Sabtu, 15 Agustus 2020

Speech of Initiator Representative of Sci.&Eng. Educator Community

Terima kasih buat waktu dan kesempatannya.

Salam sejahtera bagi kita semua,

Yang saya kasihi teman-teman yang hadir di Sharing Research & Innovation III, terutama kedua sahabat saya Narasumber pada sore hari ini Dr. Adit dan pak Engly, MT. Saya juga menyapa teman-teman dari alumni Pasca ITB Prodi Kimia 2010&2011, dan juga sahabat dari PMK Pasca ITB dan Grup Rintisan pak. Engly dkk. Grup Edvini.

Mungkin ada yang bertanya tanya, Mengapa langsung III, karena kegiatan I&II hanya kami lakukan secara intern saja, dalam artian belum ada kesiapan untuk 'enkspansi' saat itu. 

Pada kesempatan ini saya akan memperkenalkan apa di balik kegiatan kita hari ini. Perkenalkan kami dari Sciences & Engeneering Educator Community, merupakan pengembangan dari WA Group Discussion yang terdiri dari Pendidik Aktif (Guru&Dosen) maupun  Peneliti dan Pemerhati pendidikan sains dan teknik seperti saya. Secara struktur Komunitas kami belum terbentuk, tetapi karena memiliki semangat yang sama, maka kegiatan-kegiatan nonprofit secara spontan dapat terwujud.

Ada kegelisahan yang kami amati pada pendidikan sains dan teknik, baik dalam kapasitas pendidiknya maupun pada luaran dari sistem pendidikannya. Kami tidak tahu ujung benangnya dari mana, yang kami amati ada ''gab'' antara Pendidikan Sains&Teknik dengan Keilmuannya sendiri. Gab yang dimaksud adalah teknik pembelajaran, yaitu bagaimana ilmu tersebut ditransfer kepada peserta didik oleh Guru/Dosen/Lembaganya. Seperti kita ketahui misalnya, K13 yang merupakan kurikulum tipikal Metode Saintifik (katanya), maka sudah dipastikan metode inkuiri seharusnya menjadi alternative method di samping Project-BL dan Problem-BL. Inkuiri hemat saya adalah tahapan-tahapan what the scientists do/did, maka sudah seharusnya Pendidik mengadopsinya.

Di lapangan, implementasi tahapan what the scientists do ini terhambat oleh keterbatasan-keterbatasan, a.l. wawasan, keterampilan dan fasilitas. Wawasan sangat berkaitan dengan apa yang kita lihat dan amati, keterampilan tentunya berkaitan dengan pengalaman langsung yang dilakukan dan fasilitas berkaitan dengan goals. Dari wawasan kita bisa merencanakan, sementara keterampilan yang kita miliki, kita bisa mencipta dengan fasilitas yang ada. Nah di sinilah kami membuka ruang untuk memiliki wawasan tentang kekinian menyangkut roh keilmuan yang akan kita transfer.

Dua Narasumber kali ini, bukan orang asing bagi saya (maaf sedikit subjektif). Mereka sahabat-sahabat saya hingga kini, sama-sama alumni Pasca ITB. Tentunya mereka memiliki wawasan dan keterampilan menggunakan fasilitas yang ada, dan bahkan dapat mengadakannya pada proporsinya. Kalau melihat sepak terjang kedua sahabat saya ini mereka sudah bisa disebut Konsultan di bidang masing-masing. Surprisingly, ketika saya undang sebagai Narasumber tidak ada kata tidak, mereka automatically bersedia. Terima kasih buat Dr. Adit dan pak Engly, MT. Secara detail profil lengkap kedua narasumber akan kita dengar dari Moderator. 

Ada lagi satu kerinduan dari kegiatan kita ini, yaitu  semangat untuk menuangkana ide-ide dan gagasan kita dalam bentuk tulisan-tulisan baik artikel, essay atau opini yang kelak diterbitkan oleh jurnal ilmiah, majalah dan surat kabar cetak. Literasi..ya literasi, tampaknya kita harus memiliki literasi membaca dan menulis ilmiah dan mempublikasikannya. Dengan demikian kontrol pengembangan ilmu pengetahuan bisa terwujud.

Akhirnya, kepada Saudar/i semua saya ucapkan selamat mengikuti acara dan semoga bermanfaat. Di akhir acara nanti kami akan membagikan e-certificate sebagai kenang-kenangan untuk kita semua. Demikian, atas perhatian, saya ucapkan terima kasih.


Medan, 11 Juli 2020
Initiator representative
signed by,

Dr. Sun Theo CL Ndruru
Sciences Education Observer/Research Analyst

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memaknai Kemerdekaan RI ke-75 di Tengah Pandemi COVID-19

Esok adalah peringatan Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan "Negara Kesatuan" Republik Indonesia yang ke-75. Suatu momen yang berula...