serikat. Metode pengajaran yang diajarkan oleh China sedikit banyak meniru metode dari Amerika Serikat. Akan tetapi, seiring dengan semakin pesatnya kemajuan yang digapai China dalam segala aspek, China mulai mengembangkan metode pengajaran yang cocok dengan budaya dan adat istiadat negara itu sendiri. Para pakar memperkirakan, metode yang digunakan untuk ke depannya akan semakin terbuka dan semakin bervariasi.
3)    Guru-guru akan semakin professional
Profesi guru adalah profesi khusus, dan dibutuhkan teori, etika moral tinggi dan keterampilan khusus untuk mengajar. Saat ini pemerintah sedang fokus dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dari para guru yang ada. Kualifikasi untuk para guru pun semakin ketat setiap tahunnya. Syarat dan ketentuan yang dibutuhkan terus meningkat, sehingga guru-guru yang mengajar benar-benar adalah guru yang memiliki tingkat kualitas dan potensi yang besar.
4)    Ideologi dan pengertian akan pendidikan terus direformasi
Sejak tahun 1960, belajar seumur hidup telah menjadi tren pendidikan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir,  integrasi China dalam teori dan praktek pendidikan guru terus dieksplorasi. Pengertian dan ideologi bahwa tamatan sarjana keguruan lebih rendah daripada sarjana biasa akan berubah. Seiring dengan banyaknya kebijakan pemerintah yang melindungi dan juga memberikan keuntungan tersendiri terhadap tamatan jurusan keguruaan, masyarakat diyakin pelan-pelan akan mulai menghargai strata dari pendidikan keguruan.
5)    Mata kuliah dan kurikulum semakin terorganisir
Dilihat dari kurikulum pendidikan, pendidikan keguruan China memiliki subyek utama dengan proporsi hanya 15%, sementara subyek pilihan melampui lebih dari 60-70% Selain itu fokus pelajaran dulunya hanya terfokus pada pendidikan ideologi dan pendidikan budaya, sedikit sekali pelajaran sains yang diperhatikan selain matematika. Kesempatan magang yang diperopleh pun dirasa sangat kurang. Hal ini pula yang menyebabkan mengapa pendidikan keguruan menjadi kehilangan pasarnya dalam beberapa tahun belakangan ini.
Pemerintah merasa perlu untuk mereformasi kurikulum pelajaran yang ada. Dengan mengikuti perkembangan zaman, pemerintah merasa harus memasukkan pelajaran sains dan teknologi agar para guru semakin mendapatkan kualifikasi yang cukup untuk menjadi seorang guru. Selain itu proporsi subyek utama pun akan semakin diperbesar, sehingga kurikulum semakin terorganisir. Nantinya mata kuliah, kurikulum akan semakin terpusat dan semakin menonjolkan kelebihan dan karakteristik pendidikan keguruan itu sendiri.
2.    Pendidikan IN SERVICE
Pendidikan In-service adalah pendidikan yang wajib dilakukan oleh setiap guru untuk mempertahankan jenjang karirnya. Lewat Pendidikan In-service pulalah, guru baru bisa mendapatkan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji. Oleh karena itu, peran yang dimainkan instansi yang mengurus in service education sangatlah besar.
Sebagai catatan, Pendidikan in-service adalah program yang wajib diambil oleh para guru. Selain itu, Para guru yang ingin mendapatkan kenaikan strata, pangkat dan kenaikan gaji, Pendidikan In-service adalah jalan satu-satunya yang dibutuhkan. Akan tetapi, terlepas guru terkait mengikuti program pendidikan in-service atau tidak, mereka tetap harus mengikuti evaluasi akhir tahun untuk mempertahankan statusnya sebagai guru.
a.    Fungsi Pendidikan In-Service
Fungsi dari pendidikan in-service di China adalah :
1. Sebagai bentuk dari evaluasi guru setiap tahun dan dalam wujud untuk mempertahankan kualifikasi seorang guru
2. Sebagai salah satu sarana dari guru untuk mendapatkan promosi pangkat
3. Sebagai salah satu sarana dari guru untuk mendapatkan promosi gaji
4. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu guru dalam upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keguruan di China.

b.    Institusi Penyelenggara
Lembaga yang menangani urusan Pendidikan In-service di China dibagi menjadi 2, yakni : instansi pembinaan guru tinggi dan instansi lainnya.Instansi pembinaan guru tinggi sendiri dibagi menjadi 23, yakni : Instansi pembinaan guru tinggi tingkat propinsi, instansi pembinaan guru tinggi tingkat kabupaten dan instansi pembinaan guru tinggi tingkat daerah. Instansi lainnya dibagi menjadi 2, yakni : pusat pembinaan guru swasta, dan self-examination center.
Seluruh lembaga tersebut mendapatkan pengakuan dari pemerintah, dan telah mendapatkan izin resmi dalam membuka kelas kurikulum dengan tujuan pembinaan guru, sehingga dari segi kualitas, instansi di atas memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggung jawabkan. Kualifikasi, kurikulum dan mata pelajaran yang diatur dalam sistematik pembinaan guru diatur oleh sekolah dengan pengawasan dari Dewan Negara di China. Beberepa lembaga bahkan memiliki program kerjasama internasional dengan cara mengirim gurunya keluar negeri untuk mengambil kredit dalam salah satu kurikulum pembinaan tersebut.
c.     Waktu dan mata kuliah
Berhubung dalam program Pendidikan In-service, para guru masih harus melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru, oleh karena itu waktu yang dipilih dalam pembinaan biasanya adalah hari Sabtu dan hari Minggu. Kredit yang akan diambil juga bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan gurunya masing-masing. Pada akhir tahun belakangan ini, pemerintah lebih banyak memberikan otonomi kepada instansi pembinaan guru dalam mengurus administratif pembinaan gurunya. Sehingga, instansi terkait juga lebih bebas dalam mengatur waktunya dengan para guru terkait waktu dan mata kuliah yang ingin diambil.
Secara keseluruhan, Mata kuliah yang harus diambil kurang lebih sama dengan mata kuliah di pre-service education, dalam pembinaan, pelajaran ideologi dan moral menjadi subyek yang paling penting. Kemudian berikutnya, disusul dengan ilmu politik, bahasa dan sastra, psikologi dan pelajaran umum lainnya. Secara keseluruhan, selain penekanan pelajaran ideologi yang menekankan teori Marxisme dan teori Maoism, kurikulum pelajaran pembinaan guru di China tidak beda jauh dengan standar internasional lainnya.

d.    Biaya pembinaan
Terkait masalah pembiyaan pembinaan para guru dalam Pendidikan In-service di China, pemerintah membagi program sebagai berikut :
1)     Program Gratis
Program gratis ini wajib diikuti oleh seluruh guru yang terdaftar resmi di lembaga pendidikan pemerintah. Setiap tahun pemerintah menetapkan kredit minimal yang harus diikuti oleh para guru menurut subyek pengajarannya masing-masing. Seluruh biaya ditanggung oleh pemeritah. Anggaran biaya program gratis ini didukung oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
2)     Program Ekstra
Program ekstra bukanlah program yang wajib diikuti oleh para guru. Biaya yang dikenakan dalam program ekstra ini juga harus dikeluarkan oleh para guru secara individu. Dalam beberapa kasus, biaya program ekstra ini kadang ditanggung oleh instansi tempat guru mengajar atau perusahaan terkait lainnya. Dengan mengikuti program ekstra, para guru akan mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam proses kenaikan strata, pangkat atau kenaikan gaji. Dalam beberapa tahun belakangan, program ekstra banyak disesuaikan dengan program keguruan internasional. Sehingga beberapa program ekstra  di China tidak sedikit yang dikaitkan dan memiliki kerja sama dengan instansi pendidikan luar negeri. Hal ini memungkinkan para guru untuk dikirim ke luar negeri dalam proses pembinaan lebih lanjut.

B.   Rekrutmen Guru
Rekrutmen guru di China resmi dilakukan oleh pemerintah, meskipun dalam pelaksanaannya pemerintah banyak memberikan otonomi kepada setiap sekolah, tetapi beberapa hal utama, seperti masalah kualifikasi dan masalah gaji masih ditangani secara langsung oleh pemerintah pusat. Berikut di bawah adalah beberapa info utama mengenai rekrutmen guru di China :
1.    KualifikasiGuru
Bagi siapapun rakyat di China yang memiliki keinginan dan niat luhur untuk menjadi seorang guru, bisa mengajukan pendaftaran tanpa terkecuali. Dengan batas umur yang ditentukan dan juga kualifikasi lainnya yang tertulis di “Teacher’s Law”. Berikut di bawah adalah infonya :
Seperti diatur dalam Teacher’s Law Pasal 11, Untuk memperoleh kualifikasi sebagai seorang guru, para calon harus memiliki catatan resmi terkait mengenai :
1)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru TK, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan TK atau tingkat di atasnya;
2)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru SD, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan tingkat dasar atau tingkat di atasnya;
3)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama, atau guru untuk kursus pengetahuan umum dan program khusus di sekolah kejuruan dasar, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sekolah keguruan tingkat atas atau dari pendidikan keguruan dalam sistem perguruan tinggi atau universitas;
4)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah atas, atau guru untuk kursus pengetahuan umum dan program khusus di sekolah kejuruan menengah, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari sebuah perguruan tinggi resmi atau dari pendidikan keguruan selama 4 tahun dalam sistem perguruan tinggi atau universitas; Adapun kualifikasi dan penetapan standar untuk menjadi guru di sekolah menengah kejuruan tingkat menengah dan atas atau sekolah teknik akan diatur oleh departemen administratif terkait di bagian pendidikan.
5)      Untuk memperoleh kualifikasi untuk guru di sebuah lembaga pendidikan tinggi, calon para guru minimal harus menyelesaikan program sarjana atau program pasca sarjana mereka sesuai dengan peraturan terkait;
6)      Untuk memperoleh kualifikasi bagi seorang guru untuk pendidikan orang dewasa, calon para guru minimal harus merupakan lulusan dari lembaga pendidikan tinggi, tergantung pada tingkat dan standar dari kategori pendidikan orang dewasa terkait.
Setiap Warga yang tidak memilik catatan resmi untuk guru kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, harus mengikuti ujian kualifikasi guru untuk memperoleh kualifikasi resmi sebagai seorang guru. Sistem ujian kualifikasi guru nasional akan ditentukan oleh Dewan Negara.
Strata
Kualifikasi
Pendidikan TK
lulusan dari sekolah keguruan TK atau tingkat di atasnya
Pendidikan SD
lulusan dari sekolah keguruan tingkat dasar atau tingkat di atasnya
Pendidikan SMP
lulusan dari sekolah keguruan tingkat atas atau dari pendidikan keguruan dalam sistem perguruan tinggi atau universitas
Pendidikan SMA, SMK
lulusan dari sebuah perguruan tinggi resmi atau dari pendidikan keguruan selama 4 tahun dalam sistem perguruan tinggi atau universitas; Adapun kualifikasi dan penetapan standar untuk menjadi guru di sekolah menengah  kejuruan tingkat menengah dan atas atau sekolah teknik akan diatur oleh departemen administratif terkait di bagian pendidikan.
Pendidikan Tinggi
menyelesaikan program sarjana atau program pasca sarjana mereka sesuai dengan peraturan terkait
Pendidikan orang dewasa
lulusan dari lembaga pendidikan tinggi, tergantung pada tingkat dan standar dari kategori pendidikan orang dewasa terkait

Sementara, untuk proses registrasi, para pelamar harus mempersiapkan dan menyediakan beberapa formulir terkait di bawah ini :
  1. KTP asli beserta fotokopinya
  2. Ijasah dan gelar jurusan keguruan beserta fotokopinya;
  3. Mengisi formulir "Identifikasi moral dan ideologi individual", formulir tersebut bisa diminta dari pemerintah tingkat kecamatan.
  4. Mengisi formulir “Kualifikasi resmi guru China";
  5. Sertifikat pemeriksaan fisik asli dan fotokopi, sertifikat tersebut dikeluarkan oleh lembaga perekrutan guru pada tingkat daerah;
  6. Sertifikat kemampuan bahasa mandarin asli dan fotokopinya.
Proses rekrutmen dan kualifkasi seorang guru dilakukan setahun 2 kali, yaitu pada waktu musim semi dan musim gugur.

2.    Badan Perekrut guru
Badan yang bertanggung jawab atas perekrutan guru diatur dalam Teacher’s Law Bab III mengenai masalah kualifikasi dan ketenagakerjaan dari pasal 10 – pasal 17, di antaranya adalah sebagai di bawah berikut :
Negara akan menetapkan sistem kualifikasi bagi para guru.Semua warga negara China, yang mematuhi konstitusi dan hukum, dan memiliki minat dalam bidang pendidikan, serta memiliki karakter, ideologis dan moral yang sehat, memiliki catatan kualifikasi dari sekolah resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini atau yang telah lulus dalam ujian kualifikasi guru nasional, memiliki pendidikan dan kemampuan mengajar yang baik, dan setelah lolos kualifikasi lainnya, berhak untuk memperoleh kualifikasi untuk menjadi seorang guru.
Setiap Warga yang tidak memilik catatan resmi untuk guru kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, harus mengikuti ujian kualifikasi guru untuk memperoleh kualifikasi resmi sebagai seorang guru. Sistem ujian kualifikasi guru nasional akan ditentukan oleh Dewan Negara.
Departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara akan bekerja melakukan langkah-langkah transisi pada kualifikasi bagi para guru yang sebelum berlakunya Undang-undang ini, telah mengajar di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, tetapi tidak memiliki catatan dari sekolah formal sebagai diatur dalam Undang-undang ini.
Kualifikasi bagi guru di sekolah dasar dan menengah harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen administrasi dari pemerintah daerah setempat atau di atas tingkat kabupaten. Kualifikasi bagi para guru di sekolah menengah kejuruan dan sekolah teknik harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen yang kompeten terkait, di bawah naungan departemen administrasi pendidikan dari pemerintah daerah stempat pada atau di atas tingkat kabupaten. Kualifikasi untuk guru reguler lembaga pendidikan tinggi harus dievaluasi dan disetujui oleh departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara, atau provinsi, daerah otonom, atau kotamadya langsung di bawah Pemerintah Pusat, atau dengan sekolah yang telah disahkan oleh departemen tersebut.
Jika seorang warga negara yang memiliki catatan resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, atau yang telah lulus kualifikasi ujian nasional keguruan, meminta departemen terkait untuk mengevaluasi dan menyetujui kualifikasi bagi para guru tersebut, departemen terkait harus memberikan evaluasi dan persetujuan sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam Undang-undang ini. Para guru baru harus menjalani periode percobaan terlebih dahulu, sebelum memiliki kualifikasi resmi menjadi seorang guru.
Mereka yang telah kehilangan hak-hak politik atau sedang menjalani pidana penjara atau hukuman yang lebih berat atas kejahatan yang disengaja tidak akan diperbolehkan untuk mendapatkan kualifikasi bagi guru; dan mereka yang telah memperoleh kualifikasi untuk guru akan kehilangan kualifikasi tersebut.
Para lulusan sekolah keguruan pada berbagai tingkatan harus terlibat dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Negara. Negara harus melembagakan sistem gelar profesional bagi guru. Langkah-langkah khusus akan dikelola dan diimplementasikan oleh Dewan Negara.
Sekolah dan lembaga pendidikan lainnya secara bertahap akan menetapkan sistem pengangkatan bagi guru. Pengangkatan guru harus didasarkan pada prinsip kesetaraan antara kedua belah pihak. Sekolah dan guru akan menandatangani kontrak perjanjian yang akan mendefinisikan hak masing-masing, kewajiban dan tanggung jawab. Langkah-langkah untuk menerapkan sistem pendaftaran bagi para guru harus dirumuskan oleh departemen administrasi pendidikan di bawah Dewan Negara.

3.    Gaji dan Tunjangan guru
Gaji guru juga diatur oleh pemerintah dengan mengikuti landasan dan asas dari Teacher’s Law dari Bab VI – Bab VII, pasal 25 – pasal 34, seperti di bawah ini :
Rata-rata gaji Guru tidak akan lebih rendah atau mungkin lebih tinggi dari pegawai negeri Negara dan harus dinaikkan secara bertahap. Sebuah sistem untuk promosi dan sistematik kenaikan gaji yang teratur harus ditetapkan, dan langkah-langkah khusus itu harus dirumuskan oleh Dewan Negara.
Guru sekolah dasar, menengah dan sekolah kejuruan harus menikmati tunjangan yang sepadan dengan kontribusi waktu pengajaran mereka, dan langkah-langkah khusus itu harus dirumuskan oleh departemen administrasi pendidikan dan departemen terkait lainnya di bawah Dewan Negara.
Pemerintah daerah setempat di berbagai tingkatan harus memberikan subsidi untuk guru dan para lulusan dari sekolah menengah kejuruan atau dari sekolah teknik tinggi yang bersedia untuk terjun dan melibatkan diri dalam pendidikan dan pengajaran di daerah yang dihuni oleh etnis minoritas nasional atau di daerah terpencil dan miskin.

Pemerintah daerah setempat di berbagai tingkat dan departemen terkait di bawah Dewan Negara harus memberikan prioritas dan perlakuan istimewa untuk prosedur konstruksi, penyewaan dan penjualan rumah untuk para guru di daerah perkotaan.

Pemerintah di tingkat kabupaten dan kecamatan harus memberikan kenyamanan bagi guru sekolah dasar dan menengah di daerah pedesaan dalam memecahkan masalah tempat tinggalnya.
Guru akan menikmati perlakuan yang sama seperti pegawai negeri negara dalam perawatan medis. Mereka harus diberikan cek up kesehatan rutin dan harus menikmati izin istirahat dan penyembuhan yang diatur dalam prosedur yang seharusnya. Lembaga medis akan memberikan kemudahan dalam perawatan medis bagi para guru. Setelah pensiun atau berhenti bekerja, guru akan menikmati keuntungan materi seperti yang telah ditentukan oleh Negara.
Pemerintah setempat atau di atas tingkat kabupaten dapat meningkatkan rasio pensiun untuk pensiunan guru sekolah dasar dan menengah yang telah lama bergerak dan berkontribusi di bidang pendidikan dan pengajaran.
Pemerintah di berbagai tingkatan harus mengadopsi langkah-langkah untuk meningkatkan keuntungan material dari guru yang dibayar melalui dana setempat dan secara bertahap memastikan bahwa guru tersebut menerima upah yang sama seperti guru yang dibayar dan disubsidi oleh negara. Untuk langkah dan prosedur secara spesifik harus dirumuskan oleh pemerintah di berbagai tingkatan tergantung kepada kondisi setempat. Sedangkan, Keuntungan material dari guru di sekolah swasta akan diatur menurut ketentuan sekolah itu sendiri.
Guru yang telah memberi kontribusi dan hasil yang signifikan dalam pendidikan dan pengajaran, baik dalam pelatihan personil, dalam penelitian ilmiah, pendidikan reformasipembangunan sekolahpelayanan sosial dan pekerjaan-program studi wajib diberikan penghargaan terkait oleh sekolah-sekolah yang memperkerjakan mereka. Guru yang telah membuat kontribusi yang signifikan harus diberikan penghargaan tertentu oleh pemerintah setempat di berbagai tingkatan dan departemen terkait di bawah mereka yang diatur oleh dewan negara. Guru yang telah membuat kontribusi yang besar harus diberikan gelar kehormatan sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Negara.
Negara harus mendorong dan mendukung baik individu maupun organisasi-organisasi sosial untuk mendonasikan uang kepada yayasan yang didirikan menurut. Dana dari yayasan ini nantinya akan disumbangkan terhadap para guru sebagai bentuk penghargaan.
Dikarenakan kondisi kemajuan pendidikan di China yang beraneka ragam dan juga tingkat kesenjangan yang tinggi, oleh karena itu gaji guru pun sangat bervariasi untuk setiap daerah. Dalam beberapa tahun belakangan ini, pemerintah terus meningkatkan gaji dan tarif hidup guru seiring dengan kemajuan perkembangan ekonomi di negaranya. Khususnya, untuk guru yang rela untuk mengajar di daerah barat, tunjangan yang diberikan juga semakin besar setiap tahunnya.

4.    Pangkat dan Karir guru
Berikut di bawah adalah jenjang karir dan pangkat guru untuk setiap levelnya masing-masing :
Pangkat guru untuk pendidikan TK (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan dasar grade 3
b)    Guru pendidikan dasar grade 2
c)    Guru pendidikan dasar grade 1 (sekretaris)
d)    Guru pendidikan dasar tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat dasar
f)     Guru pendidikan dasar special
Pangkat guru untuk pendidikan SD (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan SD biasa
b)    Guru pendidikan SD grade 2
c)    Guru pendidikan SD grade 1
d)    Guru pendidikan SD tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat menengah
f)     Guru pendidikan SD special
Pangkat guru untuk pendidikan menengah kejuruan (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan SMK biasa
b)    Asisten guru pendidikan SMK
c)    Guru pendidikan SMK tingkat tinggi
d)    Guru pendidikan SMK spesial
Pangkat guru untuk pendidikan SMP (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Guru pendidikan menengah biasa
b)    Guru pendidikan menengah grade 2
c)    Guru pendidikan menengah grade 1
d)    Guru pendidikan menengah tingkat tinggi
e)    Guru pendidikan menengah tingkat sekretaris
f)     Guru pendidikan menengah special
Pangkat guru untuk pendidikan tinggi/universitas (dari pangkat terendah menuju pangkat tertinggi) :
a)    Asisten dosen
b)    Lecturer
c)    Associate Professor
d)    Professor
Untuk dapat naik pangkat, setiap guru harus memenuhi kredit tertentu terlebih dahulu, kredit tersebut dapat diperoleh melalui banyak jalur. Di antaranya adalah melalui : pengalaman selama mengajar, nilai tinggi dalam evaluasi sekolah, lolos dalam ujian kenaikan pangkat dan juga keikutsertaan akan pembinaan guru. Biasanya untuk dapat naik satu pangkat, seorang guru memerlukan paling sedikit 2 tahun, dan bisa mencapai 5 tahun untuk tingkat tertentu.
Sekolah atau lembaga pendidikan lainnya harus melakukan penilaian terhadap kesadaran politik para guru dan tingkat ideologis, tingkat profesionalitas, etos kerja dan performa mereka. Departemen administrasi pendidikan akan membimbing dan mengawasi pekerjaan akan penilaian untuk para guru.
Penilaian dilakukan dengan cara objektif, adil dan akurat. Dalam proses penilaian, pendapat dari guru sendiri, rekan-rekan dan siswa harus dipertimbangkan penuh. Hasil penilaian nantinya akan menjadi patokan dalam pengangkatan guru dan pembayaran imbalan serta penjatuhan hukuman yang terkait.
Dalam jenjang karir guru di China, kepala sekolah bukanlah pangkat teratas. Bagi seorang guru pada pendidikan tertentu, misalnya professor dalam pendidikan universitas, mereka tidak bisa mengalami kenaikan pangkat lagi dalam stratanya. Jika yang berkenan ingin menjadi kepala sekolah, keputusan pusat akan diambil oleh pemerintah daerah yang ditugasi oleh pemerintah dalam menangani instansi pendidikan terkait.

C.   Pengembangan Profesi Guru
Guru adalah kekuatan utama perubahan pendidikan yang signifikan dan peran aktif dalam reformasi kurikulum. Dalam memfasilitasi dan melaksanakan kurikulum berpusat pada peserta didik dan proses belajar-mengajar, peran guru tidak berkurang, tetapi diintensifkan dalam bentuk yang berbeda.
Salah satu tujuan dari pelaksanaan kurikulum di China adalah "untuk mengubah implementasi kurikulum dari over-penekanan pada pembelajaran reseptif, dari menghafal dan pengulangan ke bentuk siswa berpartisipasi aktif, praktikum termotivasi ke mengalami sendiri, dan mengembangkan peserta didik dalam hal mengumpulkan dan pengolahan informasi, memperoleh pengetahuan baru, pemecahan masalah dan komunikasi-kerjasama ".
Sementara itu perubahan dalam "proses belajar mengajar" menjadi fokus dari kurikulum, dimana guru diberi mandat untuk memfasilitasi pembelajaran aktif dan mandiri, untuk berinteraksi secara aktif dengan murid dan berkembang seiring dengan mereka, untuk menghormati kepribadian murid dan perbedaan individu dalam pertemuan kebutuhan belajar mereka beragam, untuk menciptakan lingkungan pendidikan bagi partisipasi aktif peserta didik dan kedua sikap dan kapasitas dalam menerapkan pengetahuan yang dipelajari, dan akhirnya untuk memungkinkan setiap peserta didik untuk mengembangkan / potensi nya sebagai manusia seutuhnya.
Dalam mencapai tujuan-tujuan kurikulum dimaksudkan, guru diharapkan menjadi peserta aktif selama proses perubahan kurikulum, menjadi penyambung lidah dari filosofi dan prinsip-prinsip kurikulum dimaksudkan, untuk menjadi pelaksana yang efektif dalam perubahan kurikulum yang direncanakan, dan menjadi evaluator prestasi peserta didik.
Guru juga berkewajiban untuk menerapkan teknologi informasi sebagai alat pembelajaran yang kuat dan mengintegrasikan mereka dengan pedagogi dalam proses belajar mengajar untuk perubahan dalam isi pengajaran, gaya belajar dan interaksi guru-murid.
Pelatihan dan pengembangan profesional guru dengan demikian telah menjadi prasyarat dan kata kunci dalam proses pelaksanaan kurikulum. Praktek-praktek inovatif yang sukses dalam membangun kapasitas guru untuk pelaksanaan kurikulum telah meliputi:
1.    Pelatihan guru di tingkat lokal dan nasional
Kementerian Pendidikan membuat kebijakan yaitu seorang guru harus melalui pelatihan sebelum menduduki jabatannya atau pekerjaan, dan tanpa melalui pelatihan yang dibutuhkan guru tidak diperkenankan menduduki jabatannya atau pekerjaan.
2.    Mengembangkan sistem kelembagaan berbasis Sekolah Berbasis Proyek Pengajaran-Penelitian (School-based research-teaching),
Sistem kelembagaan ini telah memainkan peran besar dalam membimbing guru untuk refleksi diri pada praktek pengajaran mereka, untuk memecahkan masalah melalui penelitian tindakan, dan untuk pengembangan guru melalui pembelajaran profesional.
Penelitian tindakan berbasis sekolah guru bertujuan untuk membuat lembaga pusat praktek guru profesional dan perubahan kurikulum. Melalui upaya individu maupun kolektif, penelitian berbasis sekolah telah menyebabkan perubahan besar dan perbaikan dalam pelaksanaan kurikulum, pengembangan profesi guru, dan rekonstruksi budaya sekolah seperti:
  1. mengubah kehidupan profesional guru;
  2. meningkatkan hubungan guru-mitra;
  3. mengubah budaya sekolah dan etos kerja dari berpusat ke guru menjadi berpusat ke  siswa, dan
  4. mengubah struktur organisasi sekolah untuk membuat sekolah sebagai sebuah organisasi yang benar-benar belajar dan menjadi komunitas belajar
.
3.    Pengorganisasian Jaringan Penelitian Guru berbasis Internet dan Pelatihan Jarak jauh
Dalam memanfaatkan potensi besar teknologi informasi-komunikasi sebagai alat belajar mengajar, sebagai sumber daya pendidikan, dan sebagai alat perubahan pendidikan, pemerintah China melakukan investasi besar dalam menerapkan Sekolah Pedesaan Jarak jauh modern dengan total investasi sebesar satu miliar Yuan RMB (setara dengan lebih dari USD $ 14.000.000) untuk melengkapi 6 sekolah pedesaan dengan CD pembelajaran, pengajaran sistem satelit, dan ruang komputer, sehingga memberikan sumbangan bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. Selain menggunakan peralatan canggih untuk melakukan pendidikan dan pelatihan jarak jauh guru berbasis internet kementerian Pendidikan juga melalui pusat Kurikulum Pendidikan Dasar mengembangkan Textbook berbasis web gratis dalam membimbing guru dalam pengembangan profesional guru.
Lokakarya Pelatihan Jarak jauh  menfasilitasi pendistribusian sumber belajar sesuai kurikulum, melalui on-line modul presentasi dan interaksi off-line untuk dialog dan diskusi serta tukar menukar rencana pelajaran secara elektronik.
Internet memudahkan pelatihan guru secara online dan memberikan kesempatan pada guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Hasil dari survei kuesioner untuk evaluasi Pelatihan online tersebut menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari 90%. Selama jangka pelatihan pendek yaitu 15 hari lebih dari 10.000 peserta mempublikasikan 870,000 makalah, tingkat kunjungan halaman situs web pelatihan dalam sehari melampaui 1 juta pengunjung.besar satu miliar Yuan RMB (setara dengan lebih dari USD $ 14.000.000) untuk melengkapi 6 sekolah pedesaan dengan CD pembelajaran, pengajaran sistem satelit, dan ruang komputer, sehingga memberikan sumbangan bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. Selain menggunakan peralatan canggih untuk melakukan pendidikan dan pelatihan jarak jauh guru berbasis internet kementerian Pendidikan juga melalui pusat Kurikulum Pendidikan Dasar mengembangkan Textbook berbasis web gratis dalam membimbing guru dalam pengembangan profesional guru.
Lokakarya Pelatihan Jarak jauh  menfasilitasi pendistribusian sumber belajar sesuai kurikulum, melalui on-line modul presentasi dan interaksi off-line untuk dialog dan diskusi serta tukar menukar rencana pelajaran secara elektronik.
Internet memudahkan pelatihan guru secara online dan memberikan kesempatan pada guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Hasil dari survei kuesioner untuk evaluasi Pelatihan online tersebut menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari 90%. Selama jangka pelatihan pendek yaitu 15 hari lebih dari 10.000 peserta mempublikasikan 870,000 makalah, tingkat kunjungan halaman situs web pelatihan dalam sehari melampaui 1 juta pengunjung.(setara dengan lebih dari USD $ 14.000.000) untuk melengkapi 6 sekolah pedesaan dengan CD pembelajaran, pengajaran sistem satelit, dan ruang komputer, sehingga memberikan sumbangan bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. Selain menggunakan peralatan canggih untuk melakukan pendidikan dan pelatihan jarak jauh guru berbasis internet kementerian Pendidikan juga melalui pusat Kurikulum Pendidikan Dasar mengembangkan Textbook berbasis web gratis dalam membimbing guru dalam pengembangan profesional guru.
Lokakarya Pelatihan Jarak jauh  menfasilitasi pendistribusian sumber belajar sesuai kurikulum, melalui on-line modul presentasi dan interaksi off-line untuk dialog dan diskusi serta tukar menukar rencana pelajaran secara elektronik.
Internet memudahkan pelatihan guru secara online dan memberikan kesempatan pada guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Hasil dari survei kuesioner untuk evaluasi Pelatiha