Senin, 02 Maret 2015

Konsep Kesulitan Belajar

Kesulitan belajar siswa mencakup pengertian yang luas, di antaranya :
a. Learning disorder
b. Learning disfunction
c. Underachiever
d. Slow learner
e. Learning disabilities

Secara rinci pengertian-pengertian tersebut akan dibahas sebagai berikut:

Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan di mana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Pada dasarnya, yang mengalami kekacauan belajar, potensi dasarnya tidak dirugikan, akan tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan, sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimilikinya. Contoh : siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate, tinju dan sejenisnya, mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah-gemulai. Siswa yang terbiasa mengerjakan segala sesuatu dengan tergesa-gesa akan sedikit mengalami kesulitan pada saat harus bekerja secara ekstra hati-hati di laboratorium.

Learning Disfunction merupakan gejala di mana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental, gangguan alat indra, atau gangguan psikologis lainnya. Contoh : siswa yang yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok menjadi atlet bola volley, namun karena tidak pernah dilatih bermain bola volley, maka dia tidak dapat menguasai permainan volley dengan baik. Siswa yang sebenarnya memiliki bakat numerik tinggi tetapi mengalami kesulitan pada saat mempelajari konsep mol yang di dalamnya menuntut kemampuan operasi matematik karena bakat numeriknya kurang sering diaplikasikan pada bidang-bidang lain.

Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 – 140), namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah. Siswa yang di tes kemampuan penalaran formalnya dan hasilnya menunjukkan bahwa siswa tersebut sudah berada pada level operasional formal, namun mengalami kesulitan pada saat mempelajari konsep-konsep yang bersifat abstrak.

Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama. Prinsip pembelajaram berbasis kompetensi menyadari adanya slow learner, sehingga siswa yang belum mencapai standar kompetensi minimal (SKM) diwajibkan mengikuti remidi.

Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala di mana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar, sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya. Kondisi ini muncul karena adanya mental retardation, hearing deficiencies, speech and language impairments, visual impairments, emotional disturbances, orthopedic impairments, a variety of medical conditions.


Sumber : Orasi Ilmiah Guru Besar Pendidikan Kimia Prof. Dr. Ashadi, dengan judul "KESULITAN BELAJAR KIMIA BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH"


Minggu, 01 Maret 2015

Strategi Pembelajaran Kimia Interaktif Berbasis Web

Pendahuluan

Keberadaan program studi Pendidikan Kimia pada lembaga-lembaga seperti LPTK (Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan) ataupun yang terintegrasi dalam Universitas, telah memberikan kontribusi besar dalam distribusi dan penyaluran ilmu kimia kepada masyarakat ilmiah maupun masyarakat awam. Program studi pendidikan kimia yang memfokuskan pada produksi strategi pembelajaran yang menarik serta didukung oleh penggunaan media pembelajaran yang efektif dan efisien, menambah khasanah kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.  Kesadaran pentingnya memanfaatkan media-media sebagai alat bantu mempresentasikan ilmu kimia, telah mendorong praktisi-praktisi bidang kimia maupun ilmuwan-ilmuwan kimia untuk menghasilkan produk terbaiknya dalam rangka pencerdasan generasi. Gagasan berbagi melalui penggunaan teknologi juga mendukung penguatan produksi strategi pembelajaran kimia. Penggunaan dan modifikasi software pendidikan yang terintegrasi dalam rangkaian tahapan pembelajaran (strategi pembelajaran) akan memberikan kemudahan untuk mempelajari ilmu kimia sehingga tingkat pemahaman terhadap suatu subjek dapat tercapai. Penelitian yang dilakukan oleh banyak pakar-pakar di bidang pendidikan kimia maupun kimia menekankan pada upaya meningkatkan pemahaman menuju tingkat berpikir sains secara komprehensif, serta tidak dilakukan secara sepotong-sepotong.

Kesulitan-kesulitan dalam memahami ilmu kimia, tentu saja disebabkan oleh kompleksitas konten kimia itu sendiri. Ilmu kimia sarat dengan prasyarat, sarat dengan syarat, sarat dengan pengecualian, dan di dalam pengecualian masih terdapat pengecualian. Mengingat kompleksnya konten kimia tersebut, maka dibutuhkan sejumlah metode-metode yang diintegrasikan dalam rangkaian strategi pembelajaran kimia yang komprehensif.

Pada penelitian ini, peneliti mencoba membuat suatu strategi pembelajaran kimia yang komprehensif sekaligus interaktif berbasis web, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengakses informasi tentang kimia secara fleksibel dan mobile, tanpa dibatasi oleh waktu.
Pada model atau strategi pembelajaran interaktif ini, disediakan materi pokok berbasis pengetahuan awal (diintegrasikan dalamadvanced organizer), soal - jawab berbasis problem solving, representasi 3 dunia (makro, mikro dan simbol) berbasis macromedia flash dan kontrol perubahan sikap (afektif) melalui angket elektronik.

Strategi pembelajaran yang interaktif dimaksudkan untuk meningkatkan aktivitas belajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pengetahuan awal dapat membantu pebelajar untuk memperkuat pengetahuan prasyarat dan syarat pada materi pokok yang sedang dipelajari. Dalam melatih pemahaman siswa, maka sangat diperlukan metode pemecahan masalah (problem solving). Peningkatan pemahaman dan analisis siswa dapat ditingkatkan dengan merepresentasikan materi pokok dalam tiga dunia (makro, mikro dan simbol). Peningkatan motivasi dan minat pebelajar dalam pembelajaran dapat dikontrol melalui penggunaan angket elektronik.

Pada proposal penelitian ini, dirancang suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi berbasis web, untuk menghasilkan suatu aktivitas yang interaktif. Diharapkan pembelajaran dapat diakses di manapun, agar tidak full time di dalam kelas. Dalam pembelajaran ini, diharapkan siswa dapat berinteraksi dengan Pengajar maupun dengan sejawat dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan maupun tanggapan-tanggapan tentang materi pokok yang sedang dipelajari.

http://www.kimiainteraktif.blogspot.com/2014/09/strategi-pembelajaran-kimia-interaktif.html

Sisi Menarik Kimia

Berikut ini saya menampilkan bagian dari tulisan Dr. Das Salirawati, M.Si (dosen Kimia Universitas Negeri Yogyakarta), yang mengupas sisi menarik ilmu Kimia.

Siapa bilang kimia merupakan ilmu yang menakutkan, tidak menarik, dan memusing-kan. Asal kita jeli, pasti menemukan sisi menarik kimia. Setiap konsep dalam ilmu kimia dapat dibuat puisi, asal kita mau merangkum makna setiap konsep dengan baik. Bila kita mengaku orang kimia, maka setiap langkah dan nafas kita harus menunjukkan ke-kimia-an.

1.    Ketika kita mempelajari reaksi netralisasi antara asam dengan basa, maka kita dapat mencoba mengaitkan peristiwa netralisasi asam lambung (HCl) oleh obat maag yang mengandung senyawa basa (Mg(OH)2 atau Al(OH)3)). Jadi, orang yang sakit maag, produksi asam lambung berlebihan, sehingga menyebabkan iritasi pada permukaan dalam lambung. Oleh karena itu agar tidak merasakan perih karen iritasi tersebut, sebelum makanan masuk, lambung harus dinetralkan terlebih dahulu.
2.    Prinsip netralisasi ini dapat diterapkan pada berbagai peristiwa, misalnya ketika kita tersengat tawon dapat diobati dengan mengoleskan cuka, karena sifat racun tawon adalah basa. Sebaliknya jika tersengat lebah kita obati dengan soda atau sabun, karena racunnya bersifat asam.
3.    Ketika mempelajari konsep pH, kita dapat mengaitkan dengan pertanyaan mengapa produk sabun untuk kulit harus mempunyai pH seimbang. Dengan demikian konsep pH yang sulit tetap akan dipelajari serius karena ada kaitannya dengan kehidupannya.
4.    Ketika mempelajari tentang penurunan titik beku pada konsep sifat koligatif larutan, kita dapat menghubungkan dengan pembuatan es krim yang ditambah garam dengan tujuan untuk mempertahankan agar es krim sulit mencair.
5.    Ketika kita mempelajari tentang senyawa yang terbentuk dari unsur-unsur golongan halogen, maka kita pasti mempelajari senyawa NaCl. Senyawa NaCl dalam kehidupan sering dihubungkan dengan iodium yang dikenal dengan garam beryodium. Konsep ini akan menarik jika dihubungkan dengan pertanyaan ”benarkah garam beryodium membuat seseorang yang mengkonsumsi menjadi pintar?” seperti iklan di televisi.
6.    Ketika kita mempelajari senyawa golongan aldehid, kita dapat menghubungkan dengan formalin yang isunya marak pada tahun lalu.
7.    Ketika kita mempelajari konsep protein yang salah satu bentuknya dalam tubuh kita berupa hormon, kita dapat menghubungkan dengan pertanyaan ”mengapa kita tidak boleh berpacaran di tempat yang sepi?” yang dapat dijelaskan dengan konsep ini.

Karakterisasi Material Polimer: Studi Kasus Mikrokristalin Selulosa (MCC)

Untuk mempelajari stuktur dan sifat mikrokristalin selulosa (MCC), beberapa teknik telah banyak dilakukan peneliti. Analisis-analisis te...